Sudden Marriage | Part 1 | Complete

sudden marriage compplete

Title : Sudden Marriage

Author : Karra

Pairing : Straight

Main Cast : Park Shi Hoo and Kim So Yeon

Rating : PG 17+

Disclaimer : Cerita ini terinspirasi dari Kdrama Full House. Tapi tidak 100% sama karena saya hanya mengutip premis dari Kdrama Full House yakni Pernikahan Palsu. Cerita ini saya kembangkan sendiri. Jadi jangan ada yang meng-copy paste hasil IDE saya ini. Tokoh disini bukanlah tokoh ciptaan saya. Tokoh disini adalah ciptaan Tuhan.

Summary : “Pernikahan itu memang sesuatu yang sakral. Suci. Tidak untuk main-main terlebih untuk berbohong. Tapi jika keadaannya mendesak apakah bisa kita menolak pernikahan yang disodorkan di depan mata?”

Teaser |

“Eomma! Sungguh! Aku tidak ingin bertemu lagi dengan orang yang tidak kukenal!” seru So Yeon sambil berusaha menghapus lipstick yang menempel dibibirnya akibat ulah sang ibu yang terus mengoleskan  pewarna bibir itu dibibirnya.

“Kau harus datang menemui Hyun Shik. Eomma sudah membuat janji dengannya! Jangan permalukan eomma!” sentak Nyonya Jung sambil terus mendandani putri semata wayangnya agar terlihat cantik.

So Yeon menoleh kearah ibunya dengan pandangan kesal. “Kalau begitu, Eomma saja yang pergi. Aku tidak berminat.” Kata So Yeon sambil mengerucutkan bibirnya dan memalingkan wajah dari cermin.

Nyonya Jung segera memukul kepala putrinya dengan kesal. “Kau jangan mempermalukan Eomma! Lihat statusmu ini! Sudah hampir tiga puluh tahun masih hidup sendiri! Di keluarga kita, saat yeoja berumur dua puluh lima tahun sudah menikah. Kau ini!” omel Nyonya Jung sambil mencibir dan memaksa So Yeon menghadap ke cermin agar lebih leluasa di rias.

“Eomma!!!” keluh So Yeon kesal dengan perlakuan sang ibu yang terus memaksakan kehendaknya. Dari kamar hingga duduk manis di dalam mobil, So Yeon terus cemberut. Keningnya berkerut. Bibirnya masih mengerucut.

“Agashi, apa perlu saya mengantarkan anda ke danau seperti biasa?” tanya sopir pribadi So Yeon yang sepertinya sangat hafal dengan kelakuan majikannya.

So Yeon terlihat berfikir saat mendengar pertanyaan itu. “Nanti kau terkena hukuman dari Eomma lagi. Sudahlah. Aku tidak ingin membebanimu sekarang. Antarkan saja ke tempat blind date itu.” Kata So Yeon sambil menyandarkan tubuhnya di jok mobil. Kepalanya terasa pusing sekarang ini.

Bagaimana caranya menolak Hyun Shik itu? Apakah perlu menggunakan rencana kedua? Seringaian licik muncul di bibir tipis So Yeon. Sepertinya aku tahu harus melakukan apa. So Yeon tertawa kecil sambil mengambil ponselnya.

“Yeobosaeyo…” sapa seseorang diseberang sana yang terdengar seperti suara namja.

“Aku perlu bantuanmu.” Kata So Yeon to the point. Dia tidak suka basa-basi dengan orang yang sedang ditelponnya ini.

“Menemui calon jodohmu itu dan mengatakan bahwa aku ini suamimu?” tanya namja di seberang sambil tertawa.

“Diamlah Gong Chan-ssi! Aku tidak bercanda!” kata So Yeon kesal. Sudah tau waktunya mendesak masih saja bercanda.

“Baiklah! Baiklah! Aku akan menemuimu. Kita akan bertemu dimana?” tanya Gong Chan yang membuat So Yeon segera menyebutkan suatu cafe tempat mereka biasa bertemu. “Baiklah. Aku akan kesana dalam sepuluh menit.” Kata Gong Chan sambil menutup sambungan teleponnya.

