[이야기] 214 Love | Chapter 3

Author : Karra

Title : 214 Love

Main Cast :

  • Lee Gi Kwang B2ST as Gi Kwang
  • Bang Yong Guk B.A.P. as Bang Yong Guk
  • Hyosung SECRET as Bang Hyosung
  • Nam Jihyun 4Minute as Nam Jihyun

Length :3 of ?
Disclaimer : Saya hanya mengadaptasi dari film saja dan dengan penambahan dikit-dikit karena saya sedikit lupa dengan dialog-dialog mereka. :) tapi jangan me-repost fanfiction ini. © Karra2012.

Gi Kwang menatap ‘rumahnya’ dari atas atap hingga di depan pintu. “Hyosung, kalian sungguh tinggal di tempat seperti ini?” tanya Gi Kwang.

Hyosung yang sedaritadi terus memberengut langsung menatap Gi Kwang. “Kalau Eomma dan Appa tau kalian bertukar tempat seperti ini, aku tidak akan membantu!” omel Hyosung sambil berjalan membuka pintu rumah.

Gi Kwang menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Seulas senyum kecil langsung menghiasi wajahnya. Gi Kwang buru-buru mengikuti langkah Hyosung. Penyamarannya sebagai Yong Guk akan dimulai disini. Semoga saja tidak langsung ketahuan.

“Rumah ini kecil sekali!” komentar Gi Kwang sambil memperhatikan rumah sederhana itu. Hyosung yang berada di depan TV langsung menatap Gi Kwang kesal.

“Kau tidak perlu menghina keluarga kami.” Katanya sinis yang membuat Gi Kwang mengangguk-angguk paham sambil mengangkat tangan kanannya.

Hyosung menyalakan televisi. Berusaha mengalihkan perhatiannya dari tuan muda yang kini bertukar tempat dengan kakaknya. Belum ada sehari, Hyosung sudah merindukan Yong Guk. Walaupun Gi Kwang dan Yong Guk berwajah sama, sifat mereka berbeda. Gi Kwang jarang sekali bercanda. Sedangkan Yong Guk selalu bercanda.

“Aku lapar. Buatkan aku makanan.” Kata Gi Kwang sambil duduk di sofa di belakang Hyosung.

Hyosung menoleh kearah Gi Kwang yang duduk sambil celingukkan. “Kau pergi ke dapur, masak ramyeon sendiri.” Omel Hyosung kesal.

Gi Kwang ganti menatap Hyosung. “Aku adalah tamu disini. Cepat siapkan makanan.” Kata Gi Kwang dengan nada merajuk.

Hyosung mendelik kesal. “YA! Kau yang meminta oppa untuk bertukar tempat denganmu! Kenapa kau sekarang menyuruhku seperti pesuruh?” omel Hyosung kesal.

Gi Kwang ganti mendelik kesal pada Hyosung. “Kau pemilik rumah ini khan? Aku tidak biasa memasak di tempat sekecil ini!” kata Gi Kwang tanpa bermaksud merendahkan. Tetapi yang di dengar Hyosung adalah nada merendahkan!

Hyosung menarik nafas panjang. “Pergilah ke rumahmu sana! Aku benci melihatmu disini!” kata Hyosung pelan sambil berjalan memasuki kamarnya.

Gi Kwang menatap Hyosung dengan alis terangkat. Apa dia marah padaku? Saat bersama Yong Guk, Hyosung selalu tersenyum.

Gi Kwang memegang perutnya yang melilit. Dikeluarkannya ponsel seri terbaru dan mulai menghubungi seseorang. “Nam Jihyun! Antarkan makanan ke rumah Yong Guk. Disini tidak ada makanan sama sekali. Kau tahu, aku tidak bisa makan di sembarang tempat.” Cerocos Gi Kwang saat Jihyun di seberang sana mengangkat teleponnya.

Sajangnim.” Kata Jihyun pelan. Berusaha sopan terhadap bosnya.

