[단편] Special Angel

Author :  Karra Glow

Title : Special Angel

Length : One Shot

Genre : Romace, Fantasy

Cast : Son Na Eun A Pink as Na Eun

Yong Jun Hyung B2ST as Junhyung

*************

Bulu-bulu berwarna putih itu perlahan terjatuh di atas tanah. Cairan berwarna perak mulai menetes dengan perlahan dari sayap itu. Tampak seorang gadis yang duduk sambil meringis di sudut gang yang memisahkan antara gedung perkantoran dengan jalanan menuju ke pemukiman warga.

Gadis itu terlihat memegang sayapnya yang mulai patah. Dengan raut wajah yang menyiratkan kesakitan luar biasa. Sesekali gadis itu memejamkan kedua matanya untuk mengurangi rasa sakit. Tapi tetap saja rasa sakit itu terus menderanya.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya seseorang yang membuat gadis itu mengangkat wajahnya. Seorang laki-laki. Dia mengenakan kacamata hitam.

Gadis bernama Na Eun itu memalingkan wajahnya. Dia bersikap tidak mengenal laki-laki itu. Padahal dia sangat mengenalnya. Terlalu mengenalnya. Laki-laki itu bernama Junhyung.

“Hei, kau tidak apa-apa?” Tanya Junhyung sambil berjalan mendekati Na Eun.

Na Eun beringsut. Mencoba menghindar dengan segenap kekuatannya yang tersisa. “Pergilah.” Kata Na Eun pelan.

Tatapan Junhyung beralih ke sepasang sayap yang berada di belakang tubuh Na Eun. “Kau memiliki sayap?” Tanya Junhyung heran. Dia pantas heran, tidak ada manusia yang memiliki sayap kecuali saat pesta kostum. Dan gadis di depannya tidak terlihat seperti orang yang akan pergi ke pesta kostum.

Na Eun memalingkan wajahnya. “Kumohon, pergilah.” Kata Na Eun pelan. Dia tidak ingin ada manusia terlebih Junhyung melihatnya dalam kondisi seperti ini. Membuatnya merasa bersalah dan tertekan. Tertekan karena sebentar lagi pasti dia akan mati.

Junhyung tidak bergerak. Dia terus menatap Na Eun. Meminta penjelasan dari gadis itu. “Apa kau yang menolongku tadi?” Tanya Junhyung akhirnya.

Dengan sangat terpaksa, Na Eun akhirnya menoleh pada Junhyung. Raut wajah laki-laki itu terlihat khawatir. Kedua matanya yang jernih membuat Na Eun semakin bersalah. “Itu sudah tugasku. Sekarang kau pergilah.”ujarnya pelan.

Junhyung menggeleng. “Aku tidak akan pergi sebelum kau menjelaskan padaku apa yang terjadi.” Kata Junhyung sambil berjongkok di depan Na Eun.

Na Eun menghela nafas. Dia kembali memalingkan wajahnya lagi. “Kau tidak akan percaya apapun yang akan kukatakan padamu.” Kata Na Eun lemah. Kekuatannya perlahan mulai menghilang karena cairan berwarna perak itu semakin banyak yang menetes.

Junhyung menatap Na Eun yang mulai terlihat seperti makhluk asing. Tidak seperti manusia. Wajahnya terlihat aneh dengan beberapa cahaya berpendar. “Aku akan percaya padamu. Tapi sekarang kau harus ikut aku pulang. Apabila orang-orang melihatmu akan timbul pertanyaan. Karena tubuhmu mulai memancarkan cahaya.” Kata Junhyung sambil melepaskan jas yang digunakannya.

Dengan sigap Junhyung menutupi tubuh Na Eun. Laki-laki itu kemudian menggendong Na Eun di belakang tubuhnya. Dia tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang mulai terarah padanya.

“Lepaskan tanganmu.” Bisik Na Eun pelan di dekat telinga Junhyung.

