[단편] Game For Die 2

Title : Game for die

Author : Karra Glow

Ratting : 17 +

Cast :

  • Yunho TVXQ as Yunho
  • Gyuri KARA as Gyuri
  • Kevin U-Kiss as Kevin
  • HyunA 4minute as HyunA
  • Jiyeon T-Ara as Jiyeon
  • Kim Joon T-Max as Joon

Genre : Thrailer

Length : 2 of ?

Disclaimer : Tokoh disini merupakan rekayasa author. Karena ini hak cipta author jadi terserah author membuat cerita yang bagaimana. Jangan copy paste tanpa seijin author. Jangan menuntut author karena cerita ini. Ini hanyalah rekayasa author.

Summary : Tubuh ituterkoyak. Kepala itu berputar tergerus air mancur.

                                                                   ~ CHAPTER TWO~

Gyuri menghampiri Jiyeon yang terus memandang Yunho yang seakan tidak menyadari apapun. Gyuri mengeluarkan selembar tissue dari dalam tas ranselnya. Diulurkan pada Jiyeon yang langsung menepisnya.

“Aku tidak butuh bantuanmu!” bentak Jiyeon kesal.

“Sudah bagus dia mau menolongmu! Masih saja bersikap sombong!” bentak Kevin kesal.

HyunA menatap Yunho yang masih memperhatikan bangunan di depan mereka. “Kau sedang apa?” Tanya HyunA yang membuat Yunho menoleh.

Yunho menunjuk papan yang ada di bagian depan kastil. HyunA ikut memandang kastil itu. “Kau lihat tulisan di sana? Seperti masih baru. Sedangkan bangunan ini seakan tidak terawat.” Kata Yunho sambil mengusap dagunya.

HyunA berjalan mendekati papan itu. “Ya! Sebuah kertas!” kata HyunA tiba-tiba yang membuat lima orang yang berada di dekatnya langsung menoleh.

Kevin menatap HyunA yang mencoba mengambil kertas di bawah papan aneh tadi. Hanya saja tangannya yang pendek tidak mampu menggapai kertas itu. Walaupun berkali-kali HyunA mencoba mengambil kertas itu tapi tidak tergapai juga.

Kevin mengulurkan tangannya dan mengambil kertas itu. “Pendek!” komentar Kevin sambil membaca tulisan di kertas itu.

HyunA akan bersuara lagi membalas ucapan Kevin tapi Gyuri lebih dulu menariknya dalam diam.

“Bacakan.” Kata Yunho sambil terus mengamati bangunan kastil yang cukup tua ini.

“Letakkan sesuatu pada air mancur di sebelah kiri. Pintu akan terbuka dan kalian akan masuk ke level dua.” Kata Kevin yang langsung celingukan mencari air mancur yang dimaksud.

Joon menunjuk air mancur yang ada di dekat Yunho. Bukan air mancur. Tepatnya bekas air mancur. Tidak ada air disana. Kering. Dan ada yang janggal.

Yunho mengalihkan tatapannya. Dihampirinya air mancur itu. Tangan Yunho akan bergerak menyentuh bekas air mancur itu.

“Chamkaman!” kata Kevin yang membuat Yunho menurunkan tangannya dan menatap Kevin dengan dahi berkerut.

“Waeyo?” Tanya Gyuri penasaran.

“Aku belum selesai membaca.” Kata Kevin yang membuat Jiyeon mencengkeram pergelangan tangan Joon.

“Aku tidak mau mati!” kata Jiyeon histeris sambil terus mengusap darah yang masih menetes keluar dari sudut bibirnya.

Kevin mendengus. “Petunjuk apa ini?” makinya kesal sambil membuang kertas itu.

“Mwo?” Tanya Joon penasaran.

Kevin menunjuk air mancur disebelah Yunho. “Kau mau tahu? Tertulis bahwa air mancur itu akan meminta korban. Bagaimana bisa sebuah air mancur kuno meminta korban?” kata Kevin sambil menghampiri Yunho.

“Kita tidak boleh menyepelekan petunjuk itu. Tadi kita menyepelekan petunjuk membuat Jiyeon terhempas.” Komentar Gyuri.

Kevin berdecak. “Akan ku buktikan bahwa petunjuk itu salah!” kata Kevin sambil berjalan mendekati air mancur itu.

“Ya! Bagaimana jika terjadi sesuatu denganmu?” Tanya Yunho yang terus memperhatikan gerak-gerik Kevin.

