[이야기] 214 Love Chapter 2

Author : Karra

Title : 214 Love

Main Cast :

  • Lee Gi Kwang B2ST as Gi Kwang
  • Bang Yong Guk B.A.P. as Bang Yong Guk
  • Hyosung SECRET as Bang Hyosung
  • Nam Jihyun 4Minute as Nam Jihyun

Length : 2 of ?
Disclaimer : Saya hanya mengadaptasi dari film saja dan dengan penambahan dikit-dikit karena saya sedikit lupa dengan dialog-dialog mereka. :) tapi jangan me-repost fanfiction ini. © Karra2012.

Yong Guk menangis. Hyosung terus memeluk kakaknya kuat-kuat seolah tidak ingin dipisahkan. Ayahnya sudah kembali dari pelarian. Ibunya menangis tersedu-sedu. Nasi sudah menjadi bubur. Tidak dapat disesali lagi. Bukan salah Yong Guk sepenuhnya. Semuanya terjadi karena takdir dari Tuhan.

“Ayah menemukanmu di depan sebuah toko di ujung jalan. Awalnya ayah akan membawamu ke kantor polisi. Tapi Ayah saat itu sedang melarikan diri dari kejaran penagih hutang, bagaimana bisa ayah datang ke kantor polisi.” Kata Ayah sambil mengusap-usap punggung putranya.

“Kemudian Ayah membawamu pulang. Saat itu Ibumu sedang mengandung Hyosung. Kemudian kami sepakat untuk merawatmu hingga kau dewasa.” Kata Ayah yang membuat Yong Guk semakin terisak.

“Itu sebabnya surat lahirku dan Hyosung palsu?” tanya Yong Guk sambil menghapus air matanya. Tangannya terus memegang erat tangan Ibunya.

“Iya. Kami tidak tahu siapa orang tua kandungmu. Dengan terpaksa membuat surat lahir palsu. Dan sengaja membuat surat lahir palsu juga untuk Hyosung. Semua orang akan curiga jika Ibumu menggendong bayi pada saat dia sedang mengandung.” Kata Ayahnya yang berusaha memberi pengertian pada Yong Guk.

Hyosung menangis sambil terus memeluk Yong Guk. “Oppa…” rintihnya dengan nafas tersengal. Air matanya terus mengalir. “Oppa… walau kau bukan saudara kandungku, aku tetap adikmu.” Kata Hyosung yang membuat Ibunya langsung memeluk kedua anaknya.

Yong Guk memejamkan kedua matanya. Kenyataan pahit ini sungguh diluar dugaannya. Hidup itu rumit. Dan hidup Yong Guk sudah terlalu rumit. Dia tidak akan mengurai kerumitan itu. Dia akan menjalani hidup yang sudah rumit ini.

—Karra 2012—

Hyosung pulang ke rumah dengan wajah yang memerah dan air mata yang terus mengalir. Ibunya yang berada di dalam kamar langsung menemui putrinya. “Ada apa?” tanya Ibunya cemas.

“Himchan memutuskan hubungan kami, Bu.” Kata Hyosung sambil menangis di pelukan ibunya. “Dia bilang kita ini bukan keluarga terpandang. Bahkan dia menghina ayah.” Kata Hyosung sambil terus mengadu. Hanya Ibu yang dapat ia jadikan sandaran saat ini.

Ibunya memandang putrinya dengan tatapan kecewa. “Sudah kubilang pada ayahmu untuk segera berhenti meminjam uang, tapi dia selalu seperti itu.” Gerutu Ibunya kesal sambil mengambil ponselnya diatas meja untuk menghubungi suaminya.

“Kenapa tidak diangkat?” omel Ibu sambil meletakan ponselnya keatas meja.

Hyosung terus menangis. “Dia lebih memilih wanita lain yang bekerja di hotel SG. Ibu… kenapa hidup ini tidak adil?” kata Hyosung sambil terisak.

“Kau kenapa?” tanya Yong Guk saat membuka pintu rumah. Ditangannya membawa beberapa bahan makanan yang akan dimasak oleh Ibu.

