[이야기] Warrior Chapter 2

-preview chapter-

BUKK…

“Maaf aku tak sengaja.” Seorang gadis membungkuk, meminta maaf karena tidak sengaja menabrak seseorang. Beberapa saat gadis itu tampak kaget dengan pemandangan di depannya.

“Maaf, aku juga salah.” Yongguk sedikit melipat kepalanya, kemudian berlalu pergi.

“Tu..tunggu..” gadis itu seperti ingin mengatakan sesuatu. Yongguk berbalik. Menatap gadis itu tajam, dingin.

“Ehm..itu..sekali lagi aku minta maaf.” Gadis yang bernama Ji Eun seperti putus asa. Lupakan.

“Aneh.” Gumam Yongguk. Ketika berjalan baru beberapa langkah, Yongguk seperti selesai berpikir. Membalikan badan dan mencari gadis tadi. Hilang. Tak terlihat lagi.

 

Title           :  WARRIOR

Author       : Darkclouds and Karra

Cast           :

•    Yongguk B.A.P

•    Himchan B.A.P

•    Daehyun B.A.P

•    Youngjae B.A.P

•    Jongup B.A.P

•    Zelo B.A.P

•    And others

Chapter : 2

Genre        : Fantasy

Length       : Series

Disclaimer : Cerita ini murni hasil karya Darkclouds dan Karra. Tokoh di sini hanyalah milik Tuhan. Tidak diperkenankan untuk copy paste tanpa seijin kami.

Summary : “And the story begin”

-B.A.P.-

 

Himchan tengah mengaduk-aduk mie kuahnya. Sebagai manusia dia harus membiasakan diri mengikuti pola hidup manusia bukan? Dan makan adalah hal yang paling lazim dilakukan oleh manusia. Disana. Di tempat Himchan dan lainnya tinggal tidak memerlukan makanan. Kehidupan lama mereka hanya mewajibkan mereka melakukan perburuan atas Falkon. Dengan membunuh Falkon maka nyawa mereka akan semakin kuat.

 

Yong Guk menatap Himchan yang sedang menyesap kuah mie dengan tatapan dingin. “Sekalian saja kau makan piringnya.” Celetuk Yong Guk yang membuat Zelo tertawa.

 

Himchan menatap Yong Guk dengan tatapan kesal. “Kenapa kau menyuruhku memakan piring, bukankah idemu kita harus menya….” kata-kata Himchan terpotong karena tatapan tajam Yong Guk terarah padanya. Membuatnya menjadi diam. Tidak berani berkata-kata.

 

“Harus apa?” tanya Zelo penasaran. Wajahnya yang terlihat polos itu kini berkerut di bagian dahi. Yong Guk terlihat salah tingkah. Himchan pura-pura tidak mendengarnya dan sibuk melanjutkan makan mie kuah.

 

Dae Hyun menatap Yong Guk. Meminta persetujuan. Yong Guk hanya mengangguk samar. “Kami berlima merupakan warrior. Tugas kami adalah untuk menjaga perdamaian bumi dan menghalau kedatangan Falkon.” Kata Dae Hyun menjelaskan secara singkat.

 

Cerita warrior terlalu rumit. Entah bagaimana Dewa memutuskan kelima warrior untuk turun ke bumi. Yong Guk dan Himchan. Dua orang yang sebenarnya tidak mungkin masuk sekolah lagi karena umur mereka sudah menginjak 22 tahun kini menjadi siswa SMA dengan umur 17 tahun. Begitu pula dengan Dae Hyun dan Young Jae yang menjadi siswa SMA berumur 16 tahun. Sedangkan Jong Up menjadi siswa SMA berumur 15 tahun.

 

“Falkon?” tanya Zelo penasaran. Raut wajahnya sungguh menyiratkan keingintahuan akan maklhuk bernama Falkon itu.

Tatapan Yong Guk tidak sengaja terarah pada seorang gadis yang berjalan mendekatinya sambil membawa nampan berisi makanan. Yong Guk mengenalnya. Dia orang yang menabraknya tempo hari.

 

Dengan tendangan perlahan, Yong Guk menendang kaki Himchan yang kebetulan duduk didepannya.Himchan bersiap protes saat Yong Guk memberi isyarat. Himchan menoleh kearah yang ditunjuk Yong Guk dengan dagunya.