Junhyung menghentikan langkahnya. “Kenapa?” Tanya Junhyung pelan. Dia bingung dengan permintaan Na Eun. Kalau dia melepas tangannya Na Eun akan terjatuh karena tidak disangga. Tapi kenapa Na Eun memintanya untuk melepas tangannya?

Seakan mengerti dengan pemikiran Junhyung, Na Eun tersenyum. “Orang lain tidak dapat melihatku. Dengan tanganmu menyangga tubuhku seperti ini kau akan dianggap orang gila.” Kata Na Eun pelan.

Junhyung terhenyak. Ditatapnya orang-orang yang tertawa saat melihat dirinya. “Pegangan padaku.” Kata Junhyung sambil melepas tangannya. Dan keanehan terjadi. Tubuh Na Eun ringan sekali. Seperti kapas.

Junhyung yang masih menerka-nerka makhluk apa yang sedang tidur di punggungnya itu hanya dapat terdiam. Dia pernah mendengar tentang adanya malaikat. Tapi malaikat seperti Na Eun dia ragu. Malaikat pelindung atau malaikat pencabut nyawa?

Na Eun menyenderkan kepalanya di bahu Junhyung. Junhyung tau Na Eun tertidur. Oleh karena itu dia tidak mengeluarkan suara sedikitpun hingga sampai berada di apartemen pribadinya.

Dengan perlahan diletakkannya tubuh Na Eun di atas tempat tidurnya. Junhyung mengambil beberapa perlengkapan obat dari kotak obat yang diletakkan tidak jauh dari tempat tidurnya.

Saat dia mengambil cairan pembersih, mata Na Eun terbuka. Ditatapnya Junhyung dengan pandangan aneh. “Kau tidur cepat sekali?” Tanya Junhyung heran.

“Aku tidak tidur. Aku hanya mengumpulkan tenaga.” Kata Na Eun sambil duduk di atas tempat tidur Junhyung. Dia sering kemari. Dia selalu mengikuti Junhyung pergi kecuali saat laki-laki itu berada di dalam kamar mandi.

“Bisakah kau beritahu aku siapa kau?” Tanya Junhyung sambil mencoba membersihkan luka di sayap Na Eun. Cairan pekat berwarna perak itu seakan tidak ingin berhenti. Terus mengalir.

“Kau sudah berjanji untuk percaya padaku bukan?” Tanya Na Eun pelan. Junhyung mengangguk. Dihentikannya aktivitas membersihkan luka di sayap Na Eun. Ditatapnya Na Eun dengan pandangan menyelidik.

“Aku akan mempercayai ceritamu.” Kata Junhyung. Dia harus mempercayai perkataan Na Eun. Karena itu satu-satunya jalan agar dia mengerti keanehan Na Eun.

“Aku malaikat pelindungmu. Malaikat yang selalu melindungimu dari ancaman malaikat pencabut nyawa.” Kata Na Eun pelan. Gadis itu menghela nafas. “Selama ini aku yang menggantikanmu terluka.”

Junhyung terhenyak. Dia pernah mendengar mitos malaikat pelindung. Tapi sama sekali tidak menyangka akan mengalami sendiri. Dan dia harus mengakui bahwa dia tidak percaya dengan malaikat pelindung kecuali sekarang!

Na Eun menghela nafas. “Sudah kuduga kau tidak percaya padaku.” Kata Na Eun pelan. Rasa sakit disayapnya kini benar-benar parah. Seakan tulang di sayap itu hancur. Na Eun memalingkan wajahnya menatap sayap.

Junhyung juga ikut menatap sayap Na Eun. Sayap itu perlahan terjatuh. Bukan lagi bulu seperti tadi. Tetapi benar-benar sayapnya yang patah. Na Eun memejamkan kedua matanya. Gadis itu menangis.

Junhyung mendekap Na Eun. Ditatapnya sebelah sayap Na Eun yang patah. “Kau akan baik-baik saja.” Kata Junhyung pelan.