“Ahjussi… kita ke cafe milik Gong Chan saja ya. Nanti aku akan pergi dengannya.” Kata So Yeon yang disambut anggukan dari sopir pribadinya.

***

So Yeon segera merobek roknya hingga sebatas pinggul. Dia mencengkeram erat sobekan rok itu agar tidak terbang terkena angin. Jujur saja dia malu melakukan ide konyol ini. Tapi ini harus dilakukan agar tidak terjadi perjodohan.

Namja berbadan tegap yang berjalan di sampingnya terus mengulum senyum melihat kelakuan sahabatnya. Dirangkulnya bahu So Yeon sambil bersikap mesra pada yeoja itu. “Apa aku boleh menciummu di depannya nanti?” tanya Gong Chan yang membuat So Yeon langsung mengepalkan tangan kirinya dan mengarahkan pada Gong Chan. Tawa Gong Chan akhirnya pecah juga.

So Yeon menunjuk seseorang yang tengah duduk di salah satu meja sambil menyesap minumannya. Walaupun namja itu terlihat tampan di umur dua puluh sembilan, So Yeon sama sekali tidak berminat untuk menikah dengannya.

Gong Chan merangkul So Yeon dengan erat dan membimbing yeoja itu ke Hyun Shik. Namja yang akan dijodohkan dengannya. “Apakah kau yang bernama Kim Hyun Shik?” tanya So Yeon yang membuat Hyun Shik meletakkan gelasnya dan beranjak.

“Iya. Aku Hyun Shik. Kau pasti So Yeon.” Kata namja itu sambil mengulurkan tangannya. So Yeon sama sekali tidak berminat menjabat uluran tangan Hyun Shik. Hyun Shik kemudian mengarahkan tangannya pada Gong Chan.

Gong Chan melepas rangkulannya dari bahu So Yeon. “Aku suami So Yeon. Gong Chan.” Kata Gong Chan sambil menjabat tangan Hyun Shik. Wajah Hyun Shik langsung terlihat berubah menjadi pucat saat mendengar Gong Chan berkata seperti itu.

“Ah, maafkan aku. Orang tuaku bilang, So Yeon belum menikah. Jadi aku sama sekali tidak menolak pertemuan ini. Terlebih saat orang tuaku menunjukkan foto So Yeon. Aku sama sekali tidak bisa menolaknya.” Kata Hyun Shik yang mendadak jadi serba salah.

So Yeon mengibaskan tangannya. “Tidak masalah. Aku dengannya juga baru menikah kemarin.” Kata So Yeon sambil duduk di kursi di depan Hyun Shik. Gong Chan juga segera duduk di samping So Yeon.

“Kalau begitu, apa aku mengganggu waktu kalian?” tanya Hyun Shik hati-hati.

Gong Chan baru saja akan menjawab tapi So Yeon langsung memotong perkataan Hyun Shik. “Benar. Aku dan suamiku hendak bulan madu ke Jeju. Tapi Eomma menyuruhku segera kesini untuk menemuimu hingga rokku menjadi sobek seperti ini.” Kata So Yeon sambil tersenyum malu-malu.

Gong Chan memalingkan wajahnya untuk menahan senyuman yang tercetak di bibirnya. Kemudian namja itu menatap So Yeon tepat di manik matanya yang berwarna cokelat muda. “Yeobo, kita harus melanjutkan honeymoon kita. Aku ingin cepat memiliki bayi.” Kata Gong Chan yang membuat So Yeon menatap sahabatnya dengan pandangan aneh. Itu tidak ada di skenario!

So Yeon akhirnya mengerti maksud kalimat Gong Chan. “Hyun Shik-ssi. Sepertinya kau perlu mencari yeoja lain. Aku sudah memiliki suami. Kita tidak mungkin bersama. Kau mengerti?” tanya So Yeong sambil melingkarkan tangannya di lengan Gong Chan.

Gong Chan segera mengecup puncak kepala So Yeon dengan lembut. Membuat So Yeon merasa jengah. So Yeon melihat ekspresi wajah Hyun Shik yang seperti sedang melihat film horror dan berusaha menahan tawanya agar tidak pecah.

