[이야기 ] Comeback to me, my Ex

Title : Comeback to me, my ex.
Author : Karra
Main Cast :
GO [MBLAQ] as Byung Hee
Minha [Nine Muses] as Park Min Ha
Cameo :
Ryu Sae Ra [Nine Muses] as Sae Ra
Length : Ficlet
Genre : Romance
Disclaimer : GO, Minha and Sae Ra aren’t my original character. But, the story is mine. Don’t copy. ©Karra2012
Sumarry : Kumohon… jangan lari dariku lagi.
Aku menatap bingkai foto yang sengaja kuletakan diatas mejaku. Tidak kusangka aku masih merindukannya. Sudah tiga bulan ini kami tidak berkomunikasi. Aku menghela nafas. Kedua mataku terasa panas. Aku tidak mencegahnya. Kubiarkan air mata itu mengalir. Hanya satu pertanyaan yang selalu terngiang dikepalaku. Apa kau masih mencintaiku?
“Minha-ya!” pekik seseorang sambil memasuki kamarku. Sae Ra eonnie. Kakak sepupuku yang kebetulan tinggal bersamaku di apartemen yang kami sewa bersama. “Kau kenapa?” tanyanya sedikit cemas saat mendapatiku menghapus air mata.
Aku menggeleng dan mencoba tersenyum. “Waeyo eonnie?” tanyaku sambil meletakkan kembali bingkai foto berwarna biru laut diatas meja.
Sae Ra eonnie menatapku dengan pandangan heran. “Aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Tapi sepertinya kau sedang ada masalah.” Kata Sae Ra eonnie sambil berdiri di belakang kursi yang aku duduki. Mungkin tatapan Sae Ra eonnie tidak sengaja menangkap foto yang ada diatas mejaku. “Kau menangis untuknya? Dia yang sudah mencampakkanmu!” omel Sae Ra eonnie sambil mengambil bingkai foto itu dengan nada marah.
Aku berusaha merebut bingkai foto itu. “Eonnie.. jebal…” kataku lirih sambil berusaha mengambil bingkai foto itu dari tangannya. Air mataku kembali mengalir.
Sae Ra eonnie hampir saja membanting bingkai foto itu. Hampir saja. Jika dia tidak melihatku menangis pasti bingkai itu sudah hancur ditangan eonnie. “Kenapa kau masih mencintainya? Dia yang meninggalkanmu hanya untuk impian bodohnya!” kata Sae Ra eonnie yang membuat isak tangisku semakin tidak terkendali.
Kedua bahuku naik turun dengan cepat. Nafasku tersengal karena aku terus memendam isak tangis. Air mataku semakin panas. “Eonnie… salahkah aku yang masih mengharapkan dia kembali untukku?” ujarku yang membuat tangisku akhirnya pecah dan membuat Sae Ra eonnie menatapku kasihan.