“Aku akan mati. Kau tahu? Demi menyelamatkanmu aku tidak memperdulikan keselamatanku sendiri.” Kata Na Eun di sela-sela isak tangisnya.

Junhyung memperhatikan bekas luka di punggung Na Eun perlahan mulai menutup. Entahlah. Dia kini tidak dapat berpikir dengan jelas tentang keadaan yang menimpanya.

*******

Na Eun menyodorkan sebuah ice cream pada Junhyung yang duduk di bangku taman. Gadis itu menyendokkan ice cream ke mulutnya beberapa kali. Tatapan Junhyung tidak lepas dari dirinya.

“Apa di duniamu tidak ada ice cream?” Tanya Junhyung sambil menyuapkan ice cream ke mulutnya.

“Tidak. Aku baru pernah merasakannya saat aku menjadi manusia.” Kata Na Eun sambil duduk di samping Junhyung. Gadis itu bersandar di lengan Junhyung. “Kau tahu tidak, di dunia malaikat, kami tidak mengenal rasa lapar atau haus.” Kata Na Eun memberitahu Junhyung.

“Benarkah? Lalu bagaimana kalian mendapatkan tenaga?” Tanya Junhyung sambil menunjuk beberapa orang yang sedang diikuti makhluk bersayap di belakangnya.

Ya, untuk memberikan kepercayaan pada Junhyung, Na Eun menggunakan sisa kekuatannya untuk membuat Junhyung percaya akan keberadaan malaikat pelindung. Caranya, membuat Junhyung dapat melihat teman-temannya.

Na Eun terdiam. Wajahnya tampak berpikir dengan serius. “Saat manusia yang kami jaga berulang tahun, kami akan kembali ke dunia malaikat untuk mendapatkan kekuatan baru.” Kata Na Eun sambil membalikkan cup ice cream yang sudah kosong. “Yah, sudah habis.” Kata Na Eun pelan sambil melempar cup ice cream itu ke tong sampah.

Junhyung mengulurkan cup ice cream yang dia pegang. “Kau mau?” Tanya Junhyung sambil menyunggingkan senyuman.

“Bolehkah?” Tanya Na Eun pelan. Dia ragu-ragu dengan tawaran Junhyung. Biasanya Junhyung menjahilinya.

Junhyung menggeleng. Dengan cuek laki-laki itu menyendokkan ice cream ke mulutnya. Tingkah Junhyung membuat Na Eun kesal dan akhirnya menggembungkan pipinya.

“Berapa kali aku diusili dia seperti ini?” gerutu Na Eun kesal. Tapi tidak sepenuhnya kesal.

Junhyung tertawa melihat tingkah Na Eun. Dia sungguh gadis yang menarik. Ditatapnya Na Eun yang sudah beralih ke sebuah toko kue. “Kau mau kue itu?” Tanya Junhyung pelan yang mengagetkan Na Eun.

Na Eun menggeleng. “Aku hanya ingin menghabiskan waktu denganmu saja.” Kata Na Eun sambil melingkarkan tangannya di  lengan Junhyung. Dengan manja gadis itu menyandarkan kepalanya di lengan Junhyung.

“Kau ini. Dengan kau bersikap seperti itu, tidak akan ada gadis yang akan melirikku. Paham?” Tanya Junhyung sambil mendorong kepala Na Eun menggunakan telunjuknya.

Na Eun terdiam saat melihat seseorang. Dia sama sekali tidak marah pada Junhyung karena perlakuannya barusan. Dia sama sekali tidak memedulikannya. Tapi saat dia melihat orang itu, senyumnya berubah menjadi sebuah kemurungan.

“Kau kenapa?” Tanya Junhyung heran karena perubahan Na Eun.

Na Eun menggeleng. “Habis ini kita akan ke mana lagi?” Tanya Na Eun berusaha mengalihkan pembicaraannya.

Junhyung terdiam. “Kau pernah makan ramen?” Tanya Junhyung yang sudah pasti disambut gelengan dari Na Eun.

