[이야기 ] Prolog : 214Love

Annyeong….. Saya kembali menyuguhkan sebuah Fanfiction….

Sebenarnya saya membuat Fanfiction ini karena terinspirasi dari sebuah film India. #saya demen film India. Haha… Hanya saja saya lupa judulnya. Karena saya nonton film itu pas jaman saya SD. Keke. Pemainnya pun sudah lupa. Yang saya ingat hanyalah alur ceritanya. Jadi saya berniat mengadaptasi film itu ke fanfiction saya. 🙂

—Karra2012—

Author : Karra

Title : 214Love

Main Cast : karena ini masih prolog, jadi tunggu saja siapa yang akan jadi main cast disini. J

Length : Kayaknya ini akan menjadi FF Series… Tapi tenang saja.. nggak akan lebih dari 10 chapter.

Disclaimer : Saya memang mengadaptasi dari sebuah film. Tapi dimohon tidak mencopy paste ff saya ini. Semua tokoh di chapter ini milik saya. Hanya alur cerita milik Film India itu yang saya ga tau judulnya. © Karra2012.

— Karra2012—

Kilat mulai memancarkan sinarnya berkali-kali. Membuat suasana malam yang gelap semakin mencekam dengan bunyi gemuruh serta kilatan petir. Hawa dingin seolah menusuk tulang. Suasana dingin sama sekali tidak mempengaruhi seorang pria setengah baya sibuk berdoa pada pencipta.

Pria setengah baya itu tidak henti-hentinya mengusap-usap telapak tangannya sambil berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit ternama di Seoul.

Raut wajah tegang sekaligus cemas tersirat dari wajah pria itu. Tidak henti-henti dia menarik nafas panjang. Menanti kelahiran putra pertamanya membuatnya harus dilanda cemas seperti ini. Ada salah seorang sahabat karibnya yang ikut menunggu di depan ruang Unit Gawat Darurat. Tapi sahabatnya seolah tidak ingin mengganggu Lee Hyon Joo merasakan detik-detik menjadi ayah. Park Chan Seok hanya tersenyum melihat wajah ketenggangan sahabatnya.

“Istrimu akan baik-baik saja. Kau tenanglah.” Nasehat Chan Seok sambil menepuk bahu Hyon Joo.

Hyon Joo menatap sahabatnya. “Baiklah. Aku akan tenang.” Kata pria itu sambil duduk di bangku di depan ruang Unit Gawat Darurat.

Chan Seok kembali mengulum senyum saat di dengarnya suara bayi dari dalam ruangan Unit Gawat Darurat. “Selamat. Kau sudah menjadi ayah!” kata Chan Seok sambil menjabat tangan Hyon Joo yang disambut dengan genggeman erat Hyon Joo. Senyum bahagia terus terpancar dari wajah Hyon Joo.

Tak berapa lama kemudian, dua orang perawat keluar dari dalam ruangan sambil membawa dua bayi yang terbungkus selimut. “Tuan Lee Hyon Joo.” Panggil salah seorang perawat yang membuat Hyon Joo segera menghambur menemui perawat itu.

“Saya.” Kata Hyon Joo sambil memandang kedua putra kembarnya yang sibuk menguap dengan mata tertutup.

“Selamat. Anda sudah menjadi ayah. Mereka adalah putra kembar anda.” Kata perawat itu sambil menunjukkan bayi laki-laki yang sibuk menguap. Bayi laki-laki yang satunya terlihat lebih tenang. Hanya sekali-kali menggerakan tangan mungilnya.

Hyon Joo tersenyum sambil terus bergantian menggendong bayi kembarnya. Senyum bahagia terus terpancar. Bahkan sama sekali lupa akan kehadiran sahabatnya yang terus tersenyum menyaksikan momen bahagianya.

—Karra2012—

Nyonya Lee sudah terlelap sejak tadi. Seperti dia letih setelah berjuang melawan maut. Dia memilih melahirkan secara normal walau resiko kematian akan lebih besar karena melahirkan normal dua bayi sekaligus akan membuat pendarahan. #sok tahu kumat.

Hyon Joo sedang berunding dengan dokter atas kesehatan istri dan anak-anaknya. Kedua putranya sengaja menemani Nyonya Lee istirahat. Nyonya Lee tidak ingin berpisah dengan kedua buah hatinya yang hanya berbeda beberapa menit.

Hujan deras masih mengguyur kota Seoul. Hawa dingin masih menusuk tulang. Kilatan petir terus silih berganti. Seseorang yang terus mengintai keadaan kini mulai bergerak. Orang itu berjalan dengan sikap santai ke ruang perawatan tempat Nyonya Lee istirahat.

Di pinggang kirinya terdapat sebuah pisau lipat yang sengaja ia bawa untuk berjaga-jaga. Setelah memastikan Hyon Joo tidak bersama istrinya, orang itu segera masuk ruang perawatan Nyonya Lee.