“Ada apa? Apa terjadi masalah?” tanya Gi Kwang cemas.

“Yong Guk-ssi… dia membersihkan lantai dasar hotel yang membuat beberapa pegawai langsung membantunya. Belum lagi manajer Cho langsung menyuruh semua pegawai untuk membantu Yong Guk.” Lapor Jihyun dengan nada hati-hati.

Gi Kwang menghela nafas panjang. “Pesankan aku makanan dulu. Aku tidak mau dilihat banyak orang di sini.” Kata Gi Kwang.

Ne.” Kata Jihyun patuh.

“Suruh Yong Guk menghubungiku secepatnya. Dan kau jangan lupa terus mengawasi Manajer Cho.” Kata Gi Kwang sambil menutup sambungan teleponnya.

Gi Kwang memijat pelan keningnya. Kenapa Yong Guk melakukan hal konyol seperti itu? Reputasinya sebagai dewan direksi akan hancur.

Pintu depan terbuka. Jantung Gi Kwang langsung berdegup kencang saat melihat sosok wanita paruh baya berjalan masuk dengan membawa beberapa kantung kertas berisi boneka. Boneka?!

Gi Kwang langsung menghampiri wanita paruh baya itu. Pasti dia eomma Hyosung dan Yong Guk. “Kubantu.” Kata Gi Kwang sambil mengambil beberapa kantung dan membawanya ke meja kecil di depan televisi.

Eomma hanya memiringkan kepalanya sedikit. “Dimana Hyosung?” tanya eomma yang membuat Gi Kwang menunjuk pintu kamar Hyosung. “Hyosung-ah!” panggil eomma yang membuat Hyosung keluar kamar dengan wajah memberengut. “Kau kenapa?” tanya eomma yang terlihat aneh dengan sikap Hyosung.

Hyosung menggeleng. “Aniya. Aku sedang tidak mood hari ini.” Kata Hyosung cuek sambil duduk di samping eomma dan mulai mengambil sebuah tempat yang dibentuk dari bambu dan berisi bermacam-macam benang dan jarum.

“Yong Guk.” Tatapan eomma langsung beralih pada Gi Kwang yang sedang memperhatikannya. “Kau tidak menemani appa?” tanya Eomma penasaran.

Gi Kwang langsung mengerjap kaget. Menemani appa? Memangnya ‘appanya’ kenapa? Tatapan Gi Kwang langsung beralih pada Hyosung yang langsung menghela nafas panjang.

Oppa akan menemaniku pergi nanti eomma.” Kata Hyosung sambil membantu eomma memasang mata boneka.

Gi Kwang mengangguk. Mengiyakan pernyataan Hyosung.

“Kau mau pergi kemana? Bertemu Himchan?” tanya eomma yang membuat wajah Hyosung kembali pucat.

Eomma! Aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan Himchan oppa! Dia yang memaksa kami berpisah. Jadi kumohon, jangan membahasnya lagi.” Kata Hyosung dengan nada tinggi dan tidak menggunakan bahasa formal seperti biasanya.

Gi Kwang menatap Hyosung dan eommanya. Himchan? Siapa pula dia?

Pintu depan di ketuk. Gi Kwang segera berlari membuka pintu. Ternyata delivery makanannya sudah datang. Gi Kwang baru saja mengulurkan uang, mendadak dia menyadari sesuatu. Yong Guk tidak suka makanan delivery. Kalau ketauan Hyosung sama sekali tidak masalah. Karena Hyosung tahu dia dan Yong Guk bertukar tempat. Tapi eomma? Celaka!

Nuguya?” tanya eomma yang membuat Gi Kwang segera mengibaskan tangan pada pelayan yang mengantarkan pizza untuk segera pergi.

Gi Kwang langsung kebingungan mencari alasan. Mendadak dia mendapat ide cemerlang. Gi Kwang membawa kotak berisi pizza  ke ruang tengah. “Ada seseorang yang membeli pizza tapi dialamatkan disini.” Kata Gi Kwang sambil meletakkan bungkusan pizza itu diatas meja.