“Kau sering memakannya tapi aku tidak pernah memakannya.” Kata Na Eun polos.

Junhyung berdecak. “Aku sama sekali tidak mengenalmu. Tapi kau terlalu mengenalku!” kata Junhyung kesal. “Tidak adil!”

Na Eun tersenyum. “Kelak saat aku kembali menjadi malaikat lagi, kau akan melupakanku. Jadi, berikan aku sedikit kenangan.” Kata Na Eun pelan.

Junhyung menatap Na Eun yang wajahnya menyiratkan kesedihan. Dia sulit mencerna kalimat Na Eun barusan.

*********

Dengan mimik yang menyiratkan lezat, Na Eun terus mengambil mie ramen yang disuguhkan. Berkali-kali gadis itu menyeruput kuah mie ramen yang dipesankan Junhyung hingga menarik perhatian pengunjung kedai itu.

Junhyung menurunkan tangan Na Eun yang masih memegang mangkok. Gadis itu bersiap menyeruput kembali kuah ramennya. Tapi Junhyung menahan tangannya. Membuat Na Eun mendelik kesal kearah Junhyung.

“Kau ini seperti tidak makan selama beberapa tahun!” komentar Junhyung sambil meletakkan sumpit yang dipegang Na Eun. Laki-laki itu tampak malu.

Na Eun lagi-lagi menggembungkan pipinya. “Aku tidak pernah makan makanan lezat seperti ini.” Protes Na Eun.

Junhyung menghapus noda ramen yang tersisa di bibir Na Eun. “Tapi kau tidak boleh makan terlalu banyak seperti ini.” Nasehat Junhyung yang membuat Na Eun mengangguk mengerti.

“Kita akan kemana lagi?” Tanya Na Eun sambil bersendawa kecil. Gadis itu kemudian tertawa kecil mendengar sendawa yang baru saja dia keluarkan. “Aku belum pernah melakukan itu.” Kata Na Eun girang.

Junhyung buru-buru menutup mulut Na Eun saat gadis itu akan melakukan hal konyol lagi. Bersendawa. Junhyung buru-buru meninggalkan selembar uang dan meminta maaf dari pengunjung kedai karena kelakuan Na Eun barusan.

Na Eun memandang kearah langit yang tadinya cerah kini berubah menjadi mendung. Gadis itu memincingkan kedua matanya. ‘Apa aku akan menangis?’ pikir Na Eun.

“Kenapa?” Tanya Junhyung saat tangan yang dia genggam menghentikan langkahnya. Junhyung menghampiri Na Eun yang masih memperhatikan langit.

“Biasanya saat aku menangis, hujan akan turun.” Kata Na Eun pelan. “Tapi langit akan menurunkan hujan. Padahal aku tidak merasakan sedih.” Lanjutnya pelan.

Junhyung menatap Na Eun. “Aku menyukaimu.” Na Eun menoleh saat mendengar pernyataan Junhyung.

“Apa kau bilang?” Tanya Na Eun tidak yakin.

Wajah Junhyung memerah. “Aku menyukaimu.” Ulang Junhyung. “Entahlah sejak kapan. Tapi disampingmu membuatku nyaman.” Kata Junhyung sambil menatap Na Eun tepat di kedua manik matanya.

Na Eun memeluk Junhyung. Dia menyukai Junhyung! Sejak dulu. Tapi Na Eun tahu, malaikat dan manusia tidak boleh saling jatuh cinta!

********

“Kau harus memilih. Mati sebagai manusia atau kembali menjadi malaikat?” Tanya seorang pria sambil mengetuk meja beberapa kali menggunakan kelima jarinya. Sayapnya terkembang besar. Mengepak dengan anggun. Raja atas malaikat. Makhluk yang selama ini ditakuti Na Eun.

Na Eun menundukkan kepalanya. Kalau dia mati sebagai manusia, dia tidak dapat menjaga Junhyung. Tapi kalau kembali menjadi malaikat, justru Junhyung yang akan melupakannya. Sekarang dia benar-benar dalam kondisi terjepit. Pilihan yang harus ditentukan sebelum semuanya sia-sia.

