[이야기] Stupid Girl [Jpop]

Author : Karra

Title :  Stupid Girl

Main Cast :

  • Kamenashi Kazuya as Kame
  • Minoru Ichigo as Ichigo [Original Character]

Length : Oneshoot

Ratting : PG+15

Pairing : Straight

Language : Indonesia and litle Japanesse

Disclaimer : This story is mine. Ichigo my original character. And Kame is mine! #dikemplang. ©Karra2012

Summary : Jika ada yang bertanya apa kau sudah memiliki kekasih, jawablah kau sudah memiliki kekasih!

—Karra Jpop 2012—

Ohayoo gozaimasu!” suara cempreng itu benar-benar mengangguku setiap hari. Aku tidak perlu menoleh sebenarnya. Tapi jika aku tidak melihatnya, aku akan….

Ogenki desu ka?” teriaknya tepat di samping telingaku. Aku segera memukul kepalanya menggunakan gulungan buku tulisku yang sengaja kusiapkan. “Kau ini kenapa memukulku lagi, hah?” protesnya dengan wajah yang menjijikkan.

Aku segera memalingkan wajahku. Malas melihatnya memasang ekspresi seperti itu. Seperti Chibi Maruko Chan. Cengiran lebar. Rambut seperti Dora.

“Kame… Kau hari ini makan apa?” tanyanya sambil duduk di bangku di depan kursi yang kupakai. Aku juga tidak perlu melihat sekeliling kami. Sudah pasti banyak orang yang memperhatikan kami. Menyebalkan sekali. Aku kesal dengan gadis perusuh ini. Selalu membuat onar. Selalu membuat orang-orang menoleh dan mencibirnya.

“Aku mau makan apa, apa urusannya denganmu?” omelku kesal. Aku memejamkan kedua mataku erat. Berharap gadis berisik ini lenyap dari depanku.

“Kau ini…” gerutunya sambil memukul kepalaku dengan gulungan bukuku. Aku sontak membuka kedua mataku dan menatapnya garang.

“Kenapa kau memukulku? Ingat! Aku lebih tua darimu! Seharusnya kau hormat padaku!” omelku kesal. Aku tidak menghiraukan wajah kagetnya. Dengan kesal aku meninggalkan kelas dan berjalan menuju gudang kampus.

Selalu saja memanggilku, “Kame!” anak itu sungguh tidak sopan! Dasar Ichigo. Anak itu benar-benar selalu membuat ulah dimanapun aku berada. Tapi kurasa dia tidak akan mengikutiku kali ini. Dia takut dengan gudang ini. Itu sebabnya aku sering menghabiskan waktu disini daripada harus meladeni Ichigo.

Aku menyeret kursi kayu ke dekat pagar pembatas. Aku duduk di atas bangku itu sambil memandangi teman-teman kampusku yang berlalu lalang di bawah sana. Gudang kampus memang terletak di lantai atas kampusku. Jadi jarang sekali mahasiswa menghampiri tempat ini. Tapi jika menemukan mahasiswa disini, biasanya mereka sedang bercumbu. Tempat rahasia yang hanya di ketahui sedikit orang. Sayangnya karena aku sering kemari membuatku sering menangkap basah mahasiswa yang sedang bercumbu di dalam ruangan gudang dan akhirnya aku harus mengalah dan pergi.

Aku memejamkan kedua mataku. Merasakan hangatnya sinar matahari pagi. Setiap aku berada di kelas, gadis itu selalu menggangguku. Menyebalkan sekali dia. Kenapa dia seolah tidak takut padaku? Padahal mahasiswa lain hampir semuanya menjauhiku. Hanya dia yang selalu merecokiku hal-hal yang tidak penting.

Aku merasakan ada sesuatu yang melintas dengan cepat di depan kedua mataku. Aku membuka kedua mataku dan melihat sebuah sinar terang yang menyilaukan mataku dan membuatku harus menyipitkan mata untuk membuat mataku terbiasa dengan sinar terang itu. Jelas bukan sinar matahari. Masak iya bintang jatuh?