Gong Chan dan So Yeon segera beranjak dari bangku masing-masing dan berpamitan pada Hyun Shik. Keduanya tetap meneruskan akting mereka hingga masuk kedalam mobil Gong Chan. Begitu masuk mobil, tawa keduanya langsung pecah.

“Kau melihat tampang Hyun Shik tadi? Seperti orang  terkena serangan jantung.” Kata So Yeon sambil melepas rok yang ia kenakan. Sebelum nekat merobek rok, dia sudah mempersiapkan celana pendek di dalamnya sehingga tidak akan terlihat orang lain.

Gong Chan ikut tertawa hingga membungkukkan badannya. “Sepertinya jika dia mengadu pada ibumu, kau akan terkena masalah lagi.” Kata Gong Chan sambil menunjuk Hyun Shik yang keluar dari restoran dengan ponsel yang ditempelkan di telinga kirinya.

So Yeon menoleh. “Bagaimana ini jika dia melapor pada Eomma. Bisa-bisa aku dihukum lagi.” Kata So Yeon sambil mengambil ponselnya dan langsung menciut saat sang ibu menelponnya. “Responnya cepat sekali.” Komentar So Yeon sambil menerima telepon dari ibunya yang disambut tawa Gong Chan.

“YA! KIM SO YEON! KAU CARI MATI? HAH?” sembur Nyonya Jung yang membuat So Yeon memejamkan matanya dan menjauhkan ponselnya dari telinganya.

“Eomma….” rengek So Yeon yang berusaha untuk meredam emosi Nyonya Jung.

“Lusa kau harus bertemu dengan orang yang sudah Eomma siapkan. Kali ini tidak boleh gagal! Kalau sampai gagal, kau tidak usah pulang ke rumah!” semprot Nyonya Jung yang membuat So Yeon melongo.

“Eomma!” panggil So Yeon saat sambungan telepon terputus. Dia mencoba menghubungi Nyonya Jung. Panggilannya masuk tetapi sama sekali tidak dijawab oleh Nyonya Jung. So Yeon menoleh ke Gong Chan yang masih tertawa tanpa suara. “Lusa dijodohkan lagi.” Kata So Yeon yang membuat Gong Chan tertawa kencang.

“Lusa pesta ulang tahunku. Kau harus datang. Tidak boleh tidak datang hanya karena alasan perjodohan.” Kata Gong Chan sambil menyipitkan kedua matanya saat melihat reaksi So Yeon yang seperti mayat hidup.

“Tapi aku harus datang. Kalau tidak aku tidak bisa pulang.” Kata So Yeon sambil mengerucutkan bibirnya.

“Ibumu itu aneh sekali. Suka sekali menjodohkanmu.” Kata Gong Chan yang berulang kali ia berikan komentar saat melihat sahabatnya mengalami stress karena perjodohan yang di lakukan Nyonya Jung.

“Eomma bilang semua yeoja di keluarganya menikah di umur dua puluh lima tahun. Bahkan dulu eomma menikah saat berumur dua puluh empat. Lagipula sejak dulu aku belum memiliki kekasih jadi dia selalu mencarikan jodoh untuku.” Komentar So Yeon dengan lesu. Dia akhirnya menyandarkan kepalanya di jendela mobil Gong Chan. Gong Chan segera menyalakan mobil dan melajukannya ke rumah So Yeon tanpa berkomentar apapun.

***

So Yeon menatap namja… ah bukan… lebih tepatnya Ahjussi yang tengah menyesap kopi di meja paling sudut. Eomma tidak salah mencarikan suami untukku? Seorang ahjussi? So Yeon ragu-ragu ingin menghampiri namun keraguan itu langsung lenyap dan berganti menjadi malu karen ahjussi itu beranjak dari kursi dan mengangkat tangan kanannya. “Kim So Yeon!” panggilnya.

So Yeon langsung menundukkan wajahnya karena menahan malu. Banyak pengunjung restoran yang menoleh ke arahnya dan pastinya mencibir. Sial! So Yeon segera duduk di depan ahjussi itu yang sibuk merapikan rambutnya.

