[단편] Saranghae Chagiya

Title: Saranghae Chagiya

Author: Karra Giovanny

Rating / Pairing: PG+15 / straight

Main Casts:

  •  Lee Gi Kwang B2ST / BEAST aka Gi Kwang
  •  Karra Lupin aka Par Min Rae

Other Casts: 

  •  Yoon Doo Joon B2ST / BEAST aka Doo Joon
  •  Yang Yo Seob B2ST / BEAST aka Yo Seob
  •  Yong Jun Hyung B2ST / BEAST aka Jun Hyung
  •  Son Dong Woon B2ST / BEAST aka Dong Woon
  •  Jang Hyun Seung B2ST / BEAST aka Hyun Seung

Genre: Fluff andAU

Language: Indonesian, and Slight Korean

Length : Oneshot

Disclaimer: Gi Kwang is not my original characthers. They belong to himself, as also Yo Seob, Doo Joon, Jun Hyung, Dong Woon and Hyung Seung. This story is only a fiction, I don’t make money from it, so please not sue me.

Summary: What do you think about me? Perfect boy? No! I just ordinary people. Although I’m a member of BEAST / B2ST.

——————————————

Ini sudah kelima kalinya Gi Kwang melakukan kesalahan saat latihan. Member lain langsung menghentikan latihan mereka dan menatap Gi Kwang yang terus mengucapkan “Mianhae”.

 

“Kau ini sudah melakukan kesalahan berkali-kali. Kalau kau tidak ingin latihan, lebih baik kau duduk. Daripada mengacaukan latihan kami.” Kata Doo Joon yang ketika latihan selalu mengeluarkan jiwa kepemimpinannya.

 

Gi Kwang menundukkan kepalanya berkali-kali. “Jeongmal mianhae.” Kata Gi Kwang pelan.

 

“Kau istirahat saja dulu. Kalau kau merasa lebih baik, kau latihan kembali.” Kata Yo Seob sambil menepuk bahu Gi Kwang.

 

Gi Kwang membungkukkan badan sebagai permintaan maaf kepada member BEAST yang lain. Namja itu kemudian duduk di kursi yang ada di ruang latihan. Wajahnya yang dulu selalu ceria mendadak kusut.

 

“Waeyo?” tanya Dong Woon penasaran yang membuat Yo Seob nyengir.

 

“Gwaenchanayo.” Kata Yo Seob riang. Dengan ekor matanya dilihat Gi Kwang yang sedang mengutak-atik ponselnya. “Gajja! Kita latihan lagi.” Kata Yo Seob yang disambut baik oleh member BEAST yang lain.

 

———————

Di tempat lain di waktu yang sama. Seorang yeoja terisak dengan tubuh tertelungkup di atas tempat tidur. Tangannya memegang sebuah bingkai foto.

 

“Aku bingung harus mempercayai siapa. Oppa atau netizens?” kata yeoja itu di sela-sela isak tangisnya.

 

= Flashback =

“Kau percaya padaku akan bertahan?” tanya Gi Kwang yang membuat seorang yeoja yang masih mengenakan seragam SMA menatapnya dengan tatapan sendu.

 

“Sampai kapan?” tanya yeoja itu pelan. Raut wajahnya terlihat kesedihan.

 

“Mollayo.” kata Gi Kwang sambil menghela nafas panjang. Digenggamnya tangan yeoja yang duduk di ayunan itu. “Kau mau berjanji untuk menungguku?” tanya Gi Kwang pelan.

 

Yeoja yang bernama Min Rae itu menghapus air matanya. “Kejarlah impianmu. Aku selalu mendukungmu. Dan aku akan menunggumu.” Kata Min Rae pelan yang membuat Gi Kwang memeluknya.

 

“Gomawo, chagiya…” kata Gi Kwang sambil mencium kening yeojachingu-nya itu.

 

“Asal kau berjanji padaku.” Kata Min Rae pelan yang membuat Gi Kwang menatapnya. “Kau harus menjaga perasaanmu. Kau tidak boleh berpaling hati ke yeoja lain.” Kata Min Rae pelan.

 

Gi Kwang terpaku mendengar kalimat Min Rae. “Waeyo?” tanya Gi Kwang bingung.

 

Min Rae mengangkat kedua bahunya. “Molla.” Katanya pelan. “Aku hanya merasa hubungan kita akan sulit di depan sana.” Kata Min Rae pelan.