Tawa Hyosung langsung pecah. Di tatapnya Gi Kwang tanpa sempat berkata apa-apa. Tawa Hyosung langsung membuat dahi eomma berkerut.

“Siapa yang mengirimkannya?” tanya eomma curiga.

Gi Kwang mengangkat bahu sambil melemparkan isyarat pada Hyosung untuk menghentikan tawanya.

Hyosung yang melihat isyarat yang diberikan Gi Kwang langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Di bukanya bungkus pizza itu dan mengambil sepotong pizza dan langsung melahapnya. “Enak….” komentar Hyosung pelan.

“Itu bukan milikmu, Hyosung-ah!” kata eomma sambil merebut potongan pizza di tangan Hyosung.

Hyosung hendak protes tapi mendapat tatapan tajam dari eomma. “Kembalikan.” Kata eomma yang membuat Gi Kwang dan Hyosung langsung menatap eomma dengan wajah kebingungan. “Pizza ini bukan milik kalian! Cepat kembalikan!” kata eomma dengan nada tegas.

Hajiman…” kata Gi Kwang terpotong karena mendapat tatapan tajam dari eomma.

Eommaaaa…” rengek Hyosung sambil bergelayut manja di bahu eomma. “Anggap saja kita menemukannya.” Kata Hyosung sambil memainkan alis matanya.

Eomma menggeleng. “Tidak boleh. Pizza ini bukan milik kalian.” Kata eomma sambil menutup tempat pizza itu. “Kembalikan, Yong Guk.” Kata eomma dengan nada tegas lagi.

Gi Kwang menatap Hyosung. Celaka! Dia tidak memperhitungkan alasannya yang sangat tidak masuk akal itu. Gi Kwang mengambil pizza itu dan berjalan keluar rumah. Sayang sebenarnya membuang-buang makanan.

“Jangan di buang. Kita makan di tempat lain saja.” Kata Hyosung yang muncul tiba-tiba dari dalam rumah dan langsung menggamit tangan Gi Kwang.

Gi Kwang langsung kalang kabut. “Bagaimana jika ada yang mengenaliku?” tanya Gi Kwang cemas.

Hyosung mendelik kesal padanya. “Pabbo! Di tempat seperti ini siapa yang akan mengenalimu yang merupakan salah satu dewan….” kalimat Hyosung terpotong karena tangan Gi Kwang langsung membungkam mulutnya.

“Kalau kau mengatakan itu semua orang akan tahu bahwa aku bukan kakakmu. Arra?” kata Gi Kwang sambil melepas tangannya dari mulut Hyosung.

Hyosung mencibir kesal. “Menjijikkan sekali mulutku kau pegang dengan tangan kotormu!” omel Hyosung sambil menghapus bekas tangan Gi Kwang di bibirnya.

“Kita akan makan dimana?” tanya Gi Kwang sambil mengangkat kotak pizza itu.

“Kita makan saja di taman.” Kata Hyosung sambil menunjuk taman bermain anak-anak yang tidak cukup jauh dari mereka berdiri sekarang.

Gi Kwang mengendikkan bahunya. “Baiklah. Makan di taman bermain juga tidak masalah.” Kata Gi Kwang sambil berjalan mendahului Hyosung ke arena taman bermain.

Hyosung hendak melangkahkan kakinya saat melihat gerombolan laki-laki yang sibuk bercengkerama dan tertawa. Astaga! Gi Kwang sama sekali tidak dapat beladiri! Jika dia dianggap Yong Guk, dia akan celaka!

Gi Kwang duduk di salah satu ayunan dan membuka kotak pizza itu. Baunya harum walaupun sudah agak dingin. Baru saja dia akan memasukkan potongan pizza ke mulutnya saat Hyosung menarik tangannya dengan kencang.