“Ternyata kau lebih cantik dari yang difoto.” Komentar ahjussi yang So Yeon tahu bernama Eun Soo. So Yeon sama sekali tidak berkomentar. Dia hanya tersenyum kecil. “Senyummu cantik sekali. Tidak salah jika aku ingin menikah denganmu.” Kata Eun Soo yang membuat So Yeon menundukkan kepalanya. Malu. Dia merasa seisi restoran sedang menertawakan dirinya.

Eomma! Tega sekali! Keluh So Yeon dalam hati. So Yeon mengalihkan pandangannya pada sebuah televisi yang sedang menampilkan konferensi pers seorang aktor yang terkena skandal dengan artis. So Yeon berusaha tidak memperdulikan Eun Soo. Tatapannya hanya terfokus pada televisi itu.

“Aku sama sekali tidak terlibat skandal dengan Hae Yong. Aku dan dia sama sekali tidak terikat hubungan apapun.” Jelas Park Shi Hoo yang menegaskan tidak ada skandal antara dirinya dan lawan mainnya di film terbarunya.

“Bukankah ada pihak yang membocorkan bahwa sebelum kalian bekerjasama dalam film ini, kalian sudah sejak lama tinggal bersama?” tanya wartawan infotaiment yang membuat Park Shi Hoo menatap tajam kearah wartawan itu

“Aku tidak akan berkomentar apapun soal itu.” Tandas Shi Hoo sambil melanjutkan jalannya menuju mobil pribadinya.

“Jika anda tidak memberi konfirmasi, itu berarti berita bahwa anda sudah sejak lama tinggal bersama Hae Yong tanpa ikatan pernikahan memang benar?” tanya wartawan yang sama lagi.

Shi Hoo menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah wartawan itu. “Kubilang hentikan!” tandasnya lagi dengan wajah yang terlihat marah.

So Yeon menggelengkan kepalanya. “Sombong sekali sikapnya.” Komentar So Yeon akhirnya.

“Tentu saja dia akan bersikap seperti itu. Dia khan putra pemilik perusahaan kosmetik terbesar di Korea. Seorang aktor pula.” Kata Eun Soo yang membuat So Yeon menoleh kearahnya. “Tapi tenang saja. Aku bukan tipe orang seperti Shi Hoo yang seenaknya. Jadi, secepatnya kita adakan pernikahan.” Kata Eun So yang membuat So Yeon melongo parah.

***

So Yeon melangkahkan kakinya dengan tanpa minat. Pertemuannya dengan Eun Soo sungguh membuatnya pusing. Pernikahan? Secepatnya? Dengan seorang ahjussi yang lebih pantas di panggilnya Appa? Lebih baik menjadi perawan tua saja.

“Saengil Chukae, hyung!” sapa seseorang dari belakang So Yeon yang sambil berlari hingga membuat So Yeon hampir terjatuh karena tidak sengaja tertabrak. Untung saja namja itu dengan sigap menggamit pinggang So Yeon.

So Yeon mengerjapkan matanya. Dia baru saja akan melepaskan tangan Shi Hoo dari pinggangnya tapi ternyata Shi Hoo lebih dulu melepas tangannya. “Yeoja pembawa sial.” Komentar Shi Hoo sambil mencibir.

So Yeon tercengang. Dia segera melepas heelsnya dan bersiap melemparkan heels itu pada Shi Hoo yang sudah berjalan menjauh. Tapi niat itu hanya niatnya saja saat kedua matanya menangkap sosok orang yang sangat dikenalnya tengah berdiri di antara para tamu undangan. So Yeon segera memakai heelsnya sebelum menjadi pusat perhatian orang-orang. So Yeon segera membetulkan rambutnya dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“So Yeon-ah!” panggil seseorang yang membuat So Yeon mengeluh dalam hati. Secepat itukah aku di kenal? Menyebalkan. Orang yang sangat tidak ingin di temuinya malah datang dan muncul di depannya. “Kau membohongiku.” Kata Hyun Shik sambil tersenyum lebar.

So Yeon sungguh malu. Berbohong! Ketahuan! Belum ada dua hari pula! Bodoh!!! “Bagaimana bisa kau ada disini?” tanya So Yeon dengan nada pelan dan kedua mata mencari sosok Gong Chan.