“Tidak mungkin bisa. Ini hanya lelucon!” kata Kevin sambil menyentuh air mancur itu. Dibetulkannya posisi puncak air mancur yang ternyata jatuh. “Lihat. Tidak terjadi apapun bukan?” Tanya Kevin sambil tersenyum.

Yunho menarik nafas lega. Gyuri dan HyunA ikut menarik nafas lega.

Tiba-tiba air mancur itu memuntahkan isinya. Mengeluarkan cairan berwarna pekat. Berbau anyir. Kevin berteriak saat tangannya tiba-tiba tersedot kedalam tempat air mancur itu. Suara besi beradu dengan tulang membuat Yunho, Joon, Gyuri, HyunA dan Jiyeon langsung menutup telinga mereka.

“Kevin!” pekik HyunA histeris di sela-sela tangisnya.

Tubuh Kevin limbung saat tangan kiri Kevin hilang. Kepala Kevin terbentur di pusat air mancur. Yunho berusaha menarik Kevin. Tapi terlambat. Kepala Kevin ikut hancur di dalam air mancur itu.

Gyuri, Jiyeon dan HyunA langsung memalingkan wajah mereka saat tubuh Kevin terjatuh di tanah dengan bersimbah darah dan dalam kondisi yang tidak utuh lagi. Kepala Kevin terbuka. Tangan kiri Kevin hilang.

Yunho terjatuh melihat tubuh sahabatnya. “Sudah kuperingatkan. Kenapa kau tidak mendengarku?” rintih Yunho terisak.

Joon menarik nafas panjang. “Kevin! Kenapa kau tidak mendengar kami?” pekiknya histeris. Dengan langkah cepat, Joon berlari menghampiri Yunho. “Kenapa kau tidak menghalanginya?” Tanya Joon sambil mendorong tubuh Yunho hingga namja itu terjatuh.

HyunA menangis di pelukan Gyuri. “Kenapa dia meninggal? Aku belum sempat mengutarakan perasaanku padanya.” Kata HyunA pelan.

Gyuri mengusap-usap punggung HyunA. Yeoja itu ikut menangis. Tidak menyangka hal yang awalnya indah berubah menjadi menakutkan.

Jiyeon berusaha menghampiri Gyuri dan HyunA dengan langkah tertatih. Namun langkah yeoja itu terhenti saat melihat bayangan orang yang berada di lantai atas kastil. Yeoja itu menoleh dan melihat sesosok bayangan berlalu.

“Ya! Nuguya?” pekik Jiyeon sambil menunjuk lantai atas kastil.

“Wae?” Tanya Yunho penuh amarah.

“Aku melihat seseorang. Berlari. Dia berada di lantai atas kastil ini!” kata Jiyeon sambil menunjuk lantai atas kastil.

Yunho dan Joon saling pandang. “Jasad Kevin bagaimana?” Tanya Joon pelan.

Yunho masih terisak. “Gwaenchana. Saat kita berhasil menyelesaikan ini, kita akan kembali ke rumah.” Kata HyunA pelan.

Gyuri melepas pelukannya. “Mwo? Bagaimana kau tahu?” Tanya Gyuri heran.

HyunA tampak kikuk. “Aku melihatnya di depan gerbang tadi.” Kata HyunA.

“Apa akan kembali sebagai manusia?” Tanya Jiyeon pelan.

HyunA menggeleng. “Orang yang sudah mati tidak dapat hidup, bukan?” Tanya HyunA balik.

Yunho menatap Jiyeon dan Gyuri. “Gurrae. Kita selesaikan lelucon ini!” kata Yunho sambil berjalan memasuki kastil itu.

Joon membantu Jiyeon berjalan. Tidak digendong seperti tadi. Tapi kini dipapahnya. Gyuri dan HyunA berjalan mengikuti ketiganya.

= = = & & & = = =

Namja itu tertawa di depan sebuah peti jenazah. Peti itu berwarna putih. Terbaring seorang yeoja yang memegang bunga berwarna putih. Yeoja yang cukup manis apabila bibirnya memerah. Hanya saja bibirnya sudah membiru. Gaun yang dipakainya juga sudah sedikit lusuh.

“Usahamu bagus sekali, chagiya.” Kata namja itu sambil meniup lilin yang menerangi ruangan.

= = = & & & = = =

Jiyeon memegang tangan Joon kuat-kuat saat memasuki kastil aneh itu. Tidak ada siapapun. Lilin tersebar dimana-mana. Tidak ada wewangian apapun. Hanya bau lembab dan banyak debu.

“Seram.” Kata Gyuri pelan sambil terus memegang tangan HyunA.