 

Gi Kwang menarik tangan kiri Min Rae dan meletakkan tangan itu di dada kirinya. “Ini milikmu. Tidak ada yeoja lain yang akan mengisi hati ini selain dirimu.” Kata Gi Kwang mantap.

 

Min Rae akhirnya tersenyum.

 

= FLASHBACK END =

 

—————————–

Dormitory BEAST

———–

“Minta maaf pada Min Rae.” Kata Yo Seob mengagetkan Gi Kwang yang duduk terpaku di depan laptop.

 

“Mwo?” tanya Gi Kwang yang tidak mendengar ucapan Yo Seob barusan.

 

Yo Seob duduk di samping Gi Kwang. Sudah di duga namja itu tidak online seperti biasanya. Gi Kwang memandang foto dirinya bersama Min Rae saat berlibur ke An Dhong.

 

“Minta maaf pada Min Rae.” Ulang Yo Seob.

 

Gi Kwang masih terdiam mendengar ucapan Yo Seob. Sampai kapan…. sampai kapan dia menyembunyikan identitas Min Rae?

 

“Min Rae? Nugusaeyo?” tanya Doo Joon tiba-iba yang membuat Gi Kwang spontan menutup LCD laptopnya.

 

Yo Seob berdeham sambil menggaruk-garuk kepalanya. “Aniyo.” Kata Yo Seob pelan sambil menyenggol siku Gi Kwang.

 

Gi Kwang buru-buru mengungsikan laptopnya. “Chingu. Teman kami saat sekolah dulu.” Dusta Gi Kwang pelan.

 

Doo Joon mengangguk-angguk paham walau dia nggak ngerti. “Kau sedang ada masalah? Belakangan ini setiap kau latihan, kacau sekali.” Kata Doo Joon penasaran.

 

Gi Kwang menggeleng. “Aniyo. Hanya sedikit tidak enak badan.” Kata Gi Kwang pelan.

 

“Hyuungg!” panggil Dong Woon yang keras membuat Jun Hyung yang sedang menonton TV langsung melempar magnae itu dengan snack yang ada di tangannya. “Ada seorang yeoja bernama Hyo Sang menelpon.” Kata Dong Woon yang ternyata mondar-mandir mencari keberadaan hyung-hyungnya.

 

Gi Kwang dan Yo Seob saling pandang. Gi Kwang langsung mencari keberadaan Dong Woon dan menemukan Dong Woon sedang berada di dapur. “Untukku.” Kata Gi Kwang yang membuat Dong Woon memberikan telepon wireles pada Gi Kwang.

 

“Kwangie!” pekik yeoja di seberang sana.

 

“Hyo Sang… Waeyo? Tidak biasanya kau menelponku.” Kata Gi Kwang sambil berjalan menuju balkon dorm mereka.

 

“Min Rae sakit!” lapor Hyo Sang kesal. “Namja pabo! Kau apakan dia? Hah?” sewot Hyo Sang yang membuat Gi Kwang terpaku.

 

Bukan karena makian Hyo Sang. Tapi kabar kalau Min Rae sakit. “Joneun…” belum sempat kalimat Gi Kwang selesai, Hyo Sang kembali marah-marah.

 

“Kau selalu begitu! Sejak SMA selalu mempermainkan yeoja-yeoja! Lirik sana-sini sebelum kau memutuskan untuk memilih Min Rae. Tapi apa yang kau lakukan saat kau sudah tenar? Kebiasaan jelekmu itu membuat sahabatku terluka! Arrachi?” kata Hyo Sang bertubi-tubi.

 

Gi kwang terdiam. Angin malam meniup beberapa rambut Gi Kwang. “Aku tidak melakukan apapun.” Kata Gi Kwang pelan.

 

“Mwo?” tanya Hyo Sang. Kemudian dia terkekeh. “Lalu kau dekat dengan Hyosung dan beberapa yeoja cantik yang merupakan member girlband tertentu itu apa?” tanya Hyo Sang kesal.

 

Gi Kwang terdiam. Sudah diduganya bahwa Min Rae akan salah paham. “Mereka…”

 

“Mwo? Chingu?” Hyo Sang lagi-lagi memotong. “Kau ini benar-benar playboy! Kau harus minta maaf pada Min Rae.” Kata Hyo Sang lagi. “Itupun kalau Min Rae mau memaafkanmu.” Kata Hyo Sang pelan.

