[이야기] Love Me, Please | Gi Kwang version

Title : Love Me, Please…..

Author : Karra

Length : Oneshoot

Main Cast :

  • Gi Kwang B2ST as Gi Kwang
  • Park Min Rae [Original Cast]

Other Cast :

You can found after read this fanfiction. 🙂

Disclaimer : Ide cerita disini adalah murni pemikiran Karra. Tokoh disini hanya Park Min Rae yang milik Karra. Dan tokoh lainnya milik Tuhan dan saya. #dilempar.

Summary : Kau bodoh…. kenapa baru sekarang kau menyadarinya?

Gi Kwang dengan cepat menutup wajahnya sambil menurunkan ujung topinya. Berusaha menghalangi siapapun yang berniat melihatnya. Dalam hati dia sungguh marah. Kesal sekaligus dongkol!

Ini sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Dan istrinya? Ah ani…. orang yang tinggal di rumahnya yang sudah dinikahinya malah keluyuran. Gi Kwang sama sekali tidak berminat untuk menjemput yeoja itu pulang, tapi desakan dari Doo Joon membuatnya harus keluar dorm dan mencari yeoja sialan itu.

Kalimat Doo Joon pun masih terbayang di kepala Gi Kwang, “jika kau tidak membawanya pulang, kau tidak boleh kembali ke dorm!” dan Gi Kwang sangat kesal! Kenapa member B2ST yang lain berpihak pada yeoja itu? Menyebalkan bukan?

Gi Kwang merutuk dalam hati. “Kemana perginya yeoja sialan itu. Malam-malam begini ia pergi kemana?” rutuknya dengan nada suara bergetar. Gi Kwang kedinginan. Udara kota Seoul memang cukup dingin di malam hari pertengahan musim panas ini.

Berkali-kali Gi Kwang menurunkan ujung topinya sambil terus memastikan masker yang ada di wajahnya tidak turun. Bahkan deringan ponselnya sama sekali tidak di gubris. Gi Kwang pasti sudah dapat menebak bahwa yang menelpon adalah Doo Joon. Leader itu memang sedikit gila!

Gi Kwang menangkap sosok yeoja yang duduk di pinggir jalan sambil terus memegangi kepalanya. Namja itu memastikan penglihatannya. “Park Min Rae?” ujarnya pelan. Tangannya terkepal kuat saat melihat yeoja yang di carinya ternyata berada tidak jauh dari dorm dan dalam keadaan mabuk?  Yeoja sialan!

Gi Kwang melangkahkan kakinya dengan cepat menghampiri yeoja yang kini menatap aspal sambil tertawa kecil. Gi Kwang baru saja akan membentak yeoja itu saat yeoja tertawa dan hembusan nafasnya tercium oleh Gi Kwang. Bau alkohol. Sangat kuat lagi. Gi Kwang menundukkan kepalanya untuk melihat dengan jelas yeoja yang sedang mabuk itu.

“Park Min Rae?” ujar Gi Kwang pelan.

Yeoja yang dipanggil Park Min Rae itu mendongak. Menatap Gi Kwang dengan kedua matanya yang memerah. “Oppa!” sapanya kemudian kembali tertawa. Entah apa yang lucu.

Gi Kwang menggelengkan kepalanya dengan kesal. Bagaimana caranya ia membawa pulang yeoja itu? Jika tahu Min Rae mabuk, pasti dia akan di marahi oleh Doo Joon, Junhyung dan Hyunseung. Mereka bertiga adalah orang paling cerewet dengan keadaan yeoja yang ada di depannya ini.

Gi Kwang duduk di samping Min Rae. Namja itu segera mengeluarkan ponselnya dan menekan ponselnya. “Seobi, bantu aku. Yeoja sialan ini mabuk di pinggir jalan. Tidak jauh dari dorm.” Kata Gi Kwang saat ia menelpon Yo Seob.