Hyosung menghapus air matanya. “Tidak apa-apa. Hanya bertengkar dengan Himchan.” Kata Hyosung sambil mengubah air mukanya. Yong Guk pasti akan menghajar Himchan jika tahu Himchan memutuskannya.

“Ini, Bu.” Kata Himchan sambil menyerahkan barang yang ia bawa. Tatapan laki-laki langsung beralih pada Hyosung. “Bertengkar karena apa?” tanya Yong Guk sambil duduk didepan Hyosung.

“Tidak apa-apa.” Kata Hyosung sambil beranjak memasuki kamar. Dikuncinya pintu kamar. Dan Yong Guk sama sekali bingung. Tidak biasanya Hyosung mengunci diri di dalam kamar hanya karena masalah kecil. Jadi ini pasti masalah besar. Tapi karena ia tidak tahu penyebabnya jadi dia harus bersabar untuk tidak memukul Himchan sekarang.

—Karra 2012—

Hyosung memasuki lobby hotel SG. Dia sedikit kebingungan dengan petugas Valet yang menatapnya tajam. Tapi tujuannya hanya satu. Bertemu dengan gadis bernama Eunjung. Gadis yang merebut Himchan darinya.

Karena sibuk mencari sosok Eunjung, Hyosung sama sekali tidak menyadari bahwa ada seseorang yang berjalan mendekatinya dengan tangan membawa catatan dan kepala tertunduk. Dan tabrakan keduanya sama sekali tidak terelakkan. *baiklah.. saya menyadari ini adegan yang sangat standar. Kekeke*

Hyosung terjatuh ke sisi kanan sedangkan seseorang yang menabraknya terjatuh ke sisi kiri. Beberapa pegawai resepsionis langsung menghampiri orang itu dan membantu orang itu berdiri. Hyosung segera bangkit dan menatap orang yang menabraknya.

Seorang laki-laki yang mengenakan setelan jas. Rambut depannya sebagian menutupi wajahnya. Ditambah laki-laki itu sibuk memeriksa catatannya dan akhirnya mengangkat wajahnya.

Hyosung tersentak kaget. Tubuhnya limbung. Akan terjatuh jika tidak ditahan oleh seseorang.

Gi Kwang memiringkan kepalanya. Kaget dan takjub. Baru pertama kali ini dia melihat seseorang yang melihat Gi Kwang seperti hantu. “Maaf, aku tidak sengaja menabrakmu.” Kata Gi Kwang sambil menundukkan kepalanya.

“Kau….” Kata Hyosung terpotong. Ada rasa tidak percaya. Tapi ini memang kenyataan. Di depannya sosok yang sangat ia kenal. Tapi kenapa berubah penampilan seperti ini? Rambut bewarna putih yang biasa ada dikepala Yong Guk kini beralih menjadi rambut berwarna merah tua dan cenderung gelap. Dan pakaian yang dikenakannya sungguh membuat orang takjub.

Gi Kwang mengamati gadis di depannya. Terlihat sederhana. “Maaf…” kata Gi Kwang lagi yang sepertinya membuyarkan lamunan Hyosung.

Hyosung langsung menghampirinya dan memeluk Gi Kwang dengan erat. “Oppa! Kau cepat sekali berubahnya. Kenapa kau cepat sekali mengubah gaya rambutmu?” tanya Hyosung riang.

Jihyun yang tadi menolong Gi Kwang dan menahan tubuh Hyosung tercengang. Gi Kwang terlihat kaget dengan kelakuan orang asing yang tiba-tiba memeluknya. “Lepaskan aku. Kau siapa?” tanya Gi Kwang sambil berusaha melepaskan pelukan Hyosung.

Hyosung melepaskan pelukkannya dan menatap Gi Kwang sambil menggembungkan pipinya. “Kau ini jahat sekali. Pura-pura tidak mengenalku.” Gerutunya kesal.

Gi Kwang menyerahkan catatannya pada Jihyun. “Aggashi… aku memang tidak mengenalmu. Kau ini siapa?” tanya Gi Kwang lembut. Dia menganggap gadis di depannya ini gadis gila.