Aku mengerjap untuk melihat sosok di depanku ini. Malaikatkah? Apa waktuku hidup di dunia sudah habis? Berpakaian pink norak. Aku melongo melihat sosok di depanku.

Ohayoo.” Kata sosok itu sambil tersenyum lebar. Sayapnya yang berwarna pink mencolok membuatku mati-matian menahan tawa. Sungguhkah dia malaikat pencabut nyawa?

Yo!” sapaku kembali. Jika aku tidak balas menyapanya nanti dipikir aku sedang memikirkan malaikat norak bin ajaib ini.

“Aku tahu kau sedang memikirkanku.” Kata sosok itu yang membuatku segera mengubah ekspresi wajahku. “Aku terpaksa menggunakan pakaian ini. Seragamku semuanya sedang di cuci.” Kata sosok itu yang lagi-lagi harus membuatku menahan tawa.

Sosok ini sungguhkah malaikat? Tapi dia ini malaikat apa? Wajahnya seperti perempuan. Putih bersih. Tapi suara dan postur tubuhnya seperti laki-laki.

“Besok adalah hari ulang tahunmu, bukan?” tanya sosok itu sambil membuka catatan yang tiba-tiba muncul diatas tangannya. “Aku akan mengabulkan tiga permintaanmu untuk besok. Jadi sebutkan sekarang permintaanmu.” Kata sosok itu.

Aku menatapnya heran. Jangan-jangan sosok ini malaikat pencabut nyawa. Aku segera berpikir apa saja yang akan kuminta. “Aku tidak ingin mati untuk tiga puluh tahun kedepan.” Kataku yang membuat tawa sosok itu meledak.

“Kau pikir aku malaikat pencabut nyawa?” omelnya dengan terbata karena sosok itu terus tertawa. “Aku ini malaikat yang diutus untuk mengabulkan keinginan orang-orang yang akan berulang tahun.” Katanya yang membuatku mengangguk-angguk paham.

Aku berpikir kembali, keinginan apa yang harus aku katakan agar dia mau mengabulkan permintaanku? “Aku ingin supaya Ichigo menghilang.” Kataku yang membuat sosok itu melotot kaget.

—Karra Jpop 2012—

Hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku menarik selimutku hingga menutupi kepala. Cuaca sungguh dingin. Di dalam selimut aku masih meringkuk supaya bisa lebih hangat.

“Happy Birthday, Kame!” seru Haha sambil menarik selimutku. Membuatku merasakan udara dingin lagi.

Haha dan Chichi menyodorkan kue ulang tahun padaku lengkap dengan lilin. Adikku yang bernama Rigi membawa dua kotak yang berbungkus kertas kado.

Aku tersenyum sambil meniup lilin kue ulang tahunku. Apa keinginanku akan terkabul hari ini? Rigi-chan menyodorkan kotak itu kepadaku. “Happy Birthday Ani.” Kata Rigi sambil mencium pipiku.

Arigatou!” kataku sambil tersenyum. Aku bahagia. Keluarga kecilku tidak pernah melupakan ulang tahunku.

Haha mengusap kepalaku. “Setelah kau potong kue, segera mandi dan berangkat kuliah.” Kata Haha yang membuatku mengangguk. Aku membuka kado dari Rigi. Sebuah seragam baseball. Wah… aku benar-benar mendapatkan seragam baseball. Aku membuka kado dari Haha dan Chichi. Sebuah sarung tangan penangkap bola dan sebuah bola. Permintaanku sungguh terkabul!!!!

—Karra Jpop 2012—

Aku berjalan memasuki ruang kelas dengan pandangan yang waspada. Apa harapanku ini akan terkabul? Ichigo akan menghilang? Sepertinya mustahil dia bisa menghilang begitu saja.

“Kau mencari siapa, Kame?” tanya seseorang yang membuatku menoleh. Kayama.

“Ichigo. Apa dia masuk hari ini?” tanyaku pelan.

Wajah Kayama tiba-tiba menunjukkan ekspresi yang berbeda. Wajahnya terlihat kaget dan sedikit prihatin. Apa Ichigo sudah menghilang?