“Baiklah. Aku akan kesana. Kau dimana?” tanya Yo Seob.

“Di depan minimarket Sa Sa.” Kata Gi Kwang sambil menoleh ke minimarket yang ada di belakangnya. “Aku tunggu.” Kata Gi Kwang akhirnya sambil memutuskan teleponnya.

Tatapan Gi Kwang beralih pada Min Rae yang masih sibuk meracau tidak jelas. Entah dia berbicara dengan bahasa mana yang jelas, Gi Kwang tidak mengerti dengan ucapannya.

“Kenapa kau menyusahkanku?” omel Gi Kwang sambil menjaga jarak dengan Min Rae yang sekarang sibuk memegang dadanya. “Kau mau muntah?” tanya Gi Kwang pelan.

Min Rae menatap Gi Kwang dengan pandangan sendu. Kedua matanya berair. Telunjuk yeoja itu mengarah padanya yang membuat Gi Kwang menatap Min Rae dengan pandangan bertanya. “Nappeun namja!” omelnya yang kemudian di sambut tawa riang dari Min Rae.

Gi Kwang membulatkan kedua matanya. “Dasar yeoja menyebalkan!” omel Gi Kwang kesal.

Yo Seob berjalan menghampiri keduanya dengan tergopoh-gopoh. “Kenapa dia?” tanya Yo Seob saat berjongkok di depan Min Rae.

Gi Kwang mengangkat bahunya. “Mollayeo. Saat aku menemukannya, dia sudah seperti ini.” Kata Gi Kwang tanpa rasa bersalah.

Yo Seob menepuk bahu Min Rae. “Min Rae, gwaenchanayeo?” tanya Yo Seob dengan hati-hati.

Min Rae mendongak.Yeoja itu kemudian tertawa. “Gwaenchana? Gwaenchana?” tanya Min Rae sambil mengikuti ucapan Yo Seob.

Ck! Yo Seob berdecak. “Bawa dia pulang ke dorm. Tidak baik membiarkan tubuhnya kedinginan seperti ini.” Kata Yo Seob sambil menunjuk Gi Kwang menggunakan dagunya.

Gi Kwang melotot. “Tidak mau! Aku tidak mau membawanya pulang. Kau saja yang membawanya!” tolak Gi Kwang dengan berapi-api. Dia benci yeoja sialan ini. Dia tidak ingin membawanya pulang. Biarkan saja ia kedinginan di sini. Jadi besok dia sudah pergi ke alam baka. Gi Kwang mengangguk mantap saat pikiran jahatnya muncul di kepalanya.

Yo Seob meninju lengan Gi Kwang. “Kau suaminya! Cepat bawa dia pulang!” omel Yo Seob lebih galak.

Gi Kwang akan membantah ucapan Yo Seob tapi mendadak Min Rae mengeluarkan isi perutnya dengan sekali muntahan. Gi Kwang menatap jijik ke arah Min Rae yang sibuk mengelap bibirnya menggunakan punggung tangannya. “Hiiiiyyy…” komentar Gi Kwang.

Yo Seob berjongkok dan mengusap-usap punggung Min Rae. “Keluarkan saja semuanya.” Nasehat Yo Seob sabar.

Min Rae menatap Yo Seob. “Aku mau pulang. Ke tempat yang tidak ada Gi Kwang.” Kata Min Rae pelan.

Yo Seob mengerutkan dahi. Bingung. Namja itu jelas bingung, Min Rae memang statusnya adalah istri Lee Gi Kwang. Tapi Lee Gi Kwang sama sekali tidak ingin mengakuinya. Dan selama ini Min Rae berusaha mendapatkan cinta Gi Kwang. Tapi yeoja itu bukannya mendapat cinta malah mendapat caci maki dari Gi Kwang. Yo Seob jelas kaget saat mendengar Min Rae tidak ingin kembali pada Gi Kwang.