 

Gadis yang membawa nampan itu tidak sengaja menatap Yong Guk dan Himchan yang menatapnya. Senyuman ragu-ragu tercetak di bibir tipis gadis itu. Song Ji Eun. Nametag di seragam menunjukkan nama gadis itu. Yong Guk melihat dengan jelas nama Ji Eun karena Ji Eun melewatinya dan duduk tidak jauh di dekat mereka berenam.

 

“Kau lihat? Dia mencurigakan sekali.” Komentar Yong Guk sambil meminum cokelat hangat didepannya.

 

“Siapa?” Tanya Jong Up penasaran.

 

Himchan menunjuk Ji Eun menggunakan sumpitnya. Sekarang semua warrior menoleh kearah yang ditunjuk Yong Guk.

Ji Eun yang merasa diperhatikan buru-buru menoleh dan mendapati lima pasang mata menatap kearahnya. Satu pasang mata lagi tidak melihatnya. Tatapan Ji Eun langsung mengunci sosok yang paling aneh. Dia bukan manusia. Dan dia bukan anggota warrior. Tapi kenapa dia bisa bergabung dengan lima warrior?

 

Zelo menelan ludahnya. Tatapannya juga mengunci Ji Eun. Dengan tersenyum licik, Zelo mengangkat kedua alisnya.

 

PRAANG

 

Karena kaget, Ji Eun tidak sadar menyenggol piring berisi nasi campur hingga tumpah ruah ke lantai dan ke baju seragam. Yong Guk menoleh dan menatap Ji Eun yang masih terpaku. Diam tak bergerak. Bahkan gadis itu tidak segera membersihkan bajunya. Tatapan dan suara orang-orang berbisik saat melihat Ji Eun yang terus menatap lima warrior itu. Bukan lima. Tapi enam warrior.

 

“Noona… kubantu kau membersihkan meja.” Tawar Zelo sambil beranjak dari bangkunya dan berjalan mendekati Ji Eun.

Ji Eun langsung memundurkan bangkunya saat Zelo berjalan mendekatinya. Dengan gerakan cepat Ji Eun langsung berdiri dari bangku.

 

“Kau mau apa?” tanya Ji Eun ketakutan. Warrior dan falkon bukan sekedar dongeng. Kelebihan yang dimiliki Ji Eun membuatnya segera mewaspadai Zelo.

 

Zelo tersenyum. Manis. Itu yang dilihat semua orang. Tapi yang dilihat Ji Eun adalah seringaian. Siap menerkam siapapun. Ji Eun menelan ludahnya. Dengan perlahan gadis itu memundurkan langkahnya hingga menyentuh dinding kantin.

 

Yong Guk dan Himchan segera mendekati Zelo. Ketakutan yang ditunjukkan Ji Eun menarik perhatian siswa-siswi yang sedang menghabiskan waktu istirahat di kantin. “Kau melakukan apa?” tanya Himchan.

 

“Aku tidak melakukan apa-apa. Noona itu sepertinya takut pada kita.” Kata Zelo bingung.

 

Yong Guk menghampiri Ji Eun. “Kau Falkon?” desisnya di depan wajah Ji Eun.

 

Ji Eun tersentak. Ditatapnya Yong Guk. “Aku bukan Falkon. Justru…” kalimat Ji Eun terpotong karena bentakan Yong Guk.

 

“Mana ada penjahat yang mau mengakui perbuatannya?” omel Yong Guk yang membuat Ji Eun segera mengatupkan bibirnya. Menelan kembali kata-kata yang siap dia luncurkan. “Kami akan mengawasimu, Falkon!” kata Yong Guk pelan sambil berjalan meninggalkan Ji Eun yang terdiam. Yong Guk menepuk bahu Himchan yang sedang membantu Zelo membersihkan meja Ji Eun. Keduanya berjalan meninggalkan kantin yang segera diikuti Jing Up, Dae Hyun dan Young Jae.

 

“Zelo!” panggil Jong Up yang membuat Zelo mendongak pada Jong Up dan mengangguk.

 

Zelo mengalihkan tatapannya dari Jong Up saat lima warrior itu berlalu dari kantin. Dihampirinya Ji Eun. “Rahasiakan siapa aku dan kau akan selamat. Dan jika kau berani membocorkannya, hidupmu akan berakhir sekarang juga.” Ucap Zelo pelan yang bisa dipastikan hanya Ji Eun yang mampu mendengarnya.