HyunA mengangguk pelan. Di wajahnya terlihat kesedihan yang cukup mendalam.

Yunho menghentikan langkahnya. Di tatapnya keempat orang yang bersamanya. “Kita berpencar mencari petunjuk yang membuat kita dapat menyelesaikan lelucon ini.” Perintahnya sambil mencari selembar kertas yang dijadikan petunjuk.

Gyuri mencari di bawah kolong meja dan kursi yang berada di dalam kasti itu. Semuanya tidak terawat. Hanya bekas lilin yang berceceran dimana-mana.

Jiyeon dan Joon ikut membantu mencari di dekat pintu masuk kastil. HyunA mencari di meja yang ada di dekat jendela kastil.

“Aku menemukannya.” Kata Jiyeon sambil mengacungkan selembar kertas.

Yunho menghampiri Jiyeon dan mengambil kertas tersebut dari tangan Jiyeon. “Dua orang berjalan ke kanan, dua orang berjalan ke kiri dan seorang lagi naik tangga.” Kata Yunho pelan.

Gyuri mengerutkan dahi. “Petunjuk apa itu?” Tanya Gyuri bingung.

“Molla!” kata Yunho sambil membolak-balik kertas itu. “Tidak ada kalimat lagi.” Kata Yunho pelan.

HyunA menepuk tangannya. “Gurrae! Aku akan naik, Jiyeon dan Joon ke kiri, Gyuri dan Yunho ke kanan.” Kata HyunA sambil mengedipkan sebelah matanya pada Gyuri yang wajahnya mulai memerah.

“Andwae!” pekik Jiyeon yang membuat HyunA dan Gyuri menoleh. “Aku mau bersama oppa!” kata Jiyeon manja sambil berjalan mendekati Yunho.

“Kau ini sedang sakit. Aku tidak ingin kau repoti dengan menggendongmu!” kata Yunho cuek sambil menarik tangan Gyuri. “Setidaknya dia tidak merepotkan sepertimu.” Kata Yunho sambil menatap Jiyeon yang memanyunkan bibirnya.

Wajah Gyuri memerah. Jantungnya berdebar lebih kencang.

Joon menarik tangan Jiyeon. “Ppali. Kita jangan membuang waktu disini.” Kata Joon sabar.

Jiyeon menggeleng sambil menatap kepergian Yunho dan Gyuri. “Andwae! Aku mau bersama oppa!” kata Jiyeon yang mulai merajuk.

“Kalau kita keluar dari sini kau bisa lanjutkan mengejar pada Yunho. Sekarang tidak ada pilihan lain selain ini. Arra?” Tanya Joon yang membuat Jiyeon menatapnya.

Jiyeon menatap HyunA yang sudah menaiki tangga. “Oeddie?” Tanya Jiyeon pelan.

Joon mengangkat bahunya. “Molla. Kita ikuti saja petunjuknya. Siapa tahu nanti menemukan petunjuk lain.” Kata Joon sambil membantu Jiyeon berjalan lagi.

= = = &  &  & = = =

Gyuri terus menatap tangan kirinya yang di genggam oleh Yunho. Jantungnya terus berdebar. Yunho menghentikan langkahnya. Ditatapnya Gyuri yang masih terdiam.

“Aku mengajakmu bukan karena aku menyukaimu. Tapi aku tidak ingin direpotkan oleh Jiyeon. Kuharap kau jangan salah paham.” Kata Yunho sambil melepas genggaman tangannya.

Gyuri terdiam. Dia ingin menangis. Tapi ditahan yang menyebabkan wajahnya memerah lagi.

BRAAAK!!!

Gyuri dan Yunho sama-sama menoleh dan mencoba membuka kaca yang entah berapa ketebalannya menutup pintu masuk mereka.

Gyuri dan Yunho saling pandang. Kedua orang itu mencoba mendobrak pintu kaca yang menghalangi mereka. Tapi pintu kaca itu sama sekali tidak bergerak. Gyuri dan Yunho menatap lorong gelap di depan mereka.

“Apa yang harus kita lakukan? Aku takut.” Kata Gyuri dengan suara bergetar. Wajahnya sudah mulai pucat.

Yunho menatap Gyuri. “Gwaenchana. Kita bersama. Pasti aman.” Kata Yunho pelan sambil mengeluarkan ponselnya. Namja itu menyalakan lampu dari ponselnya.

Seketika itu jeritan Gyuri terdengar ke seluruh kastil!!!

= = =  To Be Continue = = =

Advertisements

2 thoughts on “[단편] Game For Die 2

Letter of Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s