—©Karra2012—

Aku berjalan kaki menuju halte bus terdekat dengan lesu. Kedua mataku masih bengkak. Kepalaku masih sedikit pusing karena setelah menangis aku kelelahan dan akhirnya jatuh tertidur.
Kakiku masih setengah melayang. Aku memaksakan mengenakan high heels. Membuatku jadi sedikit kesulitan menyeimbangkan badanku karena aku sebenarnya juga malas berpergian. Tapi jika aku tidak pergi, Sae Ra eonnie akan marah. Hari ini aku bertugas membeli bahan makanan untuk tiga hari kedepan. Dan sialnya, di dekat apartemen kami, tidak ada minimarket. Kenapa aku mengenakan high heels? Karena aku sekalian ingin berjalan-jalan menikmati coffe di salah satu kedai coffe favoritku dan….. ah sudahlah. Untuk apa aku membicarakannya?
Jika ingin berpergian, bukankah lebih baik menata penampilan agar terlihat lebih menarik? Dengan begitu aku akan mampu melupakan di… kenapa aku terus-terusan terus memikirkannya?
Kakiku goyah yang membuatku kini benar-benar kehilangan keseimbangan. Hampir saja aku terjatuh jika tidak ada seseorang yang menolongku. Tangan orang itu memegang kedua lenganku. Aku tidak tahu siapa orangnya. Karena dia berada di belakangku.
“Kau tidak apa-apa?” tanya orang itu sambil melepaskan tangannya.
DEG! Apa aku berhalusinasi? Apa aku terlalu merindukannya hingga seolah-olah mendengar suaranya? Nafasku seakan berhenti. Suara itu memang sama.
“Ya! Park Minha!” pekik seseorang yang menyadarkanku. “Kau tidak apa-apa?” tanya orang itu dengan nada sedikit membentak.
Dengan kaget sekaligus cemas aku menoleh kebelakang. Aliran darahku seakan berhenti! Bagaimana bisa? Bagaimana bisa dia ada disini? “Byung Hee…” ujarku lirih.
Orang itu sungguh Byung Hee. Orang yang daritadi aku pikirkan. Orang yang semalaman membuatku menangis. Oh iya, semalaman aku menangis dan kedua mataku masih bengkak. Aku menundukkan kepala agar dia tidak melihatku menangis.
“Kau tidak apa-apa?” tanya Byung Hee yang kalau aku tidak salah mengartikan, ada sedikit rasa cemas dari suaranya. Aku menggeleng. “Kenapa kau selalu memakai sepatu hak tinggi? Kau ini keseimbanganmu masih kacau kenapa selalu memaksakan diri memakainya?” omel Byung Hee yang membuatku menatapnya sekilas.
Aku tidak tahu harus berbuat apa. Seolah-olah aku ingin menghentikan waktu. Dia mantan kekasih yang sangat berharga untukku. Dulu aku pernah menjalin hubungan dengan namja lain. Tapi hanya Byung Hee yang membuatku bahagia.
“Kau mau kemana?” tanya Byung Hee yang membuatku menatapnya sekilas lagi. Mungkin dia curiga padaku karena dia menyibakkan poniku. “Kenapa matamu bengkak?” tanya Byung Hee cemas.
Hentikan waktu sekarang… aku ingin dia ada disampingku selamanya. Aku berusaha menepis tangannya. “Aku harus membeli bahan makanan.” Kataku sambil berjalan meninggalkannya. Dia memang yang mencampakkanku. Tapi aku tidak pernah marah padanya karena aku tahu… dia mencampakanku untuk mengejar mimpinya.
“Ya, Park Minha-ya!” seru Byung Hee sambil berlari mendekatiku. Aku menoleh karena tiba-tiba dia melingkarkan tangan kirinya di bahu kiriku.
Aku menghentikan langkahku. Walau aku senang dengan perlakuannya, tapi status ‘mantan kekasih’ itu membuatku tidak nyaman. Aku mencoba menepis tangannya. “Kita sudah bukan kekasih lagi. Jaga sikapmu.” Kataku dengan nada dingin. Aku tidak ingin mengucapkannya tapi aku tidak mau dia salah paham padaku.
Byung Hee terdiam. Tidak ada semburat senyuman lagi dibibirnya. “Mianhada.” Kata Byung Hee pelan. Dia kembali menatapku. Aku juga menatapnya. Kedua matanya yang berwarna cokelat muda itu membuatku ingin terus menatapnya. Tapi aku harus mematikan hati. Aku tidak ingin dia salah paham. Mengira aku masih mengharapkannya. Walaupun sebenarnya memang aku masih mengharapkannya.
Aku kembali melangkahkan kakiku menuju halte bus yang semakin dekat. Kedua mataku terasa panas. Aku mengipasi kedua mataku agar tidak jadi mengeluarkan air mata. Aku tidak ingin Byung Hee melihatku menangis.
Langkahku benar-benar terhenti. Bahkan kedua lututku seakan lemas. Jantungku semakin cepat berdetak. Darahku semakin berdesir. Membuatku mendadak kehilangan suara. Hanya air mata yang kini mengalir melewati kedua pipiku. Seseorang memelukku dari belakang. Aku tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa. Aku yakin dia adalah Byung Hee. Aku terlalu hafal dengan aroma parfum yang selalu dia pakai.
“Minha-ya… aku selamanya akan mencintaimu. Kumohon kau tidak lari dariku lagi.” Kata Byung Hee di dekat telingaku. Kedua tangannya mengunci tubuhku dari belakang membuatku tidak dapat bergerak. Bahkan untuk menghapus air mata aku tidak sanggup.
“Kau yang lari dariku. Aku tidak pernah meninggalkanmu.” Kataku pelan dengan isak tangis yang semakin sesak.
Byung Hee melepaskan pelukannya dan membalikkan badanku agar melihatnya. Dihapusnya air mataku menggunakan kedua ibu jarinya. “Mianhada. Aku pergi darimu hanya untuk sebuah mimpi.” Katanya pelan.
Aku tahu itu. “Sekarang kau mau bagaimana? Tidak mungkin kau menjadi kekasihku lagi.” Kataku pelan sambil menurunkan telapak tangannya yang masih menempel di pipiku.
“Kenapa tidak mungkin?” tanya Byung Hee sambil melingkarkan tangannya di bahuku lagi. Kali ini aku tidak menolaknya.
“Bagaimana dengan mimpimu kelak?” tanyaku pelan sambil memegang tangan kirinya.
“Mimpiku?” tanya Byung Hee bingung. Kemudian dia mengembangkan senyumnya. “Tenang saja. Aku akan membagi waktu antara karirku dan denganmu. Kau tidak usah cemas.” Kata Byung Hee.
Aku terdiam. Ada sedikit ganjalan di dalam hati. “Kau ini seorang artis. Apa kau ingin membuatku sengsara karena ulah fans-mu?” tanyaku pelan.
Byung Hee tertawa. “Mereka tidak seganas dugaanmu!” kata Byung Hee sambil mencium puncak kepalaku.
Aku tertegun. Bisakah aku memulai dari awal dengannya? Memulai sebuah kisah cinta yang baru? Dan kuyakin, pasti bisa. Tidak ada hal yang tidak mungkin selama manusia berusaha.