Hyosung memukul tulang rusuk Gi Kwang yang membuat Gi Kwang mengaduh. “Oppa. Kau ini keterlaluan. Aku ini adikmu. Apa kau sudah ingat?” omel Hyosung yang membuat Gi Kwang kebingungan.

“Keamanan…” panggil Jihyun yang membuat beberapa orang yang memakai seragam hitam dan berjaga-jaga di setiap sudut hotel menghampiri Gi Kwang, Jihyun dan Hyosung. “Suruh gadis ini segera keluar.” Kata Jihyun yang disambut anggukan dari petugas keamanan.

“Tunggu sebentar.” Perintah Gi Kwang yang membuat petugas keamanan itu menghentikan langkahnya. “Aggashi… aku ini anak tunggal. Aku tidak memiliki adik.” Kata Gi Kwang yang membuat Hyosung menggeleng tidak percaya.

Tiba-tiba ponsel Hyosung berdering. Hyosung segera menerima panggilannya tanpa sempat memperhatikan layar ponselnya. “Yeobosaeyo…” kata Hyosung saat menerima panggilan itu dan memberi isyarat agar Gi Kwang menunggunya selesai menelpon.

“Kau dimana? Aku mencarimu. Ibu bilang kau pergi keluar!” omel seseorang yang membuat Hyosung segera mengalihkan pandangannya pada Gi Kwang.

“Op.. Op.. Oppa..” kata Hyosung terbata.

“Kau ini kemana? Cepat bilang!” perintah Yong Guk diseberang sana dengan nada marah.

Kepala Hyosung mendadak berat. Seakan diberi beban lima puluh kilogram. Gi Kwang segera menangkap tubuh Hyosung saat gadis itu terjatuh pingsan. Ponselnya masih menyala di tangan gadis itu. Gi Kwang menatap ponsel gadis itu dengan dahi berkerut.

—Karra 2012—

Gi Kwang menuruni tangga utama hotel dengan ponsel yang ditempelkan di telinga kirinya. Tangan kanannya sibuk memegang pagar pembatas tangga. Kedua matanya sibuk mencari sesuatu.

Langkah Gi Kwang terhenti di depan tangga utama. Seorang laki-laki yang mungkin seumuran dengannya sibuk meronta-ronta pada dua petugas keamanan yang berusaha menghalangi laki-laki itu masuk hotel. Tidak heran sebenarnya. Laki-laki itu tampak berantakan. Dengan jaket jeans dan celana sobek-sobek. Seperti berandalan.

Laki-laki itu meronta sambil berusaha menendang petugas keamanan lain. Tiba-tiba Gi Kwang terjengkang. Kaki Gi Kwang berusaha menendang depannya. Refleks. Bahkan Gi Kwang kebingungan dengan hal konyol yang ia lakukan.

Laki-laki itu meronta dengan kekuatan yang ia punya sampai membuat kedua petugas keamanan itu terjatuh. “Aku ingin bertemu dengan adikku! Kenapa kalian menghalanginya?” semprot Yong Guk sambil menendang salah satu petugas keamanan.

Kaki kanan Gi Kwang spontan mengikuti apa yang dilakukan oleh Yong Guk. Karena Gi Kwang tidak mahir beladiri, kaki kirinya tidak sanggup menahan tubuhnya dan akhirnya terjatuh.

Tatapan Gi Kwang tidak sengaja terarah pada Yong Guk yang siap menendang lagi. Ternyata sumber masalah dia menjadi konyol adalah orang itu. “Berhenti!” perintah Gi Kwang dengan nafas ngos-ngosan sambil berdiri dengan tangan bersandar di pagar tangga.

Untung semua pegawai tengah memperhatikan Yong Guk memukuli petugas keamanan dan tidak menyadari sikap konyol seorang dewan direksi. Salah seorang petugas keamanan langsung mencekal lengan Yong Guk dan membuat laki-laki itu menoleh kesal. “Ada yang berniat buruk disini, Pak.” Kata salah seorang petugas keamanan sambil membawa Yong Guk menghadap Gi Kwang.

Yong Guk terkejut melihat Gi Kwang. Begitu juga dengan Gi Kwang. Keduanya spontan menundukkan kepalanya bersama agar tidak ada yang menyadari kemiripan mereka berdua.