Gi Kwang sibuk menaik turunkan tangannya dengan semangat. “Horeeee… dia tidak ingin tinggal bersamaku!” kata Gi Kwang bahagia.

Yo Seob menatap Gi Kwang dengan pandangan kesal. “Cepat bawa ia pulang!” perintahnya.

Gi Kwang menunjuk Min Rae yang masih berjongkok sambil mengelus-elus dadanya. “Dia tidak ingin pulang ke tempat yang ada aku.” Kata Gi Kwang yang mengulangi permintaannya Min Rae.

Yo Seob melepas sepatunya dan bersiap melemparkan pada Gi Kwang. “CEPAT BAWA DIA PULANG!” Seru Yo Seob yang membuat beberapa pasang mata menoleh ke arahnya.

Gi Kwang menelan ludah dan buru-buru menggendong Min Rae di punggungnya. Yo Seob kalau marah memang mengerikan.

***

Doo Joon dan Junhyung bersandar di pintu kamar Min Rae dan Gi Kwang. Keduanya menatap Min Rae yang sudah tertidur pulas. Dong Woon kini sedang menyelimuti Min Rae. Gi Kwang sedang di marahi habis-habisan oleh Hyunseung.

“Bagaimana dia?” tanya Junhyung cemas.

Dong Woon menggeleng. “Gwaenchana, hyeong. Dia sudah tidur dan tadi sudah minum obat pengurang mabuk.” Kata Dong Woon sambil menatap Min Rae.

Doo Joon membalikkan badannya dan berjalan ke ruang tengah. Junhyung menutup pintu kamar Min Rae dan Gi Kwang begitu Dong Woon berjalan keluar kamar. Junhyung juga ikut berjalan mengikuti Doo Joon dan Dong Woon.

Gi Kwang masih terlihat kesal. Selalu seperti ini jika Min Rae berbuat ulah. Gi Kwang yang kena omelan dari Hyeong-nya. Apesnya, kali ini Min Rae mabuk!

Gi Kwang hanya sanggup memainkan ponselnya. Dia tidak berani menatap Hyunseung. Menyeramkan. Walau badannya memang lebih besar daripada Hyunseung, tetap saja omelan Hyunseung membuatnya takut.

“Dia istrimu! Bukan istri kami! Kenapa setiap dia membuat masalah, kami yang harus menanggungnya?!” sentak Hyunseung kesal.

Yo Seob datang ke ruang tengah sambil membawa segelas air minum. “Kelak kau pasti kena karma.” Kata Seobi yang kemudian menegak minumannya.

Gi Kwang melirik kesal pada Seobi yang sekarang duduk di samping Junhyung. “Aku tidak menginginkan adanya pernikahan ini. Eomma dan Appa yang menginginkan pernikahan ini.” Bela Gi Kwang.

“Kalau begitu ceraikan dia.” Usul Doo Joon sambil menatap tajam Gi Kwang.

Gi Kwang menatap leader-nya dengan cepat. “Bagaimana bisa aku menceraikannya. Aku bisa-bisa tidak dianggap anak oleh Eomma dan Appa!” tandas Gi Kwang malas.

Doo Joon kembali terlihat berpikir. “Jika semakin lama kau menyembunyikan pernikahan ini di depan media, kita akan habis.” Katanya sok bijak.

Gi Kwang menghela nafas. “Aku tidak mencintainya. Dan cepat atau lambat, dia pasti akan meminta cerai dariku.” Kata Gi Kwang sambil tersenyum.

Junhyung dan Hyunseung menghela nafas. Keduanya saling pandang. Entah apa yang mereka pikirkan.

“Min Rae!” pekik Dong Woon saat keluar kamar mandi dan mendapati Min Rae terjatuh dalam posisi duduk di depan ruang tengah. Gi Kwang, Doo Joon, Junhyung, Hyunseung dan Yo Seob langsung menoleh ke arah Min Rae. Ternyata Min Rae mendengar pembicaraan mereka!