“Kame, kau tidak tahu Ichigo dimana?” tanya Kayama sedikit kesal padaku. Apa aku melakukan kesalahan? Baiklah… aku yang meminta Ichigo menghilang. Tapi itu rahasiaku dan malaikat bodoh yang kemarin kutemui. Tidak mungkin Kayama tahu masalah ini.

“Apa dia tidak masuk hari ini?” tanyaku dengan nada yang terdengar sedikit bahagia. Aku harus menunjukkan sedikit. Supaya Kayama tidak mencurigaiku. Kayama akhirnya mengangguk pelan. Aku menepuk bahu kirinya dan berjalan riang menuju bangkuku.

“Kemungkinan hidupnya tiga puluh persen.” Kata Kayama tiba-tiba yang membuatku menghentikan aktivitasku. Aku menatap Kayama. Apa maksudnya kemungkinan hidup? “Ichigo mengalami kecelakaan setelah pulang dari kampus. Lukanya sangat parah dan dokter mengatakan bahwa kemungkinan dia hidup tiga puluh persen.” Kata Kayama.

Aku terperangah mendengar ucapan Kayama. Apa mungkin ini karena permintaanku? Aku menggeleng kuat-kuat. Tidak mungkin hanya karena permintaan konyolku. Ini pasti kesalahan gadis itu sendiri. Pasti dia yang ceroboh. Jadi aku tidak perlu bersalah.

Aku mengendikan bahu dan duduk di bangkuku dengan perasaan campur aduk. Pikiranku benar-benar kacau setelah mendengar Kayama mengucapkan kalimat itu. Apa ini semua salahku?

Seisi kelas sibuk membicarakan masalah Ichigo kecelakaan. Beberapa gadis yang duduk di depanku juga sibuk bercerita penyebab Ichigo kecelakaan. Ada yang bilang, Ichigo kecelakaan karena mencariku. Aku tertawa sendu. Kenapa hal kecil tentang Ichigo mereka selalu mengaitkan denganku? Menyebalkan.

Ada yang mengatakan mobil yang menabrak Ichigo melaju dengan kencang karena pengemudinya terpengaruh alkohol. Mungkin ini kemungkinan yang paling benar. Pasti gara-gara itu.

Kayama tiba-tiba menghampiriku. Dia duduk di sampingku dan menautkan tangannya diatas meja. “Apa kau membenci Ichigo?” tanya Kayama pelan. Sepertinya ia tidak mau seisi kelas mendengar pembicaraan kami.

Aku tertawa sumbang. “Kau pikir aku menyukainya?” tanyaku kembali. Pertanyaan bodoh seperti itu perlu ditanyakan padaku?

Kayama tersenyum getir. “Luka di kepala Ichigo sangat parah. Kau tidak ingin menjenguknya?” tanyanya lagi.

Aku menatapnya. “Tidak. Semakin dia cepat pergi, akan semakin baik untukku.” Kataku tandas. Aku benci jika orang-orang selalu mengaitkanku bersama gadis berisik itu.

Kayama menendang tulang keringku dengan cukup kuat yang membuatku harus menahan teriakan kesakitanku. “Kau tahu tidak, Ichigo menyukaimu?” omel Kayama sambil berjalan meninggalkan bangku sebelahku.

Aku terdiam mendengar ucapan Kayama. Ichigo menyukaiku? Tidak mungkin! Tidak mungkin gadis berisik itu menyukaiku! Aku selalu tidak bersahabat dengannya. Bagaimana dia bisa menyukaiku? Gadis bodoh!

—Karra Jpop 2012—

Aku lagi-lagi harus bersembunyi di balik dinding di dekat tangga darurat saat melihat teman-teman sekelasku bergantian keluar masuk ruangan perawatan Ichigo. Sejak datang ke rumah sakit, aku terus merutuk dalam hati. Kenapa aku bisa terpengaruh ucapan Kayama? Menyebalkan!