— FIN —

Niatnya mau bikin Oneshoot. Cuma karena aku lama ga bikin FF Romance, jadinya aku mulai dari Ficlet dulu. Jangan lupa tinggalin review kalian…

Oh iya…. kalo hasilnya Gaje maafkan saya ya….
Gamsahamnida….. #tebar bias.

Advertisements

6 thoughts on “[이야기 ] Comeback to me, my Ex

  1. cutedarkclouds says:

    hiyaa qiqi, bagus tauuuuuu cuma cuma pendek nian 😦
    tapi tak apa-apa..
    tau tak qi, ane bacanya sambil dengerin Hello my Ex hehehhee
    aku doain moga si GO sama Minha bisa langgeng, jalanin sebuah cinta di dua alam mereka yang berbeda hiyaaaaaaaa

    bagus qi bagus 🙂

    • Karra says:

      iya karena kependekan ntu ane ragu-ragu mau postingnya gimana…kekekek

      \wuaaaaaahhh.. mesti menghayati.. #duaaaggghhh

      eh… jangan.. kalo mereka jadian beneran ane bingung duluan ini… hueehehehhee
      masak tiap ane nulis ff jadi beneran sih? ogah.. jangan… jangannnnn

      gamsa Tyaaaaa

  2. aymighty (송 채린) says:

    qiqiii, aku mampirrr 🙂
    aq ga tau Minha itu yg mana lho btw, hehe…
    ceritanya pendek bgt kiii, tapi bagusss kok =)
    ternyata si GO mengejar impiannya itu jadi artis ya? aq kira pertamanya pergi ke luar negeri ato gimana, hehe..
    nice 😀

    • Karra says:

      Arummm datang? #kaget….
      ahahaha…
      ne ff romance gagal rum… makana aq ga berani publish… huhuhuhu
      gara-gara lama ga bikin ff romance jadi kaku bikinnya… alhasil kependekkan dah….

      hehhe…. tau ne… aq bingung gimana konfliknya. #duagghh..

      Minha ntu membernya Nine Muses. hahaha… banyak yang ga tau Nine Muses. jadi wajarrr kalo ga tau. hehhehe

      Gamsahamnida Arum…. #bow

  3. ahra says:

    Wiiiww kereennn
    Dapet banget feel nya..
    Suka suka apalagi yg jd cowo ny byung hee oppa.. My G.O
    Hahah
    Like this so much

    • Karra says:

      Hiyaaa… ada yang komen bilang keren… #padahal saya merasa ini ff gagal gara-gara lama ga bikin romance. huhu

      Gamsahamnida chingu… iya.. saya sengaja masukin GO karena saya jarang baca ff yang main cast-nya Oppa. kekeke

Letter of Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s