Hyun Shik tertawa memamerkan lesung pipinya. “Temanku ternyata teman baik Gong Chan. Dia mengajakku kesini.” Kata Hyun Shik sambil tersenyum penuh arti. Tiba-tiba tanpa So Yeon duga, Hyun Shik meraih kedua tangannya. “Apa kita bisa menikah?” tanya Hyun Shik tiba-tiba.

So Yeon sungguh malu kuadrat. Dia segera mencoba melepaskan tangan Hyun Shik yang ternyata menggenggam dengan erat. “Ya… aku tidak ingin menikah denganmu.” Kata So Yeon dengan suara pelan. Dia menjadi pusat perhatian orang banyak. Dan dia risih melihatnya.

Saat ini saja semua mata tengah tertuju pada So Yeon dan Hyun Shik. So Yeon sampai harus menundukkan kepalanya agar orang-orang tidak mengenal dirinya. “Aku tidak akan melepaskanmu sampai kau menerima lamaranku.” Kata Hyun Shik dengan nada tajam.

So Yeon mengerutkan dahi. Bagaimana bisa dia berbicara dengan nada tajam? “Apa maumu?” tanya So Yeon dengan nafas yang mulai memburu.

“Aku ingin menjadi penerus bisnis ayahmu. Jadi sebaiknya kita segera menikah.” Kata Hyun Shik sambil tersenyum. Manis sebenarnya. Tapi So Yeon merasa senyum Hyun Shik benar-benar senyuman licik. Menikahiku demi bisnis ayah?

So Yeon berusaha menarik tangannya tapi Hyun Shik masik menggenggam dengan kuat. “Lepaskan aku!” desis So Yeon. Hyun Shik hanya menggeleng.

Hal ini yang sangat di benci So Yeon! Dia tidak ingin menikah karena tidak ingin bisnis ayahnya yang dirintis sejak dia kecil hancur karena menantu yang hanya menginginkan harta tapi tidak mencintainya!

“So Yeon-ah! Apa kau mau menikah denganku?” tanya seseorang dengan suara keras yang membuat So Yeon dan Hyun Shik menoleh ke sumber suara.

So Yeon melongo saat melihat Park Shi Hoo berdiri di anak tangga utama dengan kedua tatapan yang mengunci So Yeon dan Hyun Shik.  Shi Hoo berjalan menuruni tangga tanpa mengalihkan pandangannya dari So Yeon dan Hyun Shik. So Yeon sampai tidak bisa berkata-kata saat Shi Hoo berdiri di sebelahnya.

“Lepaskan tangannya!” perintah Shi Hoo yang membuat Hyun Shik melepaskan tangan So Yeon tanpa sadar. Shi Hoo menarik kedua bahu So Yeon. Di dekatkan bibirnya ke telinga So Yeon. “Beraktinglah kau sangat mencintaiku. Dan semua masalah akan beres.” Kata Shi Hoo dengan suara pelan.

So Yeon masih terperangah dengan sikap Shi Hoo. Terlebih dengan lamaran dadakannya. Yeoja itu tidak berkata apapun dan membuat Shi Hoo langsung bertindak lebih dulu.

Shi Hoo langsung melingkarkan tangannya di tengkuk So Yeon dan mendekatkan wajah yeoja itu ke hadapan wajahnya. Dengan gerakan cepat, Shi Hoo langsung mencium bibir So Yeon yang masih membelalakan matanya. Sepertinya yeoja itu belum sadar ciuman pertamanya direnggut paksa oleh Shi Hoo.

***

So Yeon masih mengurung dirinya di dalam rumah. Dia sama sekali tidak berani keluar rumah. Para kuli tinta yang sedang mencari informasi tentang pernikahan mendadaknya dengan Shi Hoo masih menunggu di luar rumah.

Penjaga keamanan di rumah So Yeon tidak berhenti mengusir para kuli tinta yang nekat menerobos masuk ke dalam rumah. Para asisten rumah tangga So Yeon juga harus membanting tulang karena telepon berdering menanyakan kabar pernikahan putri majikan mereka.

So Yeon hanya memegang satu ponsel. Dua ponselnya yang lain terpaksa dimatikan karena pertanyaan bertubi dari orang-orang terdekatnya. Ponselnya hanya ada satu nomor. Milik Shi Hoo yang menyuruhnya ganti ponsel.