********

“Aku menyukaimu. Sejak saat kau duduk di bangku sekolah aku sudah menyukaimu.” Kata Na Eun pelan. Dikecupnya kening Junhyung yang sedang tertidur.

Junhyung terjaga dalam tidurnya. Laki-laki itu merubah posisi tidurnya. Na Eun berjingkat menjauhi tempat tidur Junhyung. Junhyung yang terjaga membuat air mata Na Eun semakin mengalir deras.

Na Eun merasakan sakit yang luar biasa saat beberapa tulang sayap keluar dari punggungnya. “Aku memilih menjadi malaikat pelindungmu dengan syarat aku harus melupakan perasaan cintaku padamu.” Kata Na Eun pelan saat sayap putih terkembang dibalik tubuhnya.

Sayap di tubuh Na Eun mulai terkepak. “Kau akan melupakanku setelah aku kembali. Tapi aku tidak akan pernah melupakanmu. Sampai kapanpun.” Kata Na Eun pelan sambil mengepakkan sayapnya berkali-kali. Tangisan gadis itu semakin hilang ketika kepakan sayapnya membuat tubuh itu lagi-lagi berpendar dan meninggalkan setitik cahaya.

********

Junhyung terbangun dari tidurnya. Ditatapnya sekeliling kamar apartemen yang dia tempati selama beberapa tahun belakangan ini. Junhyung yakin ada seseorang yang terus memperhatikannya.

Ditatapnya jendela kamarnya yang terkena tetesan hujan. “Biasanya saat aku menangis, hujan akan turun.” Junhyung teringat kalimat itu. Tapi dia sama sekali tidak mengenal siapa orangnya.

Junhyung menatap sehelai bulu berwarna putih yang tergeletak di atas meja. “Sepertinya aku mengenal bulu ini.” Kata Junhyung pelan sambil memiringkan kepalanya. Mencoba mencari jawaban.

Ada setitik ingatan yang tidak hilang di pikiran Junhyung. Seorang gadis. Gadis bersayap. “Malaikat pelindungku.” Kata Junhyung pelan. Laki-laki itu tertegun mendengar ucapannya sendiri. Dia mengingat semuanya. Tentang Na Eun. Tentang semua kejadian yang menimpanya selama ini. “Tetaplah menjadi malaikat pelindungku.”

Disisi lain, Na Eun terus meneteskan air matanya. Gadis itu menangis. Junhyung ternyata masih mengingatnya. “Aku akan selalu menjadi malaikat pelindungmu, Yong Junhyung.” Ujar gadis itu perlahan. Disekanya air mata itu. Mencoba untuk tersenyum. “Kalau kita tidak dapat bersatu di dunia ini, kelak kita pasti berjodoh di sana.” Kata Na Eun sambil menyunggingkan senyumnya.

*** FIN ***

Advertisements

20 thoughts on “[단편] Special Angel

  1. minominhomine♥ says:

    jadi kebayang SM The Ballad – Miss You ,
    idenya menarik ki .. fantasy , angel aku selalu suka fantasy yang castnya malaikat ,.
    “kalau aku menangis pasti turun hujan”
    Kaya Gumiho yah .. kalo nangis pasti hujan …

    na eun diantara dua pilihan yah , kasihan tapi syukur lah dia milih jadi guardian angel buat jagain junhyung ..

    ending storynya menarik , tapi ko ga menang yahh .. mungkin belom beruntung ajah yah ki ..
    tetep semangat yahh …

    • Karra says:

      Wah Dzafin komen… udah sembuh? wkwkwkw

      he-eh… aq nulis bagianna Gumiho. wkwkwkw…..
      tapi malah aneh. wkwkwkwkw

      kekeke…. belum saatnya mungkin. tapi ga papalah. hahaha
      buat pengalaman. 🙂

      gomawo dzafin buat komennya. 🙂

Letter of Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s