Aku terus menunggu teman-teman sekelasku pergi dari ruang perawatan tempat Ichigo di rawat. Aku hendak berjalan meninggalkan ruang perawatan Ichigo saat aku melihat sosok aneh yang sedang bersandar di depan pintu kamar Ichigo. Sosok itu lagi! Dia sungguh malaikat! Pakaian dan sayapnya berwarna putih bersih.

Sosok itu melambai padaku. Padaku? Aku buru-buru memalingkan wajah. Hampir saja aku melompat kaget. Sosok itu benar-benar menyebalkan. Tiba-tiba saja sudah muncul di depan wajahku.

“Bagaimana perasaanmu? Bahagiakah mendengar Ichigo akan segera lenyap dari hadapanmu?” tanya sosok itu yang membuatku terdiam.

Aku menghela nafas panjang. “Bukan dengan cara seperti ini.” Kataku pelan.

Sosok itu tertawa renyah. “Kau mau dengan cara apa? Menghilang tanpa jejak?” tanya sosok itu. Sosok itu kemudian menepuk kepalaku pelan. “Seharusnya kau berpikir dulu sebelum mengajukan permintaan.” Kata sosok itu sambil tersenyum.

Bolehkah aku mengatakan menyesal mengucapkan kalimat itu? Bolehkah semua ini tidak terjadi? Bolehkah semua ini hanya terjadi di dalam mimpi saja?

“Manusia akan lenyap setelah mereka meninggal. Dan karena kau sudah mengajukan permintaan itu, aku harus menyetujuinya.” Kata sosok itu sambil mengepakkan sayapnya.

Aku menatap sosok itu. “Bolehkah aku membatalkan permintaanku?” tanyaku lirih. Benar-benar menjijikkan. Aku harus menarik ucapanku sendiri!

“Sayangnya tidak bisa.” Kata sosok itu sambil tersenyum. “Tapi kau masih ada satu permintaan, bukan?” tanya sosok itu yang membuatku mengangguk cepat. Benar. Aku memiliki satu permintaan yang belum kukatakan.

“Aku ingin Ichigo sadar.” Kataku yang membuat sosok itu kembali mengepakkan sayapnya hingga memunculkan beberapa serbuk berwarna pink.

“ICHIGO!!!” seru seorang wanita yang membuatku menoleh. Seorang wanita paruh baya. Aku pernah melihatnya. Dia Haha Ichigo. Wajahnya terlihat bahagia saat melihat Ichigo dari depan kaca kamar perawatan Ichigo.

“Aku sudah mengabulkan tiga permintaanmu. Tugasku selesai.” Kata sosok itu sambil mengepakkan sayapnya dan menghilang. Entahlah. Yang penting Ichigo sudah sadar. Dan aku harus menguatkan mental untuk menerima semua celotehannya yang tidak penting.

Apa aku harus menemui Ichigo? Tapi jika aku menemuinya, gadis berisik itu akan menganggapku menyukainya. Menyebalkan. Sebuah sinar putih yang menyilaukan mata harus membuatku mengerjap beberapa kali agar mataku dapat beradaptasi dengan sinar itu. Sinar apa itu?

Aku berjalan menuju sinar putih itu. Melupakan semua yang terjadi saat ini. Tentang Ichigo yang masih terbaring lemah.

—Karra Jpop 2012—

Kepalaku terasa sakit luar biasa. Kedua mataku juga terasa sangat berat dan seolah tidak mau terbuka. Apa ini efek dari cahaya putih tadi? Aku hendak memegang kepalaku yang terasa berdenyut, tapi aku merasakan sebuah tangan hangat sedang menggenggam tanganku.

“Kame…” suara gadis berisik itu. Tunggu! Gadis berisik? Ichigo?

Aku kenapa? Kenapa aku susah sekali membuka kedua mataku? Apa aku buta? Apa aku tidak dapat melihat lagi?

“Kame… bukalah kedua matamu perlahan.” Kata suara yang sangat kuhafal. Haha.

Aku berusaha membuka kedua mataku. Sebuah cahaya redup di sudut ruangan membantuku memberi cahaya.