Min Rae menghapus air matanya. “Benar. Kita menikah karena paksaan. Dan kau sama sekali tidak mencintaiku.” Kata Min Rae pelan. Di tatapnya Gi Kwang yang juga sedang menatapnya.

Gi Kwang langsung beranjak dari sofa dan berjalan mendekati Min Rae. “Min Rae…” panggil Gi Kwang sopan.

Min Rae langsung beranjak dan berlari masuk ke dalam kamarnya. Entah apa yang ia lakukan. Tapi sesuatu ada yang terjatuh.

Doo Joon dan Dong Woon saling berpandangan dan mengetuk kamar Min Rae. “Min Rae. Ini sama sekali tidak seperti yang kau dengar.” Kata Doo Joon pelan.

Pintu kamar terbuka. Hampir saja Dong Woon terjatuh jika tidak tahan oleh Min Rae. Min Rae menggendong tas ransel yang sepertinya berisi boneka teddy bear. “Kau urus saja perceraian kita. Aku tidak ingin berhubungan lagi denganmu.” Kata Min Rae tajam sambil menatap Gi Kwang.

Gi Kwang seperti salah tingkah. Tidak ada satupun kata yang ia ucapkan.

Baiklah! Jika ini memang maumu! Aku akan mengikuti kemauanmu! Min Rae segera menerjang keenam orang yang ada di depannya. “Aku pergi.” Kata Min Rae sambil membuka pintu depan dan langsung menutupnya.

Dong Woon seakan tersadar. Kelima orang lainnya juga ikut tersadar. Yang mereka alami bukanlah mimpi. Dong Woon berlari keluar dorm menyusul Min Rae. “Chankaman…” kata Dong Woon sambil menarik tangan Min Rae dan terpaksa membalikkan tubuh Min Rae.

Yeoja itu menangis. “Lepaskan aku. Aku akan pergi.” Kata Min Rae sambil berusaha meredam tangisnya.

Dong Woon memeluk Min Rae. “Kau mau kemana? kau lupa orang tuamu berada di Jepang saat ini?” kata Dong Woon yang berusaha menenangkan Min Rae.

Min Rae sesegukkan di dada Dong Woon. “Aku mencintainya. Aku bahagia saat tahu sudah di jodohkan dengannya. Tapi dia sama sekali tidak bisa membalas cintaku. Aku lelah, Woonie…” kata Min Rae sambil terisak.

Dong Woon mengusap-usap punggung yeoja itu. Tapi gerakannya malah membuat Min Rae semakin terisak. “Kau tenanglah. Gi Kwang hyeong, hanya bercanda.” Kata Dong Woon.

Min Rae melepaskan pelukan Dong Woon. Di tatapnya Dong Woon. “Aku pergi. Aku lelah.” Kata Min Rae sambil menghapus air matanya. Bisa ia lihat Gi Kwang, Doo Joon, Yo Seob, Junhyung dan Hyunseung keluar dari apartemen dorm mereka.

Min Rae menarik nafas panjang. “Kau jaga diri.” Kata Min Rae akhirnya sambil membalikkan badannya dan berjalan cepat menuju pinggir jalan. Menanti taksi.

“Kenapa kau tidak menahannya?” omel Junhyung sambil berusaha mengejar Min Rae.

Dong Woon menatap Gi Kwang dengan sinis. “Hyeong, aku bahagia saat tahu kau dijodohkan dengan Min Rae. Tapi aku sangat tidak rela jika sahabatku kau permainkan seperti ini! Kau bukanlah pria sejati!” seru Dong Woon sambil memukul wajah Gi Kwang hingga namja itu terpelanting.