Kajja! Kita segera pergi dari sini!” kata Hyosung panik.

Gi Kwang mendelik kesal pada Hyosung. “Kau tidak lihat aku mau makan?” tanya Gi Kwang kesal.

“Tidak ada waktu untuk makan! Cepat kita pergi dari sini!” kata Hyosung sambil menarik tangan Gi Kwang dan membuat laki-laki itu melepaskan potongan pizza di tangannya serta menjatuhkan kotak pizza yang tadi diletakkan di pangkuannya.

“Kenapa kita harus lari?” tanya Gi Kwang saat Hyosung mengajaknya lari ke gang-gang sempit. Gadis itu sama sekali tidak takut tersesat di perkampungan padat penduduk seperti ini. Gi Kwang menyadari ada segerombolan laki-laki yang mengejarnya dan Hyosung.

Tangan Gi Kwang langsung berbalik menggenggam tangan Hyosung. Hyosung yang sempat terperangah langsung mengikuti Gi Kwang yang berlari keluar perkampungan padat penduduk.

—Karra 2012—

Yong Guk duduk di kursi sambil menumpangkan kakinya diatas meja. Jihyun yang berdiri di sampingnya menelan ludah.

“Yong Guk-ssi.… segera turunkan kakimu.” Kata Jihyun yang disambut pelototan tajam dari mata Yong Guk. Segera saja Jihyun menundukkan kepalanya. Dia takut dengan laki-laki yang mirip dengan Gi Kwang ini. Walaupun Gi Kwang terlihat tegas dengan semua karyawannya, tapi di saat Gi Kwang bersantai, dia akan ramah pada karyawannya. Berbeda dengan Yong Guk yang seenaknya sendiri melakukan apa saja sesuai keinginannya.

“Aku lapar.” Kata Yong Guk sambil menurunkan kakinya.

Jihyun menatap bos palsunya sambil terus bergumam dalam hati, “Nam Jihyun…. kau harus sabar menghadapinya.” Jihyun langsung tersenyum dan mengangkat wajahnya. “Kau mau makan apa? Semua urusanmu sudah di serahkan padaku.”

Yong Guk terlihat berpikir. “Apa hotel ini memiliki restoran?” tanya Yong Guk sambil beranjak dari kursi kebesarannya.

Jihyun mengangguk. “Ada. Di lantai paling atas. Jika kau mau…”

“Aku mau makan disana.” Potong Yong Guk sambil berjalan keluar ruangan kerjanya. Laki-laki itu sedikit terkejut melihat manajer Cho berada di depan pintu. “Kau mencariku?” tanya Yong Guk dengan sikap arogan.

Manajer Cho hanya tersenyum kecil sambil menggeleng. “Tidak. Saya lewat saja.” Kata Manajer Cho. “Sajangnim akan kemana?”

Yong Guk menunjuk lift yang tidak jauh dari mereka berdiri. “Makan. Kau sudah makan?” tanya Yong Guk berbasa-basi. Dia sudah di beritahu Gi Kwang untuk menyelidiki manajer Cho.

Manajer Cho mengangguk. “Silahkan sajangnim. Kebetulan saya sudah makan, jadi tidak bisa menemani anda.” Kata Manajer Cho sambil tersenyum.

Yong Guk mengangguk-angguk. “Baiklah. Aku makan dulu.” Kata Yong Guk sambil berjalan ke arah lift. “Jihyun! Ikut aku makan!” perintah Yong Guk yang membuat Jihyun menundukkan kepalanya sekilas pada manajer Cho dan segera menyusul Yong Guk.

Lift berdenting dan pintu terbuka. Yong Guk dan Jihyun segera masuk kedalam lift. “Apa kau mencurigai manajer Cho?” tanya Jihyun akhirnya.

Yong Guk menatap pantulan dirinya dan Jihyun di pintu lift. “Menurutmu?”

Jihyun mengangguk. “Pasti kau mencurigainya.” kata Jihyun yakin.