“Kame… syukurlah kau sudah sadar.” Kata gadis berisik itu sambil memegang tanganku dengan erat.

Baiklah. Aku sudah dapat membuka kedua mataku. Selanjutnya adalah menggerakkan bibirku. Kenapa terasa kaku sekali? Aku sama sekali tidak menghiraukan Ichigo.

“Sakit….” rintihku. Kenapa justru kata itu yang keluar dari bibirku? Dasar bodoh!

Oba-san, aku pergi memanggil dokter dulu.” Kata Ichigo sambil melepas tanganku dan berjalan cepat keluar ruangan. Dokter? Ini di rumah sakit? Bagaimana bisa? Ichigo yang kecelakaan kenapa aku yang terbaring disini?

Haha dan Rigi-chan menatapku khawatir. Aku berusaha tersenyum supaya mereka tidak khwatir lagi.

Tak berapa lama kemudian, Dokter dan Ichigo berjalan memasuki ruangan. Dokter itu tampak tidak asing lagi. Wajahnya seperti malaikat yang mengabulkan permintaanku? Hah?

“Ini sungguh keajaiban.” Kata dokter itu yeng membuatku memiringkan kepala karena tidak mengerti apa maksudnya.

Haha langsung memeluk leherku. “Kame… akhirnya kau sudah sadar. Sudah tiga bulan kau mengalami koma. Dan setiap hari Ichigo selalu menjagamu. Bahkan barang yang ia bawa lebih banyak dari Haha.” Kata Haha yang membuatku terdiam.

Tiga bulan aku mengalami koma? Ichigo selalu menjagaku? Apa maksudnya?

Oba-san, biarkan Kame istirahat sebentar. Dia harus memulihkan kesehatannya baru dia bisa mengingat semuanya.” Kata dokter itu sambil tersenyum. Aku baru menyadari pakaian yang ia kenakan berwarna pink norak. Ternyata aku bermimpi sama persis dengan yang kualami di dunia nyata.

—Karra Jpop 2012—

Aku sedang berjalan tertatih sambil berpegangan pada dua tiang di sisi kanan dan kiriku. Ternyata semua ototku terasa kaku setelah hampir tiga bulan lebih aku terbaring koma.

“Kame-kun!” panggil seseorang yang tidak akan ku toleh lagi. Gadis berisik. Itu sudah biasa. Sampai dokter dan perawat disini hafal dengan tingkahnya yang norak.

Aku tidak menghiraukannya. Aku terus berjalan perlahan hingga aku menginjakkan kakiku di garis finish. Bukan. Menginjakkan kakiku di lantai rumah sakit yang terasa dingin.

“Kame-kun! Kau berhasil!” pekik gadis berisik itu lagi yang membuatku harus menahan malu. Gadis itu sepertinya tidak memiliki urat malu. Menyebalkan sekali dia selalu menguntitku terapi. Membuatku menjadi ikut malu.

“Kekasihmu selalu ada untukmu. Dia menyayangimu setulus hati.” Kata dokter yang membantuku terapi sambil menunjuk Ichigo menggunakan pulpennya. Yang ditunjuk malah sibuk melambai padaku dan dokter Nakatsu.

“Dia bukan kekasihku!” kataku kesal sambil duduk di kursi roda dengan dibantu dua orang perawat.

“Kalau begitu sayang sekali dia. Dia selalu menjagamu bahkan pernah diinfus juga karena kekurangan cairan karena terus menunggumu tanpa makan dan minum. Perjuangannya sungguh sia-sia.” Kata dokter Nakatsu lagi.

Kenapa semua orang sepertinya menginginkanku bersama dengan Ichigo? Sering aku mendapati banyak perawat menggosipkanku dan Ichigo memiliki hubungan khusus. Tapi, apa benar Ichigo pernah diinfus juga gara-gara menungguku? Ah! Dokter Nakatsu membuatku semakin pusing!

—Karra Jpop 2012—

Aku berjalan cepat menuju kampuku tanpa menghiraukan seseorang yang terus meneriakkan namaku berkali-kali dari seberang jalan. Gadis bodoh! Selalu saja berteriak. Membuat banyak orang tahu namaku!