“Kau ikut aku.” Kata Gi Kwang sambil menepuk bahu Yong Guk.

Yong Guk mengangguk pelan dan tidak mengangkat wajahnya. Langkahnya mengikuti Gi Kwang menuju ruangan Gi Kwang yang terletak di lantai paling atas. ‘Kenapa wajahku mirip dengannya? Jika rambutku berwarna cokelat tua sepertinya, semua orang akan mengira kami ini kembar. Tapi tidak mungkin aku kembar.’ Pikir Yong Guk.

Gi Kwang juga tidak mengucapkan sepatah katapun. Bibirnya terus terkunci rapat. Langkahnya bahkan terasa lebih cepat. Dan dia mempersilahkan laki-laki yang sedari tadi berada di belakangnya memasuki ruangan kerjanya.

Yong Guk menutup pintu ruangan Gi Kwang. Laki-laki itu kemudian menatap Gi Kwang dengan takjub. “Apa kita ini kembar? Tanya Yong Guk langsung.

Gi Kwang balas menatap Yong Guk. “Mana kutahu. Orang tuaku tidak pernah menceritakan apapun.” Kata Gi Kwang pelan sambil mengamati Yong Guk. “Kalau kau sedikit merawat tubuhmu dan mengganti warna rambutmu, kita akan terlihat mirip.” Kata Gi Kwang pelan.

“Tidak mungkin kebetulan seperti ini.” Cerocos Yong Guk.

“Pantas gadis itu langsung mengenaliku. Ternyata wajah kita hampir mirip.” Kata Gi Kwang cuek. “Aku tidak mau mengakui wajah kita sama.” Kata Gi Kwang lagi yang membuat Yong Guk mencibir.

“Tentu saja! Aku juga tidak mau mengakui wajah kita sama!” omel Yong Guk kesal. “Siapa namamu?” tanya Yong Guk sambil duduk di sofa di tengah ruangan.

“Gi Kwang. Lee Gi Kwang.” Kata Gi Kwang sambil duduk di depan Yong Guk. “Kenapa saat kau menendang tadi, aku spontan mengikutimu?” tanya Gi Kwang penasaran. Detak jantungnya kembali berdebar. Yong Guk juga merasakan hal yang serupa. Di pegangnya dada kirinya.

“Kenapa saat aku bertemu denganmu, jantungku berdetak lebih kencang?” tanya Yong Guk yang mengabaikan pertanyaan Gi Kwang.

“Kau juga merasakan hal yang sama?” tanya Gi Kwang antusias. Yong Guk baru saja akan menjawab, pintu ruangan Gi Kwang terbuka. Muncullah Jihyun di depan pintu.

“Apa saya boleh masuk?” tanya Jihyun sopan.

Yong Guk segera menepi ke dekat jendela. Dia masih ingin berbincang dengan Gi Kwang. Tapi gadis itu sungguh mengganggunya.

“Masuklah.” Kata Gi Kwang sambil melirik Yong Guk yang sibuk melihat pemandangan di luar jendela.

Jihyun duduk di depan Gi Kwang. “Saya ingin melaporkan hasil transaksi minggu kemarin. Saya sudah memeriksa laporan keuangan, dan saya menemukan kejanggalan.” Kata Jihyun sambil menunjukkan beberapa poin penting lembaran-lembaran kertas yang ia bawa.

“Kejanggalan?” tanya Gi Kwang heran. Belum genap seminggu dia bekerja di sini tapi sudah ada kejanggalan laporan keuangan. Jihyun memang merangkap resepsionis dan dan bendahara disini.

Jihyun mengangguk. “Sebelum bapak disini, saya selalu menemukan kejanggalan dalam administrasi. Tapi setiap saya merevisi laporan keuangan, Tuan Cho selalu menolaknya.” Kata Jihyun.

Tuan Cho? Gi Kwang melirik Yong Guk yang masih berdiri di dekat jendela. ‘Apa tidak apa-apa membicarakan masalah keuangan di depannya?’ pikir Gi Kwang.

Tiba-tiba Yong Guk menoleh dan menatap Gi Kwang. “Apa?” tanya Yong Guk kesal.