Yong Guk mengangguk. “Apa dia mendengar pembicaraan kita di dalam?”

“Entahlah. Tapi kuharap dia tidak mendengarnya. Aku belum siap dipecat dini.” Kata Jihyun kalem.

Yong Guk tertawa dan membuat Jihyun tertegun. Ini pertama kalinya Jihyun melihat Yong Guk tertawa. Dulu ia pernah tertawa di depan Hyosung. Gadis yang kini bersama Gi Kwang. Tapi statusnya gadis itu adalah adik Yong Guk.

Lift berdenting. Pintu lift terbuka. Ada seorang ibu dan anak kecil yang hendak turun. Yong Guk dan Jihyun segera keluar dari lift.Yong Guk terus memperhatikan ibu yang terlihat sangat hati-hati dengan keselamatan anaknya. Rasa iri menyergap hati Yong Guk.

“Mendadak aku tidak ingin makan.” Kata Yong Guk yang membuat Jihyun menoleh dengan cepat.

“Kau belum makan sejak tadi, bukan?” tanya Jihyun sedikit cemas.

Yong Guk mengangguk. “Tapi sekarang aku tidak lapar lagi.” Kata Yong Guk sambil membalikkan badannya dan berjalan menuju tangga utama. Kaki panjangnya terus menuruni anak tangga dengan sikap santai.

Jihyun yang memakai high heels langsung mencelos. “Menyebalkan. Seenaknya sendiri!” gerutu Jihyun sambil berjalan mengikuti Yong Guk.

Langkah Yong Guk mendadak terhenti yang membuat Jihyun langsung menghentikan langkahnya secara tiba-tiba sebelum terjatuh bersama Yong Guk. Tangan Jihyun mencengkeram jas yang dikenakan Yong Guk.

“Kenapa berhenti mendadak?” gerutu Jihyun kesal dengan suara pelan. Dia tidak ingin dianggap karyawan kurang ajar. Berani membentak bos sendiri.

Yong Guk menunjuk kerumunan karyawan yang sibuk membersihkan sesuatu. Manajer Cho terlihat membentak karyawan-karyawan hotel itu sambil mengacungkan tangannya. “Apa yang dia lakukan?” tanya Yong Guk heran.

Jihyun mengendikkan bahunya. “Entahlah.” Kata Jihyun.

Belum sempat Jihyun mencegah kenekatan Yong Guk, laki-laki itu sudah lebih dulu menyeruak kerumunan karyawan itu dan membuat bentakan Manajer Cho terhenti. “Ada apa ini?” tanya Yong Guk dengan suara beratnya.

Jihyun kini berada di kerumunan paling depan. Keselamatan Yong Guk di hotel SG adalah tanggung jawabnya. Permintaan dari Gi Kwang tentunya.

Manajer Cho langsung tersenyum. “Tidak apa-apa. Hanya ada masalah kecil antara karyawan dan pelanggan.” Kata manajer Cho sambil menautkan kedua tangannya berkali-kali.

“Masalah kecil apa?” tanya Jihyun spontan. Gadis itu segera menutup mulutnya menggunakan tangan kanannya.

“Nam Jihyun! Kau jangan sekali-sekali menyela pembicaraan kami! Kau mau di pecat?” tanya Manajer Cho dengan suara tinggi.

Jihyun langsung pucat pasi. Gadis itu segera menundukkan kepalanya. “Mianhae.” Kata Jihyun lirih.

“Kau berani memecatnya tanpa seijinku?” tanya Yong Guk dengan nada tajam.

Manajer Cho langsung menundukkan badannya. “Mianhae sajangnim. Aku bersikap lancang.” Kata Manajer Cho sopan.

Yong Guk mengalihkan tatapannya pada dua karyawan yang terus menundukkan kepalanya. “Ada yang mau kalian sampaikan?” tanya Yong Guk ramah.

Kedua karyawan itu menggeleng dengan cepat dengan kepala yang masih tertunduk.