Yo Seob langsung menahan amukan Dong Woon. Doo Joon membantu Gi Kwang berdiri. Hyunseung hanya mampu menatap Dong Woon tanpa berkata apa-apa. Hyunseung menoleh ke arah Junhyung yang sedang berbicara dengan Min Rae. Entah apa yang Junhyung katakan, tetapi Min Rae tersenyum kecil!

“Kenapa kau memukulku?” seru Gi Kwang yang terpancing emosinya.

Dong Woon hendak mengatakan kalimat kasar lagi saat mendapati tatapan tajam dari Doo Joon. Dong Woon melangkahkan kakinya dengan kesal memasuki apartemen dorm setelah menepis tangan Yo Seob.

Yo Seob dan Doo Joon menghampiri Min Rae dan Junhyung. Keempatnya terlibat pembicaraan serius. Bahkan Doo Joon, Yo Seob, Gi Kwang, Hyun Seung dan Junhyung sama sekali tidak peduli keadaan sekitar.

“Sebenarnya kau sudah jatuh cinta pada yeoja itu.” Kata Hyunseung dengan nada pelan.

Gi Kwang mengusap-usap wajahnya sambil menatap Hyunseung. “Apa maksudmu?”

“Saat kita sedang tour ke berbagai negara, orang yang selalu kau cemaskan adalah Min Rae, bukan?” tanya Hyunseung.

“Hanya sekedar formalitas. Nanti dia mengadu pada eomma dan appa kalau aku tidak memperhatikannya.”

Hyunseung menggelengkan kepalanya. Tidak percaya. Namja itu akhirnya tersenyum. “Kau bahkan sudah menciumnya.” Kata-kata itu meluncur begitu saja tanpa sempat di cegah.

Gi Kwang menoleh dengan cepat. “Apa maksudmu, hyeong?”

“Saat Min Rae menangis karena terpaksa putus dengan kekasihnya dulu, bukankah pernah menciumnya?” tanya Hyunseung sambil tertawa geli.

Wajah Gi Kwang memerah. “Karena itu aku berusaha tidak menyukainya!” tandas Gi Kwang sambil membalikkan badannya dan berjalan memasuki apartemen dorm-nya.

Hyunseung menatap Min Rae yang tengah membungkukkan badannya pada Doo Joon, Junhyung dan Yo Seob. Sebuah taksi berhenti di dekatnya. Hyunseung berlari mendekati Doo Joon, Junhyung, Yo Seob dan Min Rae.

“Kau mau kemana?” tanya Hyunseung cemas.

Min Rae menyunggingkan senyuman khas miliknya. “Aku akan ke Busan. Masih ada bus terakhir yang menuju ke sana malam ini.” Kata Min Rae sambil menganggukkan kepalanya dan bergegas masuk taksi.

“Setelah sampai di Busan, kau harus segera menelpon kami.” Kata Junhyung yang di sambut anggukkan dari Min Rae. Min Rae segera melambaikan tangan pada mereka berempat. Taksipun segera berjalan.

“Dimana Gi Kwang dan Dong Woon?” tanya Yo Seob.

“Di dorm.” Kata Hyunseung santai.

***

Gi Kwang terpengkur di atas ranjang kamarnya. Bukan kamarnya sendiri. Tetapi kamarnya bersama dengan Min Rae. Tapi Gi Kwang tidak pernah mau tidur satu kamar dengan yeoja itu. Dia memilih tidur di ruang tengah saat semua anggota B2ST tertidur. Bahkan alasannya cukup masuk akal. Karena kelelahan akibat jalan-jalan di luar, Gi Kwang jadi tidur di ruang tengah.

Masih ada beberapa bingkai foto di atas meja rias. Foto Min Rae dan anggota B2ST yang lain saat liburan di Lotteworld. Ini sudah sembilan hari sejak Min Rae keluar rumah. Gi Kwang dan yang lainnya juga kembali beraktivitas seperti dulu sebelum kedatangan Min Rae. Bahkan Doo Joon, Junhyung, Dong Woon, Yo Seob dan Hyunseung sama sekali tidak menyinggung Min Rae.