 

Gi Kwang terdiam. Tubuhnya yang masih bersandar di pagar balkon terasa lemas. Gi Kwang masih menempelkan telepon itu di telinganya walau sambungan telepon itu terputus.

 

“Minta maaf pada Min Rae. Dan jelaskan posisimu.” Kata Jun Hyung tiba-tiba yang membuat Gi Kwang menatapnya.

 

Tidak hanya Jun Hyung. Yo Seob, Doo Joon, Dong Woon dan Hyun Seung ada di balkon menemani dirinya. “Kalian mendengarnya?” tanya Gi Kwang pelan.

 

Mereka semua mengangguk. “Hyo Sang minta supaya kita mendengar pembicaraan kalian.” Kata Hyun Seung pelan.

 

“Kau bisa menemuinya. Minta maaf padanya. Kami ada di pihakmu.” Kata Dong Woon pelan.

 

Secercah harapan kembali muncul. Gi Kwang langsung mengucapkan terima kasih berkali-kali. Namja itu mengambil kunci mobilnya. “Aku ijin tidak mengikuti latihan sampai Min Rae memaafkanku.” Kata Gi Kwang semangat.

 

“Fighting!” seru Doo Joon, Yo Seob dan Dong Woon kompak.

 

———————————-

Min Rae masih terbaring lemah di atas tempat tidurnya. “Kenapa kau mau dengan namja pabo seperti Kwangie?” tanya Hyo Sang pelan sambil menyuapkan sesendok bubur pada Min Rae.

 

“Aku mencintainya.” Kata Min Rae pelan. Diliriknya foto dirinya dan Gi Kwang di tas meja samping tempat tidurnya.

 

Pintu kamar Min Rae terbuka. Eomma Min Rae masuk kamar putrinya sambil membawa pot tanaman yang berisi bunga matahari. “Kau memesan bunga matahari?” tanya Eomma yang membuat Min Rae dan Hyo Sang saling pandang.

 

Min Rae menggeleng. Eomma memiringkan kepalanya keheranan. “Siapa yang mengirimkan banyak bunga matahari ke rumah kita? Sampai-sampai taman kita penuh bunga matahari.” Kata Eomma yang membuat Min Rae langsung terduduk.

 

Cuma satu orang yang tahu dirinya suka bunga matahari. Lee Gi Kwang! Min Rae minta pertolongan Hyo Sang untuk memapahnya keluar rumah. “Kau hati-hati. Eomma mau meletakkan ini di kamarmu. Sudah penuh soalnya taman kita.” Kata Eomma sambil meletakkan pot itu di atas meja belajar Min Rae.

 

Hyo Sang membuka pintu depan rumah Min Rae. Bunga warna kuning itu berhamburan di taman rumah Min Rae. Gi Kwang berdiri di depan pagar rumah Min Rae dengan seulas senyum.

 

“Kau pikir aku akan memaafkanmu dengan kau melakukan hal konyol seperti ini?” kata Min Rae kesal sambil berjalan memasuki rumahnya.

 

Senyuman di wajah Gi Kwang langsung lenyap. Hyo Sang mengepalkan tangannya. “Figthing!” katanya pelan. Kemudian yeoja itu berlari menyusul Min Rae.

 

Gi Kwang menghela nafas. Rencana A gagal. Saatnya beralih ke rencana B.

————————

Kondisi fisik Min Rae sudah membaik. Dia tidak selalu bersama Hyo Sang lagi. Kali ini dia sedang bermain game di kamarnya.

 

Kaca jendela di kamarnya dilempari seseorang menggunakan batu kecil. Min Rae langsung menghampiri jendela kamarnya dan membuka jendela itu.

 

Balon berwarna warni menghiasi pemandangan di luar kamarnya. Sebuah balon berbentuk hati yang bergantungkan tulisan “Mianhae” membuatnya tahu siapa pengirimnya.

 

Di tolehnya ke jalanan di depan rumahnya. Gi Kwang sedang menuliskan tulisan di kertas dan Yo Seob memompa balon-balon itu. Kenapa ada Yo Seob segala?

 

“Hyung! Itu Min Rae?” tanya Dong Woon sambil menunjuk Min Rae yang membuat Gi Kwang langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Dong Woon.