“Kame! Tunggu aku!” pekik Ichigo sambiol melambaikan tangan kearahku. Aku pura-pura saja tidak mendengar ataupun melihatnya. Memalukan sekali!

“Kame! Aku akan menyebrang! Kau tunggu sebentar!” katanya sambil berteriak kencang. Lewat kedua mataku yang meliriknya, gadis itu sebentar-sebentar berusaha untuk menyebrang. Tapi selalu mundur karena tidak berani menyebrang gara-gara mobil-mobil yang dikendarai selalu dengan kecepatan tinggi.

Baiklah.. perjuangan gadis berisik itu membuahkan hasil. Dia berhasil menyebrang hingga ke tengah jalan. Aku sedikit tersenyum melihat tingkahnya. Aku melihat sebuah mobil berwarna hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi dan sedikit oleng. Ichigo!

Buru-buru aku berlari menyebrang jalan dan berusaha menyelamatkan gadis berisik itu.

Aku meraih tangan kiri Ichigo dan mendorongnya kesisi kanan. Aku lengah dan akhirnya semuanya gelap setelah sebelumnya kurasakan tubuhku membentur sebuah benda keras diiringi teriakan Ichigo memanggil namaku.

—Karra Jpop 2012—

Aku bersandar di pagar jembatan penyebrangan di bawah cahaya matahari senja. Indah sekali melihat sunset di atas jembatan penyebrangan ini. Di sisi kiriku juga berdiri seorang gadis yang juga asyik melihat sunset. Aku tidak menyangka gadis itu akan diam saat aku mengajaknya kesini.

“Ada yang mau kau katakan padaku?” tanyaku akhirnya sambil memecah keheningan diantara kami.

Ichigo menoleh kearahku. Wajahnya terlihat bersemu. Gadis bodoh! “Aku menyukaimu. Sejak lama.” Katanya pelan.

“Aku sudah tahu.” Ujarku pelan. Ya. Aku sudah tahu dari dokter Nakatsu. Dokter itu mulutnya tidak bisa dijaga. Dengan cueknya dia memberitahuku rahasia Ichigo. Gadis itu menyukaiku!

Ichigo menengadahkan kepalanya. Kaget. “Kau bagaimana bisa tahu?” tanyanya dengan wajah yang masih memerah.

Aku tersenyum samar. “Bodoh! Semua orang juga dapat melihat ekspresimu saat melihatku!” kataku cuek. Aku menatap wajahnya yang bundar. “Kelak, jika orang bertanya apa kau sudah memiliki kekasih, bilang kau sudah memiliki kekasih!” kataku yang membuatnya terperangah.

Aku tidak memperdulikan wajahnya yang terlihat kaget. Aku berjalan mendahuluinya sambil tersenyum. “Ayo! Aku akan mentraktirmu takoyaki!” kataku sambil menoleh pada Ichigo.

Ichigo terlihat bimbang namun akhirnya berlari juga menyusulku. “Kau…” kata-katanya terhenti.

Dengan cepat aku meraih tangan kanannya dan menggenggam tangannya dengan erat. Gadis bodoh! Kau cerna saja ucapanku tadi!

 

—FIN—

Advertisements

16 thoughts on “[이야기] Stupid Girl [Jpop]

  1. aymighty (송 채린) says:

    aku jarang baca FF j-pop lhoo ki, ga pernah malah kayanya, pernahnya FF anime, hehe…
    dan kayanya kame itu ga asing deh, dia pernah maen dorama apa ya? dulu aku juga pecinta dorama tapi ga sampe ngapalin nama2 pemerannya gitu, hehe…
    ceritanya simple tapi soswit ih, ichigonya segitu sayangnya ya sama kame. untung akhirnya kame juga sayang sama dia :’)
    nice fic kii 🙂

    • Karra says:

      aq malah belum pernah baca ff anime. aku ga begitu tertarik anime sih. #dilempar. kekekeke