 

Ji Eun menatap kepergian Zelo. Air matanya sudah hampir meleleh. Zelo tahu apa yang dia pikirkan? Itu berarti nyawanya kini hanya bergantung pada Zelo?

 

-B.A.P.-

 

“Menurutmu, Song Ji Eun itu Falkon?” tanya Yong Jae penasaran dengan ucapan Yong Guk.

 

“Aku tidak menyangka Falkon menyamar menjadi seorang gadis. Dia cukup cantik.” Komentar asal yang dilontarkan Himchan.

 

“Jangan terkecoh pada wajah. Siapa tahu wajah menipu.” Kata Zelo yang membuat Jong Up dan Dae Hyun mengangguk.

 

“Karena kita sudah tahu Falkon menyamar menjadi apa, sebaiknya kita segera menyusun rencana untuk menghabisinya.” Kata Yong Guk dengan tatapan dinginnya.

 

Zelo memandang Yong Guk, Himchan, Young Jae, Dae Hyun dan Jong Up dengan pandangan aneh. Hanya ada satu pemikiran yang terus terngiang dikepalanya.

 

-B.A.P.-

 

Ji Eun memandang keenam pemuda yang berada didepannya. Ji Eun hendak ke perpustakaan tapi langkahnya dihadang enam pemuda. Beberapa siswa-siswi yang berada di radius lima meter mulai membentuk kerumunan-kerumunan kecil. Semuanya sibuk berspekulasi tentang apa yang dilakukan Ji Eun hingga membuat Yong Guk dan teman-temannya marah.

“Ada apa?” tanya Ji Eun bingung dan…. takut. Takut Zelo akan membunuhnya sekarang. Karena pemuda itu kini berada sejajar dengan lima warrior.

 

“Noona, kenapa kau harus menyamar menjadi manusia?” tanya Jong Up penasaran sekaligus ingin mengetahui maksud tujuan Falkon menyamar.

 

Ji Eun terdiam. Dia melirik Zelo yang memberi isyarat untuk diam. “Aku bukan Falkon! Falkon sesungguhnya adalah…” kalimat Ji Eun terpotong. “Aarrgghh!” pekik Ji Eun yang membuat keenam pemuda didepannya menatapnya kaget.

Ji Eun memegang pergelangan tangan kirinya. Wajahnya memerah seakan menahan panas.

 

“Noona, kau kenapa?” tanya Jong Up penasaran sambil mendekati Ji Eun.

 

“Jong Up, hati-hati! Dia berbahaya!”” cerocos Young Jae. Jong Up hanya mengangguk. Jong Up menyentuh telapak tangan kiri Ji Eun. Panas. Tapi bukankah Falkon kebal dengan panas karena mereka diciptakan dari api?

 

Air mata Ji Eun meleleh. Pertahanan yang dia tahan sedaritadi akhirnya jebol. Rasa panas itu terus mendera telapak tangan kirinya. Tidak menjalar keseluruh tubuh. Dengan mata berkabut ditatapnya Yong Guk dan Zelo bergantian.

 

“Hentikan sandiwaramu.” Kata Yong Guk yang membuat Ji Eun menatap Yong Guk dengan pandangan benci. Bukan Yong Guk pelakunya. Tapi….

 

Rasa panas itu tiba-tiba hilang. Ji Eun jatuh bersimpuh kehabisan tenaga setelah menahan rasa panas tadi. Air matanya masih mengalir. Ditatapnya Zelo yang juga sedang menatapnya. Zelo tersenyum tipis.

 

“Kita pergi.” Kata Yong Guk akhirnya sambil membalikkan badan dan berjalan pergi. Himchan dan Young Jae menatap Ji Eun sekilas. Dae Hyun segera menarik Jong Up supaya meninggalkan Ji Eun.

 

“Ini peringatan untukmu agar kau dapat menjaga mulutmu.” Kata Zelo sambil berjongkok di hadapan Ji Eun.

 

Ji Eun memalingkan wajahnya. Dia tidak ingin melihat Zelo. Zelo tersenyum sambil mengangkat tubuh Ji Eun hingga gadis itu berdiri. “Baik-baik menjaga rahasia ini. Paham?” tanya Zelo yang sama sekali tidak digubris Ji Eun.

 

Zelo tersenyum dan berjalan meninggalkan Ji Eun untuk mengejar langkah Yong Guk dan yang lainnya.