“Kau sudah berbicara dengan dokter?” tanya Nyonya Lee serak. Mungkin Nyonya Lee mengira orang itu adalah suaminya karena lampu kamar sengaja dimatikan oleh Hyon Joo.

Orang itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan Nyonya Lee. Senyumnya tersungging. Dengan cepat, orang itu mengambil pisau lipatnya dan mengarahkan pada Nyonya Lee.

“AAARRGGGHHH!!” Berteriak dengan histeria. Nyonya Lee ketakutan melihat pisau itu terarah padanya.

Orang itu dengan gerak cepat segera mengambil salah satu bayi dari box bayi yang terletak di samping tempat tidur Nyonya Lee dan buru-buru kabur sebelum ada yang melihatnya.

“Bayiku!” pekik Nyonya Lee histeris sambil berusaha turun dari tempat tidur. Tapi karena tubuhnya sedang lemah, Nyonya Lee terjatuh dari tempat tidur. Tangisannya terus menggema sampai Hyon Joo datang menemuinya.

“Ada apa?” tanya Hyon Joo cemas. Dipapahnya Nyonya Lee kembali ke atas tempat tidur dan memeluk istrinya.

“Bayiku. Diambilnya.” Kata Nyonya Lee sambil terus menangis sambil menunjuk box bayi yang tidak jauh dari tempatnya.

Hyon Joo tercekat. Pria itu langsung menoleh dan mendapati putra kembarnya hilang satu. Dokter yang datang bersama para perawat langsung menyalakan lampu kamar.

“Ada apa?” tanya dokter cemas.

Nyonya Lee terisak. Hyon Joo merasa terpukul. Tidak ada yang menjawab pertanyaan dokter. “Kemana anak yang satu lagi?” tanya perawat saat memeriksa box bayi.

Tangisan Nyonya Lee semakin kencang. Hyon Joo sudah luruh ke lantai. “Penculikan!” gumam Hyon Joo pelan.

—To Be Continue—

Saya mohon komennya ya… mau komen tentang typo, kalimat rancu atau malah tahu judul film yang dimulai dengan kisah ini. Saya lebih menghargai komen yang berbunyi, “Kata-kata ‘ini’ sebaiknya ga perlu dipakai. Diganti aja pakai kata ‘itu’.” Daripada berkomentar, ‘lanjut dong.’

Oh Iya.. bagi kalian-kalian yang ga asing sama poster diatas, itu G.Na ama Hyung Joon. Saya bingung siapa yang cocok meranin Tuan Lee sama Nyonya Lee. Hahaha… jadi terpaksa pake wajah mereka. kekeke

Jadi saya minta komentar yang membangun. Toh tanpa disuruh saya pasti akan melanjutkan FF ini. 🙂

 

Advertisements

21 thoughts on “[이야기 ] Prolog : 214Love

  1. yongbee says:

    film india?? kayanya aku familiar dehh ama filmnya.. tapi apa ya judulnya?? jadul banget soalnya,, padahal aku apal semua pilem india *kita kan fans om sahrukh khan*

    kalo mo komen soal tulisan kayanya bukan kapasitas aku dehh yaa..
    lagian tulisan kamu gak ada yang perlu di edit kok,, udah rapihh,,

    aku penasaran siapa yg bakal jadi bayi kembar,, bukan kembar Jo kan ya??
    ahahaha…

    mian baru mampir,, udah berapa hari sakit jadi gak beredar di dunia wp -__-

    good job Q!! nice ^^
    annyeong!!

    • Karra says:

      Nah khan… eonnie aja tau. kekekeke
      Iya… jadul banget… hahahha…..
      #toss ma eonnie…

      hahahaha… gamsahamnida eonnie… #bow

      Bukan-bukan… udah ada di part satu kok eonnie. hahahaha….

      Wah…. udah sembuh khan eonnie.. hahaha….
      Gamsahamnida eonnie… 🙂

  2. djiulie says:

    mbaaaaaakkk..
    judul pilem india nya apaa??
    aku juga pernah nonton nih..
    tapi sama sekali ga inget judulnya..
    jalan ceritanya pun samar2..
    ToT
    lain kali bikin FF yg cast nya artis Indian aja mbak.
    #plak
    bagus nih mbak..
    aku baca part 1 nya ah..

  3. happyli1004 says:

    aihhh! film india itu sebenernya inspiratif lagi!
    aku juga sempat pengen adaptasi film india yang teroris gitu tapi berhubung muka korea ga ada yang cocok jadi teroris ya ga jadi hahaha XD

    eh, btw kayaknya ada sinetron indonesia yang begini deh ._.
    indonesia emang ga kreatif,
    prolognya bersih typo kok eonnie,
    dan siapakah bayi kembarnya!?
    aku lanjut baca dulu ya~ 😀

Letter of Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s