Ponsel Gi Kwang bergetar. Ada satu panggilan masuk. Gi Kwang mengerutkan keningnya saat melihat nama Hara ada layar ponselnya. “Yoboseyo.” Sapa Gi Kwang.

Yoboseyo.” Sapa Hara.

“Aku tidak bersama Junhyung hyeong saat ini.” Kata Gi Kwang to the point. “Dia sedang keluar bersama Seobi.” Lanjut Gi Kwang.

Hara tertawa. “Mereka di sini.” Kata Hara yang membuat dahi Gi Kwang semakin berkerut. “Aku hanya ingin memberitahumu kalau Min Rae baik-baik saja. Walaupun dia susah sekali makannya hingga kurus seperti ini.” Kata Hara.

“Min Rae bersamamu?” tanya Gi Kwang antusias.

Ne! Kemarin dia bilang ingin menginap disini saat kembali dari Busan.” Kata Hara.

“Busan?” tanya Gi Kwang penasaran.

“Kau ingin berbicara dengannya?” tanya Hara.

“Tidak perlu. Aku lebih baik tanpanya.” Kata Gi Kwang cuek.

“Kau yakin?” tanya Hara sambil tertawa.

Ne! Aku tidak ingin berbicara dengannya.” Kata Gi Kwang tandas.

Arraseo…. aku tidak memaksamu lagi. Min Rae titip pesan untukmu.” Kata Hara yang membuat Gi Kwang mengerutkan dahi. “Beberapa hari lagi, ia akan mengajukan perceraian kalian. Jadi kau segera siapkan stempel milikmu.” Kata Hara. “Baiklah. Aku hanya menyampaikan pesannya padamu. Annyeong, Gi Kwangie!” kata Hara sambil menutup telepon.

Gi Kwang termangu mendengar ucapan Hara. Perceraian? Dia sama sekali tidak menginginkan adanya perceraian. Dia hanya ingin menikah sekali. Mudah sekali untuk Min Rae mengucapkan kalimat perceraian. Tidak boleh! Dia tidak boleh bercerai!

Gi Kwang segera keluar kamarnya dan buru-buru menyambar topi serta masker untuk menyamar. Gi Kwang akan pergi ke dorm Kara. Mencari Min Rae dan membuat yeoja itu tidak melayangkan surat cerai. Gi Kwang mendorong pintu depan dengan kasar.

Aigooo….” jerit seseorang sambil mengusap-usap kepalanya yang terantuk besi pagar pengaman.

Gi Kwang langsung mendekati yeoja itu yang sibuk mengaduh sambil mengusap-usap keningnya. “Mianhae. Aku tidak sengaja.” Kata Gi Kwang sambil membantu yeoja itu mengusap-usap keningnya yang benjol.

Pabo namja!” semprot yeoja itu kesal sambil mendongakkan kepalanya. Yeoja itu terkejut melihat Gi Kwang yang tangannya masih berada di kening yeoja itu. “Gi Kwang?” rapal yeoja itu pelan.

Gi Kwang ikut terpaku saat melihat yeoja itu. “Min Rae? Sedang apa kau disini?” tanya Gi Kwang heran sambil menarik tangannya dari kening Min Rae.

“Kudengar Dong Woon sakit dan menyuruhku menjenguknya.” Kata Min Rae sambil terus mengusap-usap kepalanya.

“Kenapa kau tidak langsung masuk?” tanya Gi Kwang heran sekaligus bingung.

Min Rae menyipitkan kedua matanya. “Aku tidak ingin bertemu denganmu. Makanya aku menunggu di luar. Berharap Doo Joon oppa akan segera datang.” Kata Min Rae kesal. “Siapa sangka malah bertemu denganmu.” Gerutunya.