      Kamenashi Kazuya. kamu tahu odagiri Ryu tak di gokusen 2? nah itu si Kame. ato kalo yang baru (2010) #kalo ga salah, dia pernah main di perfect girl evolution.
      saya lebih seneng dorama sih ya. ceritanya ringkas ga bertele2.
      hahha…

      kau perhatiin summarynya ga rum? itu aku colong dari ouxiangju They kiss again. si adeknya Joe Chen ntu. kekekeke

      wah.. arigatou arum… kekeke…. saya juga baru pertama kali bikin ff jpop begini. #lempar sungyeol *kalo salah mohon dimaafkan*

      • aymighty (송 채린) says:

        *tangkap sungyeol*
        aaa~ aku tau, aku pernah nonton gokusen soalnya haha XD
        kalo perfect girl itu aku belum nonton sih 🙂

        eh lupa malah, aku bayangin si dokter malaikat itu si nakatsu gaje di hanakimi gara-gara namanya nakatsu haha XD
        si kame koma 3 bulan ngimpinya aneh2 aja deh, malaikat kaya cowo bersayap pink? XDD

        waa~ aku baca sih summarynya, tapi ga sadar kii haha *gapeka* lagian nonton they kiss again itu uda lama banget, uda rada lupa juga .__.v

      • Karra says:

        Hahaha… klop bener… saya juga ngebayangin dokternya si nakatsu itu #sapalah itu nama aslinya. kekeke

        gokusen yang ke 2 lho. kekeke

        hahaha…. aq juga udah lama nonton sih. tapi biasanya aq tulis aja kalimat2 yang bagus. sapa tau bisa dibikin ff. kekekeke

        tapi, lucu kame di perfect girl evolution. kekeke… #ngakak ga berenti2 dah….

  2. djiulie says:

    permisiii..
    saia reader baru di sini…
    KAMEEEEEEEE!!
    #sopannya ilang,norak kluar
    Mbak, mbak e muanteph deh..
    tw aja aku suka ama abang kameee…
    bagus bangeeett..
    sumpah ichigonya lhooo..
    sesuatu bangeeettt..
    kaya radio rusak agaknyaa..
    lain kali bkin castnya Haruma MIura dong mbak..
    belahan jiwa saia itu..
    #plak
    klo ga Ikuta Toma juga boleehh..
    *kesengsem gara2 nonton trailer nya dia di Genji monogatari..*
    XP
    Yamapi juga boleeehhh..
    kanata hongo, jin akanishi..
    haduuhh..
    smua deh pokoknya mbak..
    #plak
    maap ya mbak klo komen saia panjang, gaje,n ga bermutu..
    tapi saia usahakan sering2 nyampah di blog mbak..
    #plak
    skian, terimakasih..
    oh ya ketinggalan…
    salam kenal ya mbakkk….
    manggilnya apa nih?
    mbak?
    eonnie?
    nee-san?
    #galau
    XD

    • Karra says:

      Huwaaaaaaa….. ada yang dmen ama Jpop juga tho?
      #gubrak
      Hai.. hai.. selamat datang di blog saya…. di blog gaje sepertinya. kekekeke
      Saya berniat bikin yang lain. cuma kayaknya mood nulis, ide sama artis Jpop rada susah di dalami jadi mesti lama bikin FF Jpop. #slaped

      dirimu suka Kame juga? sama kayak saya. #ga nanya.
      saya demen ama Jpop gara2 Kame ini. #tunjuk Kame yang lagi jongkok makan permen.

      salam kenal juga.
      terserah lho. kekeke…..
      mau manggil apa aja boleh. kekekeke