Gi Kwang segera mengalihkan tatapannya. “Akan kuselidiki lagi.” Kata Gi Kwang yang membuat Jihyun mengangguk dan memohon pamit. Gi Kwang mengangguk mempersilahkan gadis itu keluar ruangannya.

Yong Guk segera menghampiri Gi Kwang. “Dimana adikku?” tanya Yong Guk cemas.

Gi Kwang menunjuk pintu yang berada di dalam ruangan kerjanya. “Di dalam sana.” Kata Gi Kwang yang membuat Yong Guk langsung berlari menuju pintu itu dan segera membukanya.

Sebuah kamar mewah. Adiknya terbaring diatas tempat tidur. Yong Guk segera menghampiri Hyosung. “Hyosung.” Panggil Yong Guk sambil menepuk-nepuk pipi Hyosung.

Perlahan kedua mata Hyosung terbuka. Ditatapnya Yong Guk. “Oppa.” Katanya sambil memeluk erat Yong Guk.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Yong Guk cemas. Hyosung menggeleng.

Gi Kwang menatap kedua orang itu merasakan iri luar biasa. Selama dua puluh dua tahun dia hidup tanpa adanya saudara. Bagaimana rasanya memiliki saudara?

Hyosung melepas pelukannya. Gadis itu menoleh kearah Gi Kwang yang langsung buru-buru membuang arah pandangannya. “Bagaimana kalian bisa mirip? Kenapa hanya aku yang sadar? Kenapa pegawai disini tidak sadar?” tanya Hyosung cemas.

Yong Guk terdiam. Dia menatap Gi Kwang yang kini juga menatapnya. Tidak ada suara yang keluar dari bibir mereka. Hanya sorotan mata yang mampu berbicara diantara keduanya.

“Mungkin karena kau lebih lama mengenal salah satu diantara kami jadi kau bisa langsung mengenali.” Kata Gi Kwang sambil berjalan menghampiri Hyosung dan Yong Guk.

“Apa kalian saudara kembar?” tanya Hyosung sambil menggenggam erat tangan Yong Guk.

“Entahlah. Aku juga tidak tahu. Tapi yang jelas aku bukan kakak kandungmu. Jadi ada sedikit kemungkinan aku saudara kembarnya.” Kata Yong Guk sambil melirik Gi Kwang.

Gi Kwang langsung menolak. “Aku tidak memiliki saudara. Kau saja yang berpikir kita ini saudara kembar.” Cerocosnya.

“Lalu kenapa wajah kita mirip?” tanya Yong Guk kesal. Ditatapnya Gi Kwang dengan kesal.

Hyosung tersenyum miris. “Bahkan saat berbicara, kalian sama.” Kata Hyosung yang membuat Gi Kwang dan Yong Guk menatapnya.

—Karra 2012—

Gi Kwang melangkahkan kakinya memasuki rumah. Ditatapnya sekeliling rumahnya dan mendapati Ibunya sedang duduk di kursi roda dan memandang keluar jendela. Gi Kwang berjalan menghampiri Ibunya setelah memberikan tas kerjanya pada pembantu. “Ibu….” panggil Gi Kwang.

Ibunya menoleh. Kedua sorot matanya memancarkan kesedihan. Dibelainya wajah Gi Kwang.

“Ibu, apa aku benar putramu?” tanya Gi Kwang pelan.

Nyonya Lee seakan tertusuk tepat di hatinya. Air matanya kembali menetes. Gi Kwang buru-buru mengusap air mata Ibunya menggunakan ibu jarinya. Dipeluknya Gi Kwang. Menumpahkan air matanya di dada bidang putranya.

—To Be Continue—

NB : Akhirnya setelah lama saya mengetik ulang sejak hari jumat, saya berhasil menulis part 2 dengan selamat sentosa. #dzzziiingg

Mian ya.. lama banget update-annya. kompi saya rusak dan file ini ada di kompi. #pundung

terima kasih juga buat arum ama tya yang nanyain lanjutannya ff ini. #PD akut

Disini alurnya kecepetan.. jadi maaf jika tidak sesuai keinginan. namanya juga ngebut nulis dan ngebut inget2 lagi. #pundung lagi.