“Kalian mau dipecat jika tidak segera memberitahuku apa yang terjadi!” bentak Yong Guk yang membuat Jihyun menyembunyikan senyum kecilnya. Dia sudah bersikap seperti layaknya bos.

“Kami tidak sengaja menumpahkan air sabun di lantai ini dan membuat teman Manajer Cho terjatuh dan Manajer Cho akan memecat kami.” Kata salah satu karyawan itu yang membuat Yong Guk langsung menatap tajam ke arah Manajer Cho.

“Karena masalah kecil seperti itu?” tanya Yong Guk.

“Ne, Gi Kwang sajangnim.” Kata beberapa karyawan yang ikut berkerumun di situ.

Ck! Yong Guk berdecak kesal. “Kalian sudah membawa teman manajer Cho ke rumah sakit?” tanya Yong Guk yang disambut angggukan dari dua karyawan itu. Yong Guk menghela nafas panjang. Dia mengamati lantai hotel yang terlihat mengkilap. Pasti belum di bersihkan.

Yong Guk melepas jas yang ia pakai dan memberikannya pada Jihyun. Laki-laki itu juga menggulung lengan kemeja putihnya hingga batas siku. Dia mengambil alat pel dari karyawan tadi dan segera mengepel lantai.

“Gi Kwang sajangnim. Kau tidak perlu melakukan itu.” Kata Manajer Cho.

“Daripada kau terus berteriak seperti tadi, lebih baik kau bersihkan saja tadi. Membuang waktu saja!” omel Yong Guk kesal.

Jihyun terus menyembunyikan senyumnya. Yong Guk! Kau gila! Tepat saat itu ponselnya berdering. Ini ringtone yang di set untuk panggilan dari Gi Kwang sajangnim. Jihyun segera mengangkat panggilan itu.

Jihyun mendengarkan permintaan Gi Kwang. Dasar bos gila! Dia menyuruhnya mengirimkan makanan? Tidak Gi Kwang maupun Yong Guk, keduanya sungguh gila!

“Ada apa? Apa terjadi masalah?” tanya Gi Kwang di seberang sana dengan suara cemas.

Jihyun menghela nafas. “Yong Guk-ssi… dia membersihkan lantai dasar hotel yang membuat beberapa pegawai langsung membantunya. Belum lagi manajer Cho langsung menyuruh semua pegawai untuk membantu Yong Guk.” Kata Jihyun hati-hati.

Gi Kwang memberikan perintah padanya. Jihyun mengangguk paham. Gi Kwang akhirnya memutus teleponnya. Pandangan Jihyun beralih pada Yong Guk yang kini sedang asyik mengepel. ‘Aku pasti akan direpotkan kedua orang ini.’

Yong Guk baru saja bersantai di pinggir kolam ikan di tengah lantai dasar. Wajahnya terlihat lelah namun senyuman terukir disana. Ponsel laki-laki itu berdering. “Hyosung!” gumam Yong Guk yang membuat Jihyun yang sedang membawakan minuman untuknya langsung menghentikan langkah.

“Ada apa?” tanya Yong Guk gembira. Raut wajah Yong Guk langsung berubah drastis saat telepon itu terputus. “Brengsek!” desis Yong Guk kesal.

“Aku dan Gi Kwang di kejar orang-orang yang mencarimu!”

Kalimat Hyosung barusan langsung terngiang di kepala Yong Guk!