      • djiulie says:

        eheee…
        saia dari SMP udh suka Jepang..
        eheee…
        awal2nya suka komik..
        truz gara2 nonton Hana Yori Dango jadi suka ama Shun Oguri..
        tapi lama2 sukanya ama Toma, Miura, Kame, Jin akanishi, yamapi..
        eheee..
        banyak deh biasku…
        aku hobi nonton dorama soalnya mbak..
        klo dorama aku lbh suka buatan Jepang dibanding korea..
        #sapa yg nanya..
        eheeee….
        cuma susahnya ya liat karakter aslinya artis jepang itu..
        habis kayanya mereka jarang main di reality show gt sihhh..
        mungkin ada, tapi susah nyarinya..
        ToT
        aku juga lagi berencana bikin FF Jpop, tapi galau cari cast nya..
        bingung milihnya..
        eheee..
        XP

      • Karra says:

        itu juga kendalaku. karena artis jepang rada kurang terekspose jadinya kalo bikin FF mereka jatohnya bener2 ngayal akut. itu juga aku ga berani bikin FF Jpop jauh2 dari Kame. soalnya patokanku cuma si Kame ini. ajaib. kekekeke….

        err iya sih.. aq juga lebih seneng dorama ketimbang drama korea. keke… tapi lebih demen ouxiangju. kekeke

      • Karra says:

        ouxiangju ntu drama taiwan.
        kekeke….
        aku lebih suka ouxiangju ketimbang drama korea. kekeke….
        lebih gampang dipahami. 🙂

      • djiulie says:

        ooohh,.
        drama taiwan lumayan suka juga sih..
        tapi ga sesuka jepang..
        habis klo taiwan serius gitu..
        aku suka yg humornya banyak kaya jepang gt..
        eheee
        ><
        yg taiwan aku twnya dikit..
        artisnya juga cuma dikit yg aku tw..
        eheeee..

      • Karra says:

        wah…. kamu nonton yang apa kok dapet ouxiangju yang serius?
        ouxiangju disana somplak2 lho. aq malah lebih seneng ouxiangju ketimbang dorama. kekeke
        coba kamu cari yang pemainnya Show Luo atao member fahrenheit. dijamin pasti ngakak.
        kalo ouxiangju aku malah lebih hapal ketimbang dorama. aku emang rada oon kalo ngapalin judul pake bahasa jepang. kalo pake bahasa mandarin, dikit2 aku bisa baca. haha

      • djiulie says:

        gloomy salad days saia dapetnya..
        hahahahaa..
        sarat makna kehidupan gt..
        ><
        yg lucu ada sih..
        aku dulu sukanya brown sugar macchiato..
        Wangzi nya cakep n unyu banget soalnya..
        eheee..
        XD

      • Karra says:

        wahahaha.. coba nonton momo love ato love buffet. mesti somplak. kekekeke
        saya suka member fahrenheit sama show luo sih ya. jadi jatohnya kalo nonton ouxiangju ga jauh2 dari mereka. hahaha

  3. yongbee says:

    IHHHHHHHH INI KAME LOHHHHHHH!!!!!!
    *mendadak autis*

    ayolohhh aku tuh cinta mati ama si kame-chan….
    baru ini baca ff jpop,, udah gitu cast-nya si kame lagi.. suka suka suka…

    ceritanya kocak saeng,, romance-nya juga simple n lucu..

    kasian si kame jadi mimpi yang aneh2 gegara koma berbulan-bulan..
    demi apa malaikatnya gaje mampus..
    ehh aku ngebayangin dokter nakatsu itu si Ikuta Toma,, yg jadi nakatsu di hanakimi..
    sama gajenya sihh,, hahahaha

    jadi kangen nonton dorama lagi nihh… kangen Kame, yamapi dll
    aahhh jadi kangen kattun berenam lagiiiiiii…. hiiiiii~ng

    Nice FF!

    • Karra says:

      IYA KAMEEEE…. Huahahaha
      cinta saeng pas liat dorama perfect girl evolution.. hahahhaa

      Huaaa… saeng juga jatuh cintrong ama Kame,,,, kekeke…
      mirip kiwi sablengnya.. hahaha

      Iya… saeng juga ngebayangin yang jadi dokternya si ikuta toma, makana saeng bikin gaje dokternya. hhahahaha

      Huaaa…. saya ga tau member2 kattun yang lain… mata saeng kepentok KAME. hahaha

      Gomawo eonnie… hahaha

Letter of Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s