“Dong Woon tidak sakit. Bahkan hari ini dia pergi ke Lotteworld bersama….” Gi Kwang menghentikan ucapannya saat menyadari sesuatu. Min Rae juga menundukkan kepalanya saat menyadari sesuatu. “Dasar menyebalkan!” komentar Gi Kwang.

“Kalau begitu, aku kembali saja. Annyeong.” Kata Min Rae sambil menggendong kembali tas ranselnya dan membalikkan badannya menuju lift.

Gi Kwang langsung menarik tangan Min Rae. “Aku akan mengajakmu ke suatu tempat.” Kata Gi Kwang sambil berjalan mendahului Min Rae memasuki lift.

“Kita akan kemana?” tanya Min Rae saat lift itu mulai bergerak turun.

“Nanti kau juga tahu.” Kata Gi Kwang dengan mata tertuju lurus pada pantulan dirinya dan Min Rae di pintu lift.

***

Min Rae membelalakkan kedua matanya. Namsan Tower! Sudah lama ia ingin pergi kesini. Tapi karena dulu tidak punya pasangan, dia tidak mau kesini. Dan saat ia menjalin kasih dengan Minho dulu, dia tak mau kesini juga karena takut di serang Shawol. Dan sekarang ia malah kesini bersama orang yang statusnya adalah suami Min Rae.

“Apa kau suka?” tanya Gi Kwang penasaran.

Min Rae mengangguk. “Suka sekali. Sudah lama aku ingin kesini.” Kata Min Rae sambil melihat-lihat gembok cinta yang berada di pinggir menara. “Belikan satu untukku! Aku juga ingin memasangnya disini.” Kata Min Rae sambil menengadahkan tangannya.

“Kau mau memasangnya?” tanya Gi Kwang tidak yakin. Min Rae mengangguk mantap. Gi Kwang memiringkan kepalanya dan berjalan ke salah satu toko untuk membeli sepasang gembok dan pulpen.

Gi Kwang menyodorkan sebuah gembok berwarna biru kepada Min Rae. “Gomawo.” Kata Min Rae sambil mengambil pulpen yang di sodorkan Gi Kwang dan menuliskan sesuatu di atas gembok itu.

Gi Kwang juga ikut menuliskan sesuatu di atas gembok berwarna kuning pucat miliknya. “Kau sudah selesai menulis?” tanya Gi Kwang yang disambut anggukkan Min Rae.

“Aku akan memasangnya.” Kata Min Rae sambil mencari tempat kosong. Dia berjalan menyusuri pagar dengan perlahan. Dan akhirnya menemukan satu tempat. “Disini!” kata Min Rae sambil melambai pada Gi Kwang.

Gi Kwang berjalan cepat menghampiri Min Rae. Namja itu menyembunyikan senyumnya di balik masker. Gi Kwang mengamati Min Rae yang tengah memasang gemboknya. Tulisan di gembok Min Rae akhirnya terbaca. ‘Semoga Gi Kwang bisa mencintaiku’. Gi Kwang langsung terdiam. Tangannya meremas gembok miliknya tanpa sadar.

“Saatnya kau yang memasang.” Kata Min Rae sambil menunjuk tempat kosong di sebelah gemboknya.

Gi Kwang menarik Min Rae kedalam pelukkannya yang membuat yeoja itu sempat memberontak karena kaget. Kedua tangan Gi Kwang memasang gembok miliknya di dalam gembok milik Min Rae. Tulisannya pun terbaca. ‘Biarkan aku terus mencintainya’.

“Gi Kwang…” panggil Min Rae lirih.

“Kau harus memanggilku chagiya!” kata Gi Kwang sambil mempererat pelukannya.

Shireoyeo!” kata Min Rae cuek.

Chagiya!” paksa Gi Kwang lagi. “Jika kau tidak memanggilku chagi, aku akan menciummu disini.” Kata Gi Kwang lagi.