So Yeon masih duduk di bawah jendela kamarnya. Dia tidak berani membuka jendela karena takut terkena teror dari fans fanatik Shi Hoo. Sejak peristiwa ‘ciuman dadakan di pesta ulang tahun Gong Chan’, So Yeon terus mendapat teror. Entah boneka yang penuh dengan cat berwarna merah darah, boneka vodoo yang tertera namanya. Sampai-sampai kedua orang tua So Yeon ikut stress.

“Bagaimana ini?” keluh So Yeon yang entah keberapa kalinya. Wajahnya pucat karena tidak bisa menghirup udara segar di luar sana. So Yeon mengambil tablet PC-nya dan mencoba membuka akun twitternya. Yeoja itu menatap followers akun twitternya yang meningkat drastis. Tangan So Yeon bergetar saat melihat banyak sekali orang yang menghinanya.

“Ya! Kau apakan oppa kami sehingga dia mau menikah denganmu?”

“Gadis menjijikan!”

“Lebih baik kau mati daripada menikah dengan Oppa kami!”

“Menikah denganku saja, Noona!”

Tablet PC yang dipegang So Yeon mulai bergeser karena tangan penyangganya sudah mati rasa. Air mata So Yeon sudah mengalir. Yeoja itu membiarkan tablet PC-nya jatuh begitu saja saat kedua tangannya menangkup di depan wajahnya.

Shi Hoo yang baru datang ke rumah So Yeon hanya bisa terdiam menyaksikan calon istrinya menangis. Shi Hoo melangkahkan kakinya mendekati So Yeon. “So Yeon-ah.” Panggil Shi Hoo yang membuat So Yeon mendongak.

Kedua mata So Yeon yang memerah, hidung yang memerah bahkan air mata So Yeon masih mengalir. “Kenapa jadi seperti ini?” keluh So Yeon dengan kesal. Lamaran dadakan dari Shi Hoo benar-benar membuat hidupnya hancur berantakan!

Shi Hoo berniat akan meraih puncak kepala yeoja itu tapi So Yeon keburu menghindar. “Besok akan ada konferensi pers. Kau harus menyiapkan diri.” Kata Shi Hoo dengan suara pelan.

“Bagaimana jika orang-orang tahu kita menikah hanya sementara?” tanya So Yeon tajam. Gadis itu menatap Shi Hoo dengan pandangan dingin?

= To Be Continued =

Advertisements

18 thoughts on “Sudden Marriage | Part 1 | Complete

  1. djiulie says:

    seru mbak..
    tapi kayanya kecepetan alurnya..
    :3
    shihoo nya habis ngatain soyeon bawa sial, tiba2 ngelamar..
    jadi bingung saya..
    @_____@
    hyunshik nya ini hyunshik siapa yah omong2?

    nice story…
    cepet lanjut yah mbak..
    XD

    • Karra says:

      iya… emang kecepetan… aq juga bingung gimana biar bisa ngalir slow gitu. #garuk2 tanah….
      oh, masalah shi hoo yang mendadak ngelamar so yeon ya? itu akan di jelasin di part 3 ato 4 nanti. hhahahahah

      hyunshik ini aku bikin OC kok… hahahaha

      wah,, lanjutannya ditunggu ya djiu…
      gegara abang shi hoo lagi kena kasus aq jadi belum mood untuk melanjutkan. #poorAbangShiHoo

    • Karra says:

      males ngelanjutin #frontal amat
      gegara kasusnya Abang Shi Hoo jadi males ngelanjtin… 😦
      tapi ditunggu aja deh. sapa tau udah ga marah ama Abang SHi Hoo dan bisa lanjut lagi. kekeke

  2. Storm says:

    Eyyy..itu kenapa Si Ho tiba-tiba ngajak nikah? =,=
    Oppa! Jangan coba-coba nutupin scandal dengan scandal lain ya. Errr..

    Karraaa.. Aku datangggg berkunjungggg.. ^.^

    • Karra says:

      selamat datang storm….. hahahahaha
      ahahahaha…..
      ini mau aku lanjutin cuma abang saya lagi kena skandal2 itu jadi males ngelanjutin. kekekekkeek

Letter of Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s