 

– To Be Continue –

Advertisements

18 thoughts on “[이야기] 214 Love | Chapter 3

  1. cutedarkclouds says:

    ehem ehem, oke tuker-tukeran pun tak terelakkan, hahahahhaa
    hemm kiwi jadi yongguk? yongguk jadi kiwi?? ane selalu berdoa biar gak kejadian beneran, mau jadi apa dunia ini kalo 2 orang itu beneran tuker tempat??? ahehehehehe *ngawur*

    wah jangan-jangan yongguk nanti jatuh hati sama hyosung nih *curiga*
    ane ngebayangin yongguk pake jas rapih (?) hahahhahaaaa

    • Karra says:

      bener-bener Ty… saya pasti bakalan gantung diri kalo Gi Kwang ama Yong Guk tukeran tempat beneran. kekeke
      ditunggu next chap ya ty.. kekeke

  2. yongbee says:

    walaaahhh,, mereka tukeran tempat??!!
    emang semirip apa mereka ampe gak ada yang nyadar kalo gikwang bukan gikwang dan yongguk bukan yongguk…
    *ngakak guling2*

    hmmm jadi mereka mau menyelidiki manjer cho,,,
    jangan2 manajer cho ada hubungannya sama kasus ibunya si kembar jaman dulu kala?? *sotoy kumat*

    ealaahhh ada-ada aja pake dikejar2 preman segala,, itu pasti musuhnya si yongguk tuhh..
    gimana nasib si gikwang… model dia di gebuk dikit langsung tepar *inget mv i like you the best*
    bahaya dong kalo nanti yongguk tiba2 dateng nyelamatin mereka,, ntar ketauan dehh kalo yongguk ada dua(?)

    ahh saya berspekulasi mulu,, lanjut ke chapter berikutnya…
    Good job saeng!! 🙂

    • Karra says:

      anggap aja begitu dah eonn… kekeke
      kalo di film Judwaa, Salman Khan khan maen peran dobel jadi mirip banget…
      Anggep aja Yong Guk ama Kiwi juga mirip banget. kekeke
      #author tukang maksa.

      bener-bener… ada kasus sama ibunya si kembar. kekekeke

      di film Judwaa, Salman Khan juga dikejar-kejar penjahat. kekeeke
      eh, bisa klop lho eon… saya juga ngebayangin si Kiwi lemah kayak di mv ntu. kekekeke

      Gamsa ya eonnie…..

      • yongbee says:

        oooowwhhhh,,,, jadi judulnya Judwaa tohh…
        abis aku kalo ntn bolly tuh jarang apal judul…hahaha
        iya kan aku aja ampe sekarang kalo ngeliat kiwi keingetnya yang di mv itu,,, LOL

      • Karra says:

        iya.. judulnya Judwaa. kekekeke
        aku juga ga tau judul. ga tau nama. cuma apal muka…
        makana aku search di google terus nemu yang maen salman khan terus film-nya judwaa…
        bagus ya eonn.. kekekek
        Padahal kiwi khan ga lemah.. huhu… badannya kayak terminator begitu.. cuma mukanya yang bego cenderung lemag. kekeekeke

  3. alfianiluthvi says:

    aku nemu ff ini dari ffindo tapi dsna masih part 1 karena penasaran aku cari2 deh pake nama authornya, nemu deh dsini dr part 1 smpe selese.. aku suka sama ffnya, bagus. ceritanya ringan enak dbaca, meski awalnya sempet bingung ama alurnya tapi selebihnya bagus. penggunaan bahasanya juga aku suka. eheh
    ah aku penesaran sama part selanjutnya, boleh minta password buat part selanjutnya? mungkin lancang ya baru komen sekali lgsung minta password, tapi aku beneran penasaran deh.. ehehe thank you

    • Karra says:

      hihihih…. iya… karena disana aku selalu posting di ffindo kalo ffnya udah kelar.
      Wah bingung ya ama alurnya? dirimu belum baca prolognya ya berarti? #apa dah
      waaahhhhh……. gomaptaaa…..

      boleh kok baca part selanjutnya…. dirimu ada twitter ga?
      kalo ada aq mention ato dm passwordnya. 🙂

      • alfianiluthvi says:

        hihi cepetnya dibales.. iya aku belum baca prolognya, gatau klo ada prolognya malah.. ah kmu udah aku follow tar aku mention koneksinya masih ngadat banget ini.. hehe thank you

Letter of Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s