Andwae! Kalau orang-orang tahu kau adalah salah satu member boyband terkenal bagaimana?” tanya Min Rae panik.

Gi Kwang tersenyum sambil menurunkan maskernya dan membuat banyak pasang mata menatapnya heran dan kemudian tersenyum. “Panggil aku chagi sekarang.” Perintah Gi Kwang yang membuat Min Rae mendongak kesal.

Shireoyeo….” kalimat Min Rae terputus saat bibir lembut Gi Kwang menempel di bibirnya.

Gi Kwang melepas ciumannya. Kedua tangannya memegang kepala Min Rae. “Kelak, kau harus memanggilku Chagiya! Arra?!” omel Gi Kwang yang disambut anggukkan kepala Min Rae.

Pabo!” omel Min Rae yang disambut pelukan Gi Kwang. “Kenapa kau baru menyadari sekarang? Bukan setelah kau menciumku dulu?” omel Min Rae.

Gi Kwang tertawa renyah. “Tidak apa-apa bukan? Yang penting aku membalas cintamu.” Kata Gi Kwang sambil mempererat pelukannya.

Min Rae mencibir di pelukan Gi Kwang. Dadanya lega. Akhirnya ganjalan itu terlepas juga. Berkat Junhyung yang memberitahunya kalau Gi Kwang pernah menciumnya. Aaaahhhh….. plooonggg rasanya….

 

***FIN***

Advertisements

15 thoughts on “[이야기] Love Me, Please | Gi Kwang version

  1. djiulie says:

    aaaaaaaaaaahhh..
    bikin sirik!!
    tapi untung aku sukanya ama si magnae Dongwoon..
    XD
    ini kikwang ver?
    brarti ada minrae ver ya mbak??
    #sok tau
    omng2 liat di komen atas, ff ini ada cerita sebelumnya ya??
    manaaaa~~??
    tokohnya dongwoon pulaaa…
    XD
    nice FF mbak!!
    unyu lucu romantis..
    XD

    • Karra says:

      iya. Ini ada cerita sebelumnya. Haha. Ff yang kubuat taun lalu. Haha. Ubek2 aja blogku cari yang judulna saengil chukae dongwoon. Itu aku ambil dari sana. Nah, untuk versi berikutnya bukan min rae kok. Aku udah jarang banget masukin original cast. Mungkin ada, tpi udah ga banyak. Dan untuk versi berikutnya, aku mau bikin ff dengan cast utama member b2st yang lain. Gitu. Hoho. Gamsa djiu!

  2. yongbee says:

    ehhh,, berarti ini ada versi yg lain ya?? yg mana yaa?? aku kok kaya kenal dikit gitu ama situasinya..

    uwoo jadi gikwang ama minrae dijodohin,, tp cuma minrae yg cinta sepihak, sementara gikwang jual mahal… udah gitu dia pake nyiksa batin minrae gitu,, udah babo, nakal pula si kiwi ini *ditendang kiwi*

    aigoo untung aku udah ikhlas,, jadi begitu bawa2 nama hara aku udah gak gitu nyesek,,
    mungkin terlalu menghayati gikwang-minrae..

    hehehehe,, akhirnya si kiwi ngaku juga,, so sweet gitu pas di namsan,, pake maksa2 gimana gitusi kiwi… ckckck

    ditunggu FF romance-mu yg lain… kkkk

    • Karra says:

      ini FF sequel dari FF Saengil Chukae Dong Woon dulu ntu… aku ambil basicnya dari sana. terus,,,, aku terinspirasi ama FF Rinay yang dia buat untukku. kekeke
      Kiwi khan nakal… kekeke…
      Hiyaaaa…. awalnya aku ga mau masukin nama Hara lho. maunya Hyuna. tapi langsung mikir ulang.
      Kalo masukin Hyuna jatuhnya pasti malah ga jelas. #dipentung Hyuna.

      Ini romance gagal eonnie… hahahaha….

Letter of Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s