 

-B.A.P.-

 

Gudang belakang sekolah adalah camp rahasia lima warrior. Bukan! Enam warrior. Di tempat itulah Yong Guk bersama dengan yang lainnya berkumpul untuk sekedar bercanda maupun untuk beristirahat. Kini gudang itu kosong. Tidak ada Yong Guk maupun Himchan, Young Jae, Dae Hyun , Jong Up dan Zelo.

 

Kosong. Hanya beberapa barang yang sengaja diletakkan Yong Guk dan yang lainnya untuk membuat kesan rumah kedua. Tapi tanda-tanda keberadaan Yong Guk dan yang lainnya sama sekali tidak ada.

 

Hanya seseorang yang berdiri di depan pintu gudang itu. Siluet orang itu terlihat. Seseorang yang mengenakan sebuah rok. Orang itu akhirnya melempar sebuah lilin kedalam ruangan gudang dan memastikan api itu berhasil mengoyak apapun yang menghalanginya.

 

Api itu semakin membesar. Dan dengan senyuman yang tercetak dibibir tipis orang itu, orang yang memakai rok itu berlalu dari depan gudang sambil terus bersenandung riang.

 

-B.A.P.-

 

Sama sekali tidak dapat diselamatkan. Semua isi gudang habis terbakar. Hanya ada bekas lilin yang tergeletak di dekat kursi. Kenyataan itu membuat Yong Guk, Himchan, Young Jae, Dae Hyun, Jong Up dan Zelo geram. Ada seseorang yang ingin menghancurkan mereka. Dan itu sudah pasti. Falkon!

 

Yong Guk segera bergegas meninggalkan kelima temannya berlari memasuki kawasan sekolah. Menuju satu tujuan. Tempat orang itu berada. Himchan dan yang lainnya segera menyusul Yong Guk. Begitu marah, Yong Guk tidak dapat dikendalikan.

 

Yong Guk menghentikan larinya di depan perpustakaan. Dia berada disana dengan tangan kiri terbungkus perban dan asyik membaca buku sambil mendengarkan musik dari mp3nya.

 

“Tinggalkan tempat ini sekarang!” perintah Yong Guk pada beberapa pengunjung perpustakaan dan langsung dituruti oleh mereka.

 

“Yong Guk!” kata Himchan sambil menarik leher Yong Guk supaya tidak marah. Tapi justru tindakan Himchan membuat pemuda berwajah seram itu semakin marah.

 

“Kurang ajar kau!” pekik Yong Guk sambil melepas tarikan Himchan. Himchan terjatuh dan segera ditolong Dae Hyun dan Young Jae. Yong Guk segera menghampiri Ji Eun dan memukul meja yang sedang dipakai Ji Eun hingga terbelah menjadi dua.

 

Ji Eun kaget. Wajahnya memutih. Buku yang dia baca terjatuh. Mp3 yang dia pakai terjatuh dan akhirnya rusak. Tangan Ji Eun gemetar. Dia pernah diberitahu seseorang. Jika warrior marah akan menghancurkan semuanya.

 

“Ada apa?” tanya Ji Eun sedikit gemetar.

 

Yong Guk menunjuk wajah Ji Eun tepat di depan mata gadis itu. “Kau yang menghancurkan markas kami? Kau sungguh Falkon! Kau tidak usah mengelak lagi!” bentak Yong Guk yang membuat buku-buku terjatuh karena getaran suaranya yang benar-benar lantang itu.

 

Ji Eun terdiam. Bukan dia! Bukan dia! Kenapa tuduhan semakin tertuju padanya? Kenapa semua kelakuan Falkon justru berbalik menyerangnya? Ditatapnya Zelo yang tersenyum manis.

 

“Aku bukan falkon seperti yang kalian pikir. Aku hanya manusia biasa.” Ujar Ji Eun sambil memejamkan kedua matanya. Tidak sanggup melihat kemarahan seorang warrior yang dikaguminya.

 

Kepalan tangan Yong Guk sudah terarah pada Ji Eun. Sebuah cahaya berwarna merah keluar dari telapak tangan Yong Guk. Yong Guk siap mengarahkan pada Ji Eun yang hanya berjarak kurang dari satu meter.

 

-To Be Continued-

Advertisements

8 thoughts on “[이야기] Warrior Chapter 2

  1. beebubblee says:

    Seruuuu thooorrrr #shout out
    Daebak ceritanya
    Itu BYG galak bener yaaa *ngumpet di belakangnya himchan*
    Si zelo jadi falkonnya ?? Jahat amat si dede -.-

Letter of Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s