 

“Mianhae!” pekik Gi Kwang.

 

Min Rae langsung menutup jendela kamarnya.

 

“Aigo… gagal lagi.” Keluh Gi Kwang pelan. Wajahnya benar-benar putus asa.

 

“Aku ada cara lagi.” Kata Jun Hyung. Kemudian namja itu membisikan kepada Gi Kwang.

 

—————————-

Min Rae menghempaskan tubuhnya di bangku ruang kelasnya. Yeoja itu memperhatikan teman-teman sekelasnya yang pada ribut dan bercanda.

 

“Untukmu.” Kata seorang namja sambil meletakkan sebuah bungkusan di meja Min Rae.

 

Min Rae mendongak. Yo Seob. “Aku tidak mau.” Kata Min Rae.

 

“Buka dulu!” kata Yo Seob sambil menarik tangan Min Rae dan meletakkan di atas bungkusan itu.

 

“Ya!!! Yo Seob!!” pekik beberapa mahasiswa yang langsung membuat Yo Seob kabur meninggalkan Min Rae.

 

Perlahan Min Rae membuka pita yang ada di bungkusan itu. Kemudian dibukanya penutup kotak itu. Min Rae terdiam. Cokelat berbentuk beruang. Dia sangat menyukai cokelat berbentuk beruang. Ada secarik kertas disana.

 

“Mianhamnida. Selama ini aku selalu takut untuk mengungkapkan kebenaran hubungan kita. Yang membuatku selalu kena gosip dengan beberapa yeoja. Asal kau tahu. Hati ini selamanya milikmu. Hanya dirimu yang ada disini.”

 

Min Rae terdiam membaca tulisan tangan Gi Kwang itu. Yeoja itu benar-benar berusaha mematikan hatinya kemarin-kemarin. Tapi kali ini, hati kecilnya mengatakan dia masih mencintai namjachingunya.

 

Min Rae membawa kotak itu dan berjalan keluar kelas. Saat dirinya ada di depan pintu sebuah tangan terjulur yang langsung menariknya kedalam pelukan.

 

“Saranghae.” Bisik Gi Kwang di telinga Min Rae.

 

Min Rae mendongak. Bibir lembut Gi Kwang mendarat di bibirnya yang membuat mahasiswa yang dihadang oleh petugas keamanan kampus berteriak heboh.

 

Gi Kwang melepaskan ciumannya. Dia merangkul bahu Min Rae. Min Rae baru sadar bahwa banyak wartawan yang mengabadikan mereka ciuman tadi. “Perkenalkan. Dia yeojachingu-ku. Park Min Rae.” Kata Gi Kwang yang membuat Min Rae menatap namjachingu-nya.

 

“Kuharap tidak ada lagi kesalahpahaman yang ditunjukkan pada Gi Kwang dengan berita-berita yang tidak benar.” Kata Doo Joon yang membuat Yo Seob dan Jun Hyung tertawa.

 

“Asal kalian tahu saja, Gi Kwang tidak konsen latihan membuat kami kewalahan. Dan menyebabkan kami semua kena ceramah dari manajer.” Kata Yo Seob.

 

Gi Kwang tertawa di usapnya rambut Min Rae. Yeoja itu tersenyum. “Akhirnya kau mau mengatakan pada publik bahwa kau milikku.” Kata Min Rae pelan.

 

Gi Kwang menatap yeoja di sampingnya. “Kau akan selalu menjadi milikku!” kata Gi Kwang sambil kembali melumat bibir Min Rae.

 

= THE END =

Advertisements

5 thoughts on “[단편] Saranghae Chagiya

  1. djiulie says:

    ini Minrae-nya sama ama minrae di FF saengil chukae dongwoon n love me plis ga sih??
    kok kayanya beda?

    kasian banget si yoseob jadi tukang mompa balon..
    wkwkwkwkwk…
    romantis sih..
    tapi mbak, kok kayanyakurang gregetnya manisnya?
    eheee..
    tapi bagus kok ceritanya..
    XD

    • Karra says:

      nah ini. Makana saya benci pake original cast. Puyeng akhirna. Keke. Ini beda dari 2 ff ntu. Ga bakalan nyambung kalo di gabungin ma 2 ff ntu. Iya. Greget romantisna emang kurang. Aku ga jago bikin ff romance. Haha.

Letter of Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s