Gomawooooo

Advertisements

16 thoughts on “[이야기] 214 Love Chapter 2

  1. happyli1004 says:

    ga kerasa nih baru bentar baca udah selesai aja ._.
    oh ya emang kayanya kecepetan sih tapi tetep aja seru!
    film india apa ini ya? .-.
    aku mulai teringat gitu deh
    eon, itu yang poster sebelum ini aku ngerasa yongguk mirip dikit sama gikwang tapi kok di sini beda banget yah #jengjeng

    itu hyosung lucu langsung maen nyosor sok deket gitu ke gikwang
    awawaw ecieeee hahaha XD
    lucu!
    itu yongguk pasti sedih banget ya pas tahu dia bukan anak kandung 😦
    kira-kira ntar kelanjutannya gimana ya?
    apa si yongguk mendadak jadi cinderella man gitu yah?
    kalo dia ikutan kerja kaya gikwang pasti aneh plus lucu trus dia dibantu sama jihyun gitu eon buat kerja perdananya ntar pasti so sweet! XD kkk~

    keep writing eonnie! 😀

    • Karra says:

      nah itu dia…
      saya lupa judulnya.#gubrak
      khan udah lama banget saya ga pernah nonton film india jadul. #ketauan

      Soalnya….
      Bibirnya si Yong Guk di gigit. jadi ga begitu mirip.
      Pas di poster sebelumnya khan bibir mereka berdua ga ada yang digigit, jadinya keliatan sama.
      cumaaaa….
      susah nyari gambar mereka secara utuh. #apa coba bahasanya

      ditunggu part selanjutnya aja dah.
      moga saya bisa dapet mood nulis ne ff
      karena Gi Kwang berbeda 180 derajat bikin saya malas mengandai-andai. hahahah

      Gamsa saengi…

  2. yongbee says:

    muahahaha,, telat banget aku mampirnya… ._.

    aigoo kasian si aBang,, pasti galau banget tuh waktu tau kalo dia bukan abang kandungnya Hyosung..
    ohh jadi pas adegan nendang2 itu adegan ikatan batin mereka…
    emang sih agak kecepetan alurnya disini..
    kaya ada yg di skip2 gitu.. *apa aku yg otaknya skip ya??
    oia saeng kayanya ada beberapa typo nama dehh,, aku jadi bingung bacanya ._.v

    anyway….
    kiwi gak cocok jadi keren gini *ditendang
    tapi si aBang kereeeeeeennnnn!!!! emang yang beginian perannya cocok banget buat dia.. garang2 gimana gitu… ahhhh jadi demen(?)

    ini kedikitan saeng *banyak protes nih aku
    kayanya aku baru baca bentar ehh udahan aja… gak puas.. #duaghh
    jadi makin penasaran kan ama kelanjutan nasib si kembar ini…
    cepetan lanjutin yaaa…

    NICE FF!!

    betewe aku masi penasaran ama judul pilem india itu.. aku udah hunting2 lohh n ga ketemu judulnya ._____.

    • Karra says:

      emang di part ini saeng banyak banget skipnya… hahaha
      maklum eonnie… semakin lama daya ingat saeng semakin berkurang. hahaha
      lagian pas bikin chapter ini file lama saeng ilang jadi ngetik seadanya. hahahaha

      Emang disini Kiwi ga cocok peranna… itulah sebabnya saya rada males nulis di sini si kiwi ini… bikin keki sendiri… bukan jadi kiwi yang saeng kenal. hahahaha

      hayo cari lagi eonn… saeng udah tobat kalo suruh nyari lagi.. beneran dah lupa…
      pokoknya yang main badannya kekar tapi mukanya rada bloon. #dilempar….

  3. cutedarkclouds says:

    mian baru mampir qi 😀
    astagaaaaaaaaaa ane bener-bener ngebayangin nih adegan 2 orang sexy inih….ahahaha
    berasa nonton drama, asyik!!!!
    aduhhh tuh film…pen nonton….

    ane bingung mo komen apa, ane loncat next part yeh, pyeong!!

Letter of Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s